Secret Mafia In Love

Secret Mafia In Love
Kisah Kita



Melihat tidak ada suaminya yang berada di tempat tidur bersamanya membuat Elle langsung mencari keberadaan pria itu.


Dia mencari keberadaan suaminya yang ternyata berada di ruangan televisi bersama Mom Lila.


Pria itu terlihat sangat damai dalam tidurnya di pangkuan ibu mertuanya.


Elle langsung menghampiri suaminya bersama sang ibu di sana.


" Mom, kenapa kak Elang tidur di sini?" Tanya Elle pada ibu mertuanya.


Dia begitu kasihan dengan keadaan suaminya saat ini yang sangat merasa bersalah dengan apa yang dialaminya. Sumpah demi Tuhan Elle baik-baik saja.


Dia memang merasakan sakit saat mendapatkan tamparan wajahnya, tapi tidak berarti apapun karena kini dia sudah selamat dan suaminya juga sudah menyelamatkannya. Lalu apalagi yang membuatnya merasa ketakutan?


" Dia merindukan mommy. Katanya, dia akan merasa sakit saat melihat kamu tertidur dengan wajah yang terluka seperti itu. Elang benar-benar merasa bersalah dengan apa yang telah kamu alami." Jawab Lila.


Elle sendiri tidak tahu harus bersikap seperti apa lagi untuk menghadapi suaminya. Dia sudah mengatakannya bahwa dia baik-baik saja lalu kenapa suaminya masih merasa bersalah dan tidak percaya dengannya?


" Sekarang temani suami kamu sayang. Mommy ingin pergi ke kamar mandi untuk membuang air kecil." Lila merebahkan kepala putranya dengan sangat lembut di atas sofa karena dia ingin pergi ke kamar mandi.


Sebenarnya dia tidak terlalu ingin pergi ke kamar mandi tapi melihat menantunya yang ingin bicara pada putranya itu membuatnya mengerti bahwa dia harus pergi.


" Kenapa merasa bersalah seperti ini? aku sudah mengatakan bahwa aku itu baik-baik saja tapi kenapa tetap merasa bersalah?" Tanya Elle pada suaminya yang masih tertidur dengan begitu pulas.


Bahkan dia tidak lagi mendengar apa yang Elle katakan saat ini.


Dengan lembut wanita hamil itu mengusap wajah tampan suaminya yang dipenuhi dengan bulu-bulu kehidupan di area wajahnya saat ini.


Entah mengapa melihat Elang dengan jambang yang memenuhi rahang tegasnya membuat Elle semakin jatuh cinta pada pria dewasa itu.


Dia sangat dicintai sebagai seorang wanita dan karena cinta yang Elang miliki juga begitu sangat luar biasa baginya.


Cup...


Saat dia kembali ke tempat yang berada pun dia masih melihat bahwa pria atau belum juga terbangun dan dia membiarkan saja.


Elle tengah menikmati harinya namun tiba-tiba saja suaminya terbangun.


" Sayang, kami di sini?" Elle menentukan kepalanya dengan tersenyum.


Tanpa rasa malu lagi dia menghampiri suaminya dan duduk di atas pangkuan pria itu.


" Apa ini sakit?" Tanya Elang saat dia melihat dari dekat bagaimana lukanya yang berada di sudut bibir istrinya.


Dia menghisap dengan lembut sudut bibir istrinya dengan penuh kasih sayang. Rasanya sakit sekali hatinya melihat istrinya terluka seperti itu.


" Tidak, hanya saja terasa perih saat makan dan sikat gigi. Beri ciuman agar tidak sakit lagi."


Cup...


Elang langsung memberikan kecupan panas untuk bibir istrinya berharap apa yang dia lakukan bisa mengurangi rasa sakitnya.


" Sudah tidak sakit lagi?" Elle menggelengkan kepalanya karena memang itu tidak sakit.


Walau jantungnya lemah, tapi tubuhnya tidak selemah itu.


" Mau peluk lagi. Ayo berenang juga, matanya berenang bagus untuk ibu yang sedang mengandung."


" Apa tidak berbahaya? Aku takut--"


" Mommy bilang tidak apa-apa. Susah ayo mandi."


...🖤🖤🖤...