Secret Mafia In Love

Secret Mafia In Love
Heboh



" Mom, Sudahlah. Jangan seperti ini." Ucap Elang yang merasa jengah dengan Mom Lila yang terus saja mengikutinya dan memegang kaos yang tengah di pakainya saat ini.


" Katakan dulu pada Mommy seperti apa gadis itu. Ayo beritahu Mommy dulu." Elang tetap saja berjalan meninggalkan Mommy-nya.


" Sebentar lagi Mom. Setelah ini maka Elang akan mengenalkannya pada Mommy tapi jangan heboh seperti ini."


" Memangnya Mommy heboh?" Tanya Lola pada putrinya itu.


Dia masih menunggu jawaban dari putranya apakah cantik atau tidak. Baik atau tidak, setidaknya Lila harus mengetahui itu semua.


Dia tidak membiarkan putra satu-satunya itu menikahi wanita yang tidak baik. Dia tidak ingin Elang mendapatkan wanita yang tidak bisa mengurusnya karena usianya sudah sangat dewasa.


Lila ingin bahwa menantinya bisa mengurus putranya itu, karena Lila berharap menantinya bisa menyayangi dan mencintai putranya dengan tulus.


" Elang..."


" Mom, please. Jangan bersikap kekanakan. Elang sudah dewasa dan Elang mengetahui apa yang harus dilakukan. Jika Mommy ingin mengetahui calon istri Elang, persiapan saja uang-uang Mommy untuk melamarnya nanti." Ucap Elang pergi begitu saja.


Dia sudah terlambat kali ini. Elang akan menemui kedua temannya untuk membicarakan bisnis mereka selanjutnya.


Namun, saat dia berada di dalam perjalanan ponselnya berdering yaitu panggilan lagi Elle.


" Ya, Cantik?" Jawab Elang saat sambungan telepon sudah tersambung dan itu membuat Elle langsung menghela nafasnya.


Apa Elang tidak mengingat bahwa dua hari lagi pernikahan kakaknya?


" Apa kakak lupa?" Sebelah alisnya terangkat saat mendengar pertanyaan dari Elle yang membuatnya bingung.


" Lupa apa cantik? apa aku ada berjanji sesuatu?" Matanya terlihat sudah berkaca-kaca.


Apa Elang lupa bahwa dua hari lagi adalah hari pernikahan kakaknya? lalu kenapa dia masih diam saja dan bertanya ada apa.


Melihat Elle yang matanya berkaca-kaca seperti itu semakin membuat Elang panik dan diserang rasa tidak enak.


" Cantik..."


" Yasudah kalau kakak sibuk."


Tut!


Tanpa permisi Elle mematikan sambungan teleponnya yang buat Elang semakin bertanya-tanya ada apa dengan gadis cantiknya itu.


" Ada apa ini?" Elang kembali menghubungi gadis cantik itu namun panggilannya tidak terangkat dan berakhir ditolak.


Dia mencoba mengingatnya namun beberapa saat kemudian dia baru teringat bahwa dua hari lagi adalah pesta pernikahan calon kakak ipar ya.


" Oh ****!" Umpat Elang setelah mengingatnya.


Dia calon kakak ipar tersebut namun bagaimana, pekerjaannya sendiri juga sangat banyak dan tidak mungkin ditinggalkan lagi.


Apa yang harus dilakukan saat ini? Elle pasti sangat kecewa padanya.


Apalagi Elang juga sudah berjanji pada gadis cantik itu bahwa dia akan berusaha untuk datang menemaninya.


" Oh God! Apa yang harus aku lakukan saat ini?" Tanya Elang yang merasa frustasi dengan semua ini.


Dia kembali perjalanannya untuk bertemu teman-temannya untuk membahas bisnis baru yang akan mereka jalani. Tapi dia tetap tidak bisa fokus karena pikirannya saat ini tertuju pada gadis cantiknya yang pasti sangat kecewa.


" Maafkan aku cantik..." Ucap Elang lagi.


Dia tidak bisa kegiatannya di sini yang harus pulang pergi ke London untuk menemui Elle. Mendapati keadaan seperti ini membuat Elang benar-benar merasa tertekan.


Dia harus menikahi Elle setelah ini. Mana dia sanggup lagi untuk berjauhan seperti ini, karena rasanya akan sangat menyesakkan di dada.


Tak lama Elang telah sampai di tempat di mana mereka yang menyepakati semuanya.


" Gemilang Thominshon Jade..." Seru salah dari mereka ketika melihat pangeran kegelapan itu sudah datang.


Ya, Elang terkenal dengan panggilan pangeran kegelapan karena memang dia adalah pangeran kegelapan yang di nantikan mereka.


" Ada apa dengan pangeran kita? kenapa wajahnya terlihat buruk sekali?" Tanya Joy salah satu temannya.


" Kau akan ku bunuh jika terlalu banyak bicara." Beberapa dari mereka tertawa mendengar jawaban Elang yang terlihat tidak baik-baik saja di penglihatan mereka.


" Oke fine..." Joy langsung mengangkat kedua tangannya ke atas saat mendengar ancaman dari Elang tadi.


...🖤🖤🖤...