
Elle membangunkan suaminya tengah malam saat dia merasa perutnya lapar.
Tiba-tiba saja dia menginginkan nasi goreng kecap bayaran suaminya. Karena tidak bisa menahan rasa laparnya, akhirnya Elle memilih untuk membangunkan suaminya.
Merasa ada yang mengganggunya membuat Elang langsung terbangun dan membuka kedua matanya. Ternyata Elle yang membangunkannya tengah malam seperti ini.
" Ya cantik, ada apa sayang?" Tanya Elang dengan mata yang masih terlihat ngantuk dan membutuhkan waktu tidur lebih lama lagi.
" Lapar,..." Rengeknya manja pada sang suami.
Jika sudah begini Elang tiba bisa berkutik lagi. Dengan mata yang berat dua bangun dan berusaha untuk sadar agar menemani istrinya makan.
Tapi tunggu dulu, jangan bilang Elle ingin dia yang masak bukan? jika iya tolong jangan suruh Elang untuk memasak.
" Ingin makan dengan apa sayang? jika kita memesan makanan maka makanannya akan dingin saat sampai di sini. Jarak dari gerbang depan ke rumah itu membutuhkan waktu selama 7 sampai 9 menit. Lalu kamu ingin makan apa?" Tanya Elang.
Elle terlihat sedang berpikir lalu dia meminta pada suaminya untuk membuatkan nasi goreng saja. Itu yang sangat simpel menurutnya.
" Bagaimana dengan nasi goreng? telurnya di dadar dengan irisan daun bawang, lalu cabai rawit. Ahh ..aku ingin telurnya 2 butir dan menggorengnya menggunakan butter. Itu pasti sangat enak sayang." Elang terdiam cukup lama sampai dia mengiyakan apa yang istrinya inginkan.
" Oke. Mau ikut ke dapur atau di sini saja?" Tanya Elang pada istrinya.
" Ikut, tapi gendong." Ucap Elle dengan begitu manja.
Elle bisa menjadi sosok yang sangat luar biasa dan Elang bangga untuk itu.
" Ayo..." Elang sudah berdiri di dekat tempat tidur mereka sementara Elle sendiri berdiri di atas tempat tidur dan naik ke dalam gendongan suaminya.
Lihatlah, Elle sudah terlihat seperti bayi koala yang begitu manja pada ayahnya.
Tunggu dulu, kenapa Elang bisa berpikir bahwa Elle anak koala yang di gendong ayahnya? jika seperti itu berarti dia ayahnya dan Elle anaknya bukan?
Merasa bahwa dia salah berpikir membuatnya langsung menggelengkan kepalanya. Dia tidak setua itu walau pada kenyatannya memang suda susah tua.
Usianya sudah melewati kepala 4 dan istrinya sendiri--sudah jangan menanyakan tentang usia istrinya karena wanita itu baru saja hendak memasuki angka 3 di depan usianya.
" Kenapa sayang?"
" Tidak apa-apa cantik. Aku hanya sedikit berpikir tentang anak kita. Aku harap dia bisa menjadi anak yang hebat. Tidak perlu repot dengan gender-nya nanti. Aku tidak begitu menganut pemikiran orang di negara ini bahwa sebuah pernikahan harus memiliki keturunan laki-laki untuk melanjutkan garis keturunannya. Aku menerima berkat apapun yang tuha berikan pada ku dan itu tidak masalah. Anak adalah titipan dan anugrah dari Tuhan, jadi kita tidak berhak menolaknya. Jika ada orang tua yang menolak anaknya, maka itu adalah orang tolol yang tidak memikirkan bagaimana berkat Tuhan." Elle tersenyum mendengar apa yang suaminya katakan dan dia begitu bangga dengan pria itu.
Sungguh, Elle benar-benar bangga memiliki suami seperti Elang.
" Nah, sekarang duduk di sini dan tunggu aku. Aku akan memasak untuk kamu dan biarkan aku memasak dengan tenang."
...🖤🖤🖤...