Secret Mafia In Love

Secret Mafia In Love
Ancaman



Elang langsung pergi menuju tempat dimana Elle berada.


Dia pergi ke rumah Rigel yang berada di Paris setelah mendapatkan kabar dari calon istrinya itu bahwa saat ini kekasih hatinya berada di sana.


Setidaknya Elang bisa bernafas dengan lega setelah mengetahui bahwa Elle berada di tempat yang aman.


Brak!


Elang membanting pintu mobil yang di naikinya begitu saja setelah dia sampai di tempat Elle berada.


" Kak..."


" Cantik..." Elang langsung memeluk tubuh gadis cantiknya saat melihat Elle yang datang menyambutnya di depan pintu rumah milik calon kakak iparnya ini.


Merek berpelukan dan Elle memberanikan diri untuk membalas pelukan calon suaminya itu yang terasa sangat nyaman baginya.


Namun, baru saja Elle hendak membalas pelukan Elang kedua tangannya langsung di turunkan begitu saja oleh Rigel.


Bukan hanya Elle saja yang kaget, tapi Elang juga kaget.


Dia langsung menatap tajam pada pria muda yang telah berani mengusik ketenangannya saat ini.


" Apa? kenapa menatap ku seperti itu?" Tanya Rigel pada Elang yang masih menatap padanya.


" Jika kau bukan kakak dari calon istri ku, sudah ku pastikan bahwa ini adalah hari terakhir mu menatap dunia ini." Kedua bola mata Rigel membulat sempurna saat mendengar jawaban dari Elang.


Dia tidak menyangka jika Elang bernai mengatakan hal seperti ini tanpa rasa takut sedikit pun. Apalagi kini ada Elle di antara mereka.


" Kak,..." Elle berusaha menghentikan perdebatan di antara kedua pria itu.


Merasa mereka di panggil, Elang dan Rigel sama-sama melihat ke arah gadis cantik yang tengah menatap ke arah mereka berdua saat ini.


" Apa cantik?" Rigel hanya bisa memutar bola matanya dengan malas ketika Elang yang langsung bersikap seperti jelly ketika berhadapan dengan aik perempuannya itu.


Sungguh, dia benar-benar merasa geli sendiri Keita melihat Elang yang sudah berusia dewasa itu bisa segila ini dalam mencintai dan berhadapan dengan seorang gadis dan itu adiknya sendiri.


" Kau bahkan terlihat seperti jelly yang di buat oleh pembantu rumah ku ketika berhadapan dengan adik ku." Elang kembali menatap tajam pada Rigel saat dia di katakan seperti jelly jika sudah berhadapan dengan Elle.


" Kak Rigel, jangan seperti itu." Ucap Elle pada kakaknya.


Elang sendiri merasa menang karena pembelaan yang Elle lakukan untuknya.


Dia merasa bangsa dan menang karena Elle membelanya.


" Terserah kalian saja!" Ucap Rigel dengan kesal karena dia kalah dari Elang.


Setelah Rigel pergi, Elang kembali tersenyum hangat pada Elle dan itu kembali membuatnya merasa nyaman saat bersama pria itu.


Dia juga merasa aman saat keluar bersama Elang yang bisa melindunginya seperti ini.


" Kamu baik-baik saja cantik?" Tanya Elang pada Elle.


" Seharusnya aku yang bertanya pada kakak, apakah kakak baik-baik saja atau tidak?" Tanya Ella dengan khawatir.


Apakah kehidupan Elang akan selalu seperti ini? berhadapan dengan bahaya di mana pun mereka berada?


Sadar akan kekhawatiran yang di rasakan Elle saat ini membuat Elang langsung mengerti keadaan gadis cantiknya itu.


" Percayalah bahwa kita akan baik-baik cantik..." Ucap Elang berusaha untuk meyakinkan Elle bahwa mereka akan baik-baik saja selama dia masih hidup.


Elang akan memastikan kehidupan yang nyaman untuk Elle. Elang benar-benar akan memastikan itu.


" Apa jika kita tinggal di Indonesia semua akan aman?" Elang bingung harus menjawab apa saat ini karena mungkin di Indonesia dia mereka akan lebih sulit untuk bergerak.


Apalagi Elang yang sering bergelut dengan dunia gelap di Indonesia sana.


" Aku mohon percaya pada ku karena aku akan berusaha untuk terus melindungi kamu cantik. Jangan takutkan apapun karena aku tidak akan membiarkan kamu menghadapi masalah nantinya." Ucap Elang dengan penuh kelembutan pada gadis itu.


Apa yang Elang katakan berhasil membuat Elle percaya dan membuat gadis itu menganggukkan kepalanya.


" Aku harap kita akan baik-baik saja di sana karena aku tidak ingin kakak selalu saja berhadapan dengan masalah seperti ini."


...🖤🖤🖤...