
Bobby untuk mencari tahu siapa dan di balik pemantauan istri dari bosnya. Dia sudah mendapatkan amanat dari ayah mertua Elang menjaga istrinya bahkan saat dia memberi saran pada Elang untuk membawa wanita itu pulang ke rumah dan melakukan rawat jalan, pria itu sedikit curiga padanya.
" Kau harus tahu Revan, bahwa ayah mertua dari bosmu itu jauh lebih menyeramkan lagi. Hanya dengan tatapan matanya saja kita sudah bisa melihat bahwa dia itu sangat menyeramkan. Dia memang keturunan pria berkulit putih khas Asia, tapi kita juga tidak boleh meremehkan kemampuannya." Ucap Bobby.
Dia senang bersama Revan untuk memantau pergerakan musuh saat ini. Keduanya tengah berada di sebuah tempat di mana para mafia berkumpul.
" Lalu di mana mereka?" Tanya Revan lagi.
Dia sudah mulai bosan berada di sini. Entah untuk apa mereka berada di sini. Bahkan mereka membawa begitu banyak uang untuk pergi ke tempat ini.
" Sudah tunggu saja. Jangan membuat pria itu marah." Jawab Bobby.
Setelah cukup lama mereka menunggu akhirnya beliau pemilik langit Eropa itu datang dengan tidak sendirian.
Pria itu datang bersama menantunya. Dari tatapan Elang, Bobby dan Revan menebak bahwa saat ini pria itu tengah merasa dikhianati.
" Ayo masuk. Aku sudah tidak lama mengasah kemampuan berjudi ku. Sudah membawa uang yang aku inginkan?" Bobby menunjukkan satu buah koper yang berisikan uang yang diinginkan oleh mertua dari bosnya.
Elang diri hanya menatap datar pada kedua asisten yang telah berkhianat padanya. Bahkan sudah tahu bahwa uang yang berada di dalam koper itu adalah uang miliknya.
" Kau juga harus bermain. Gunakan insting mu dengan benar. Jangan masalah dalam mengambil tindakan. Kita akan mencari siapa tersangka di balik semua ini, karena hingga saat ini belum ada kabar siapanya yang di balik orang yang berani memantau putriku." Akhirnya mereka berempat masuk ke dalam tempat perjudian besar ini.
Tempat yang jauh dari keramaian dan hingar-bingar ibukota. Tempat yang sangat tertutup dan private karena tidak semua orang bisa memasukinya walau mereka memiliki uang dan koneksi.
" Aku ingin masuk!" Ucap Elang saat langkah mereka dihentikan.
" Kartu member? Anda pasti sudah tahu bahwa tempat ini tidak bisa dimasuki dengan mudah. Anda harus memiliki kartu member untuk semua akses masuk." Elang tersenyum untuk itu.
Bobby alih tempat di mana dia menunjukkan kartu member miliknya. Entah dari mana pria itu mendapatkannya, tapi yang jelas Elang merasa bangga dengan Bobby.
" Jangan tanya milik siapa, tapi yang pasti kami bekerja keras untuk itu." Ucap Bobby dengan sombong.
Bukan hanya ingin menyombongkan dirinya saja tapi dia juga ingin membuktikan pada pria itu bahwa dia dan Revan bisa melakukan apa yang tidak bisa dipikirkan oleh Elang.
" Dad, apa Daddy yakin untuk ini?" Tanya Elang yang berusaha untuk memastikan hal ini dengan ayah mertuanya.
" Aku terlahir dengan darah Alexander. Dia adalah dewa judi yang paling hebat di Eropa. Bahkan semua tempat perjudian yang paling besar di Eropa itu adalah milik Markus Orlando, asisten Papa ku." Elang tidak percaya bahwa ada asisten sekaya itu.
" Jangan remehkan kekayaannya. Dia bahkan bisa menyaingi kekayaan mu di sini. Hanya saja beberapa tempat perjudian miliknya di bom paksa oleh pemerintah atas tuduhan pencucian uang." Sky menceritakan tentang hidup asisten paling kaya yang di miliki keluarga mereka sendiri.
Markus Orlando, pria yang paling kaya untuk sekelas asisten.
" Baik Dad." Jawab Elang.
Mereka sudah masuk ke dalam tempat ini yang menuju ke sebuah ruangan yang semakin ramai dan berisik.
Tidak hanya itu saja, banyak wanita yang hampir tidak memakai busana di sini dan itu tidak membuat para pria itu tertarik dengan pemandangan di depan mata mereka.
" Cari tempat yang paling ramai karena aku yakin di sana ada salah satu dari mereka yang menginginkan kehancuran mu." Mereka mulai memakai topeng mereka di sini karena memang itu adalah ketentuannya.
" Bermain dengan cerdas. Jangan bermain dengan egomu. Judi tidak bisa bermain dengan ego karena itu akan membuang waktumu sia-sia." Ucap Sky pada menantunya.
Mereka berpisah di sana dengan Bobby yang bersamanya lalu Revan yang bersama dengan Elang.
...🖤🖤🖤🖤...