
Elang mengambil ponsel yang terjatuh itu karena dia ingin mengetahui siapa pria di balik semua ini.
" Aku salah orang jika menargetkan aku sebagai mangsa mu. Pengecut hanya akan bersembunyi dan mengerahkan tikusnya untuk menumbangkan tahta seorang raja. Kau itu salah. Apa yang kau kirimkan bisa ku kembalikan dua kali lipat lebih mengerikan lagi dan persiapkan saja diri mu." Ucap Elang dengan datar.
Setelah Revan mendapatkan alamat IP ponsel yang tengah terhubung dengan ponsel itu barulah Elang mematikan ponselnya.
Sementara orang yang berada di sana dia sangat terkejut ketika mendengarkan ancaman seperti itu dari Elang.
" Apa yang harus ku lakukan saat ini jika dia sampai ke sini sebelum aku mempersiapkan diri ku untuk semua ini?" Dia mulai ketar-ketir mendapatkan ancaman dari Elang.
Di saat dia tengah memikirkan semua itu ada anak buahnya yang datang membawa sebuah kabar entah itu kabar baik atau kabar buruk, tapi yang pasti dia harus menyampaikan semua ini lebih dulu.
" Tuan..."
" Jika berita itu tidak valid, aku akan membunuh mu." Ucap Lexus.
Pria yang membenci Elang dan keluarganya adalah Lexus. Dia keturunan atau generasi ketika dari orang yang pernah di bunuh Gale di masa lalu.
" Beberapa waktu lalu Elang pergi ke London untuk kunjungan bisnis dan dia menjalin kerja sama dengan Klan Alexander. Dari apa yang saja dengar bahwa mereka bekerja sama dengan baik bahkan keduanya sudah menjalin hubungan dekat. Bisa jadi mereka akan menjalin hubungan lainnya lagi." Jelas anak buahnya.
Dan berita yang di dapat Lexus kali ini benar-benar membuatnya merasa senang.
Dia akan memulai dengan penyelidikan tentang klan Alexander.
" Atur jadwal ku untuk bertemu klan Alexander. Mereka memiliki bisnis gelap dan tawarkan barang terbaik milik kita pada mereka."
" Siap Tuan..." Ucap anak buahnya.
Lexus sendiri sudah membayangkan bahwa di ingin menjalin kerja sama dengan klan Alexandre karena dia telah merencanakan hal besar.
Dia ingin menghancurkan Elang jika dia bisa menjalin kerja sama dengan penguasa Eropa itu.
" Aku akan menghancurkan dan membuat nomor teguh untuk di bawah kakiku Elang. Kau akan mendapatkan pembalasan yang setimpal dengan apa yang pernah keluargamu perbuat pada keluargaku. Aku akan datang sebagai mautmu dan aku akan pastikan bahwa kau akan berakhir di tanganku." Ucapnya dengan penuh keyakinan.
Dendam sudah menguasai Lexus hingga membuatnya menempuh segala hal agar bisa membuat Elang jatuh.
Bahkan dia juga yang memprovokasi Elang dengan temannya hingga membuat hubungan mereka rusak.
Dia sangat berambisi untuk menghancurkan Elang yang naik ke tahtanya. Dia menginginkan tahta yang dimiliki Elang. Karena dia ingin membalaskan semua rasa sakit yang pernah dialaminya dulu.
Kehancuran Elang adalah keinginan terbesarnya dan dia harus bisa mewujudkan itu semua.
Elang sendiri hanya terluka di bagian dadanya karena terkena sayatan pisau yang di lakukan oleh anak buah dari pria itu.
Saat ini dia tengah berada di apartemennya, sambil mengobati luka yang tidak seberapa itu.
Di saat Elang tengah mengobati lukanya, ponselnya berdering dan itu panggilan dari Elle tercintanya.
" Elle..." Ucapnya dengan senyuman yang mengembang.
Dia langsung menjawab panggilan masuk dari gadis cantik itu.
" Halo cantik..." Ucap Elang menyambut panggilan maksud dari gadis cantik kecintaannya.
Elle sendiri langsung meneliti apa yang terjadi dengan pria itu dan ternyata matanya langsung tertuju pada sebuah luka yang menganga di bagian dada lelaki itu.
" I-itu kenapa?" Tanya Elle yang matanya berkaca-kaca.
Dia semakin merasa sesak di dadanya saat melihat luka yang ada di dada Elang.
Melihat Elle yang terlihat sedih melihat keadaannya saat ini membuat Elang langsung berusaha membuat gadis cantik itu kembali tersenyum.
" Aku baik-baik saja Cantik. Kenapa bersedih seperti itu?" Tanya Elang pada Elle.
" Apanya yang baik jika kaak terluka seperti itu. Lihat luka itu masih berdarah dan kakak bilang baik-baik saja?" Elang tersenyum melihat kekhawatiran di wajah Elle.
Dia merasa sangat bersyukur mendapatkan wanita seperti Elle yang bisa memperhatikannya seperti itu.
" Aku baik-baik saja sayang, percayalah."
...🖤🖤🖤...