
Setelah selesai berbicara dengan Opa Gale, Elle baru mengetahui bahwa pria itu benar-benar sangat mencintai istrinya bahkan sudah di tinggal selama puluhan tahun pun cintanya tidak luntur sedikit pun.
Yang ada cinta dan seluruh perasannya semakin berkembang setiap harinya dan yang membuat Elle tidak menyangka adalah, doa pria itu yang selalu meminta agar nyawanya cepat di cabut agar dia bisa kembali bertemu dengan istrinya.
" Kenapa sayang?" Tanya Elang pada istrinya yang terdiam sejak mereka menghubungi keluarga di London terutama Daddy Sky sendiri.
Mendengar putrinya Sky benar-benar merasa sangat bahagia. Dia sangat bahagia saat mendapatkan kabar bahwa putrinya tengah mengandung saat ini.
Begitu juga dengan seluruh keluarga besar yang berada di London, mereka ikut merasakan kebahagiaan yang luar biasa saat mengetahui bahwa Elle tengah mengandung anak dari Elang.
Seperti saat ini, Elle berada di kebun rumah mereka untuk menemani suaminya yang ingin mencari buah mangga berwarna ungu.
" Kak, apa kakak yakin bahwa di sini ada pohon mangga yang buahnya berwarna ungu?" Tanya Elle pada suaminya yang terus saja membawanya pergi ke kebun belakang rumah.
" Ada sayang, kamu tenang aja oke. Ayo sebentar lagi kita akan sampai." Elang terus menggandeng tangan istrinya untuk mencari di mana pohon mangga yang berkulit warna ungu itu.
Elang masih ingat dengan jelas bahwa dulunya dia sering bermain di bawah pohon mangga itu karena memang dia sangat menyukai mangganya yang berwarna kuning pekat di dalamnya.
" Nah, itu dia pohonnya sayang." Tunjuk Elang pada pohon mangga yang ada di depannya saat ini.
Betapa kagetnya Elle saat melihat pohon mangga yang begitu banyak buahnya di sana.
Bahkan dia juga melihat ada buah mangga yang sama seperti yang ada di rumah utama mereka di London sana. Bedanya buah mangga ini buahnya jauh lebih panjang lagi.
" Kak, apa ini bisa di makan?" Tanya Elle pad suaminya yang sibuk mencari mangga yang memiliki kulit berwarna ungu itu.
" Kak..."
" Ya sayang, aku masih mencari mangga yang bisa kit makan. Kamu cari saja dulu yang mana yang ingin kamu makan. Di sana juga banyak buah yang lainnya lagi." Ucap Elang.
Dia masih sibuk mencari mangga yang diinginkannya. Tiba-tiba saja dia mengingat saudara kembarnya lagi.
" Hey Elle, apa kau baik-baik saja sister?" Tanya Rava yang mengangkat ponsel milik Reve.
" Aku hanya--"
Elle langsung menghampiri keberadaan suaminya yang baru saja terjatuh dari pohong mangga tadi.
" Aahhkkk...sakit sekali." Ucap yang merasa pinggangnya seperti mau patah.
" Kakak, kenapa?" Tanya Elle pada suaminya yang terlihat tergeletak di atas rerumputan di bawah pohon mangga tadi.
" Banyak sekali semutnya, jadi aku terjatuh." Jawab Elang.
Sementara Elle langsung menolong suaminya, Dia takut ada sesuatu hal yang fatal daripada suaminya.
" Apa benar bahwa kakak baik-baik saja? ayo kita kembali ke rumah dan segera memeriksa keadaan kakak. Aku takut jika kakak terkilir atau apa nantinya." Elle takut ada sesuatu hal yang terjadi pada suaminya maka dia harus benar-benar memastikan bahwa keadaan suaminya itu baik-baik saja.
" Aku baik-baik saja sayang. Jangan khawatir oke." Jawab Elang.
Walau rasanya pinggangnya seperti mau patah, tapi dia tidak mungkin mengatakan hal itu pada istrinya karena dia tidak ingin membuat wanita yang tengah mengandung anaknya saat ini merasa khawatir.
" Sudah, ayo kita pulang saja. Aku merasa tidak nyaman di sini." Ucap Elle.
Di merasa tempat ini sangat rawan sekali. Elle takut jika ada ular atau semacamnya di sini yang bisa menyakiti mereka kapan saja.
Akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah. Saat Elang dan Elle kembali ke rumah Lila langsung menghampiri anak dan menantunya.
" Ada apa ini? apa yang terjadi Elang?" Tanya Lila yang merasa penasaran dengan keadaan putranya saat ini yang berjalan dengan di papah oleh menantunya.
" Elang tidak kenapa-kenapa Mom."
" Kak Elang jatuh dari pohon mangga Mom. Tadi kami pergi ke kebun untuk mengambil mangga." Jelas Elle.
Dia menceritakan segala sesuatu yang terjadi pada suami tadi dari mulai mereka yang pergi ke kebun hingga suaminya yang manjat pohon mangga ungu itu.
" Ya Tuhan Elang, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah jadi jangan membuat tingkah lagi. Usia kamu sudah tidak muda lagi. Bisa jadi tulang-tulang kamu sudah keropos."
" Mom, berhenti mengatakan hal yang tidak-tidak. Elang baik-baik saja dan akan terus baik-baik saja selama istri dan anak Elang baik-baik saja. Jadi Elang mohon, jangan terus mengatakan hal-hal yang membuat Elang takut."
...🖤🖤🖤...
Nb: Kalau ada typo langsung tag komen ya rakyat noveltoon😊