
Setelah acara resepsi pernikahan mereka berdua, kini Elang dan Elle sudah kembali ke dalam kamar pengantin mereka
Keduanya masih terlihat samar-sama canggung. Lebih tepatnya Elle yang merasa canggung dengan keadaan mereka saat ini yang sudah berstatus sebagai suami istri.
" Akan aku bantu melepaskannya." Ucap Elang yang memecah keheningan di antara mereka berdua.
Dia bangkit dari tempat tidur dan menuju Elle yang berada di depan meja riasnya. Elang tau bahwa saat ini istrinya tengah merasa kesusahan untuk melepaskan semua peralatan yang berada di atas kepalanya termasuk Tiara yang diberikan olehnya.
" Tidak perlu kak, aku bisa sendiri untuk melepaskannya." Elang tidak mendengarkan penolakan dari Elle karena dia tetap melakukannya.
Dia terus membantu istrinya untuk melepaskan semua atribut yang berada di atas kepalanya hingga selesai. Bahkan Elang juga yang membantu istrinya itu membantu membuka resleting gaun pengantin itu.
" Jangan mandi cantik, waslap saja karena ini sudah malam." Elle menganggukkan kepalanya pada Elang.
Dia juga tidak berani untuk mandi tengah malam seperti ini walau dengan air hangat sekalipun. Dia masih cukup waras untuk tidak melakukan hal itu.
" Kita akan bergantian setelahnya." Ucap Elle pada suaminya.
Elang sendiri, dia hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan panjang saat istirahat sudah masuk ke dalam kamar mandi.
Dia tau bahwa saat ini istrinya itu tengah merasa bersalah padanya. Demi Tuhan, Elang tidak bermaksud apapun pada Alta. Dia hanya ingin mereka berdua menyelesaikan apa yang tidak pernah dimulai oleh mereka.
Elang ingin semaunya selesai dan tidak akan menjadi permasalahan di kemudian hari untuk hubungan mereka berdua.
" Semoga setelah ini aku dan Elle akan hidup bahagia." Ucap Elang.
Cukup lama Elle di dalam kamar mandi, dia pun akhirnya selesai dengan kegiatannya.
Namun, saat dia keluar dari dalam kamar mandi tidak ada siapapun di dalam kamarnya.
Di saat Elle tengah panik, tiba-tiba saja pintu kamar hotel mereka terbuka dan masuklah pria yang dicarinya.
Melihat istrinya dengan wajah khawatiran seperti itu membuat Elang langsung menghampirinya.
" Ada apa cantik? apa ada sesuatu hal yang terjadi?" Elle menggelengkan kepalanya karena tidak ada apapun yang terjadi selain ketakutan yang akan Elang yang pergi meninggalkannya.
" Kakak kemana? kenapa saat aku keluar dari kamar mandi kakak tidak ada di?" Tanya Elle pada suaminya.
Dia sudah panik karena tidak mendapati suaminya di dalam kamar mereka.
" Aku pergi membersihkan diri di dalam kamar kedua orang tuaku. Aku sudah tidak tahan dengan tubuhku yang lengket maka aku memilih pergi mandi di kamar mereka daripada menunggu kamu. Aku tidak ingin membuat kamu terganggu." Jelas Elang.
Elle keluar dengan pakaian lengkapnya yang menggunakan piyama tidur lengan panjang miliknya.
Memakai pakaian seperti ini saja sudah membuat Elang gemas setengah mati dengan istri cantiknya itu.
" Sudah ayo tidur. Kamu terlihat sangat lelah." Elang membawa Elle untuk naik ke atas tempat tidur mereka.
Namun, saat Elang hendak naik ke atas tempat tidurnya, Elle menghentikannya.
" Apa kita kan melakukannya?" Tanya Elle pada suaminya.
Elang menatap istrinya, dia tengah berpikir apakah istrinya ini sedang mengajaknya untuk melakukan hal itu sekarang?
" Kita bisa melakukannya lain waktu." Ucap Elang.
...🖤🖤🖤...