
Elang sudah datang dan dia datang bersama dengan Boby dan jug Revan yang menemaninya saat ini.
Dia membawa dua anggota terbaiknya, karena Elang percaya bahwa Boby dan Revan saja bisa mengalahkan 20 prajurit sekaligus.
Dan kedatangannya saat ini sudah ditunggu oleh sang pemilik tempat.
" Waw, kau datang dengan dua orang bodyguard mu? apa kamu takut itu untuk menghadapi kami di sini?" Tanya Alex yang menyambut kedatangan calon cucu menantunya.
Sebenarnya, Elang bukannya takut untuk datang kemari. Tapi apapun itu insting seorang laki-laki tidak bisa diragukan karena mereka sudah terbiasa hidup dalam pertarungan seperti ini.
" Takut dan waspada itu dua hal yang berbeda Tuan. Katakan saja bahwa aku saat ini menyediakan payung untuk ku sebelum hujan datang." Pria bernama Alexander itu menarik sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman yang membuat Elang menatap datar dan penuh waspada pada pria tua itu.
Dia tau bawa ada yang sedang direncanakan oleh pria tua itu tapi Elang belum mengetahui apa yang akan direncanakan pria itu pada.
Tapi yang pasti membawa Boby dan juga Revan adalah hal yang terbaik baginya saat ini.
" Bawa dia masuk. Mereka adalah tamu kehormatan ku." Ucap Alex yang pergi meninggalkan Elang dengan kedua rekannya itu.
Elang sendiri mengikuti ke mana para pengawal itu membawa mereka pergi. Sampai saat di mana sepasang pintu besar dibuka dia dapat melihat dari tempatnya saat ini bahwa ada ke 6 pria yang memiliki wajah yang hampir mirip semua dengan pria yang menatapnya tajam sejak kemarin.
Mata Elang langsung tertuju pada pria yang juga menatap ke arahnya. Itu adalah pria yang telah membantunya saat itu dan ada pria yang juga menatap tak kalah datarnya dengan Sky.
Pria itu adalah pria yang berjabatan tangan langsung dengannya saat mereka menjalin hubungan kerja sama beberapa waktu yang lalu.
Di saat mereka hanya bertiga, tiba-tiba saja ada 3 orang pria dewasa lainnya yang amsuk ke ruangan ini.
Elang sendiri masih menatap dan menilai di sekelilingnya saat ini.
" Pertarungan apa yang kau kuasai?" Tanya Alex pada Elang yang sudah duduk di tempat duduknya dengan di dampingi kedua Bodyguardnya.
Alex mengakui bahwa kedua pria yang di bawa oleh calon cucu menantunya itu adalah salah satu petarung yang hebat.
" Katakan pertarungan seperti apa yang anda inginkan? aku tidak ingin menyombongkan diriku sendiri tapi jika ingin mengetahuinya kita bisa mencobanya secara langsung." Jawabnya dengan penuh kesombongan.
Elang harus mengimbangi kesombongan mereka saat ini. Dia tau bahwa salah satu dari mereka di sana bisa saja menjadi lawannya nanti.
" Aku ingin bermain pedang!" Elang tersenyum miring saat seorang anak muda mengatakan ingin bermain pedang dengannya.
" Pedang? Kau yakin ingin bermain pedang dengan ku? Aku tidak biasa bermain dengan anak-anak. Usia ku sangat tidak memungkinkan sekali untuk bertarung dengan mu. Dalam pertarungan semua di sesuaikan dengan usia dan berat badan. Jadi---"
" Jangan terlalu banyak bicara. Bertarung saja dua lawan satu jika kau mengatakan tidak seimbang. Anggap saja usia kami berdua cukup untuk bertarung dengan mu." Pria yang menolongnya itu langsung berdiri dari tempatnya untuk menantang dirinya.
Elang sendiri tidak keberatan dengan semua itu karena bertarung dengan mereka berdua itu jauh lebih baik dengan bertarung sendirian melawan salah satu dari mereka.
...🖤🖤🖤...