
Elang terus saja mencari keberadaan di mana istrinya berada sampai dia melihat sebuah ruangan besar dan dia yakin bahwa istrinya berada di dalam sana.
Sementara di dalam ruangan yang lain Elle terus saja berteriak dan menjerit di depan layar monitor yang menampilkan suaminya saat ini.
" Tidak, jangan kesana kak, jangan." Ucap Elle yang berteriak berharap apa yang dilakukannya saat ini bisa membuat suaminya mendengar apa yang dikatakannya saat ini.
" Waw, romantis sekali bukan? Lihatlah betapa romantisnya pasangan ini. Suami istri yang saling merindukan." Ucap pria bertopeng itu.
Dia mendapatkan kabar dari anak buahnya bahwa ada penyusup yang masuk ke tempat ini dan benar saja dugaannya bahwa yang menyusup ke tempat mereka adalah Elang karena pria itu bisa menemukan tempat mereka pasti dari perhiasan yang sudah di hancurkannya.
" Hebat, dia bisa mengetahui keberadaan istri tercintanya kurang dari waktu 12 jam. Sungguh luar biasa sekali" Pria itu bertepuk tangan seolah dia ikut merayakan apa yang harus dirayakannya.
" Kau belum tahu sehebat apa suamiku. Dia bahkan bisa menghabisi mu secara langsung setelah dia sampai di sini. Kau aka menunggu waktu mu saja." Pria bertopeng itu datang menghampiri Elle dan mencengkram rahangnya hingga membuatnya merasakan sakit di area wajahnya saat ini.
" Aku penasaran seperti apa reaksi suami mu jika aku memegang istrinya seperti ini? Oh tidak, bagaimana jika suami mu tau bahwa aku bisa mencium bibir ini. Apa dia juga akan menghabisi ku?"
Cuihhh...
Elle yang tidak terima dengan pria itu langsung meludahinya begitu saja. Dia merasa bahwa harga dirinya di rendahkan di sini.
Dia tidak bisa menerimanya begitu saja karena harga diri garus keturunan Alexander adalah menjunjung harga dirinya.
Plak!
Sudut bibir Elle berdarah saat mendapatkan sebuah tamparan dari pria bertopeng itu.
Elle tidak akan mudah dijatuhkan karena dia tidak ingin membuat suaminya dalam keadaan terpuruk nantinya.
" Kau benar-benar telah salah karena telah melakukan hal ini pada ku. Kau akan mendapatkan maut mu sendiri." Ucap Elle dengan wajah datarnya.
Sungguh, dia ingin menangis saat ini juga. Dia merindukan suaminya, merindukan Daddy-nya dan merindukan semua keluarga besarnya, tapi dia tidak mungkin menangis saat ini karena itu akan semakin membuat pria itu merasa bahagia dan merasa menang.
" Oh ya? kau selalu mengatakan bahwa suamimu akan membolehkan apa yang telah kau alami saat ini bukan? katakan padanya secara langsung bahwa kau meminta tolong padanya." Elle menatap datar pada pria itu sampai dia tidak sadar bahwa Elle sengaja melakukan hal ini karena dia tau bahwa suaminya akan segera datang untuk menyelamatkannya.
" Tunggulah, tunggu sampai kau mendapatkan semuanya." Elle mendengar suara ponsel berdering dan itu panggilan amsuk dari anak buahnya yang menyampaikan pesan bahwa mereka tengah bertarung dengan beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan istrinya.
" Ayo!" Pria itu langsung menyeret Elle dengan kasar.
Bahkan rambut Elle menjadi pelampiasannya saat ini.
Tanpa perasaan dia menarik rambut indah milik wanita hamil itu ke hadapan suaminya yang masih bertarung di luar sana.
" Gemilang WiGrey Thominshon Jade..." Elang yang masih bertarung di sana langsung menggantikan aksinya saat melihat istrinya yang di perlakukan dengan tidak baik seperti itu.
" Lepaskan istri ku sialan!" Teriak Elang dengan emosi saat melihat wanita yang paling di cintainya di perlakukan tidak manusiawi seperti itu.
...🖤🖤🖤...