
" Jangan pernah menyakiti istri ku jika tidak aku akan membuat mu menyesal!" Teriak Elang yang meluapkan kekesalan dan kemarahannya atas apa yang mereka lakukan pada Elle.
Apalagi saat ini dia melihat bahwa istrinya tengah di todong pistol di pelipisnya.
" Waw, aku takut sekali dengan ancaman mu itu tuan muda Gemilang, tapi apa yang bisa kau perbuat sekarang?" Tanya pria bertopeng itu padanya.
" Jatuhkan senjata mu jika tidak ingin aku melenyapkan istri mu sekarang juga." Elang memutar otaknya untuk bisa membuat pria ini menyesal karena telah melakukan hal ini padanya.
Begitu juga dengan istrinya. Elang bersumpah bahwa dia akan mengambil tangan itu dengan kedua tangannya sendiri.
" Aku bersumpah bahwa aku akan mencabut tangan biadab mu itu karena telah berani menyentuh istri ku. Aku bersumpah." Ucap Elang lagi.
Dia benar-benar tidak tidak akan mengampuni mereka yang sudah berani menyentuh istrinya.
" Lakukan itu setelah kau hidup kembali." Ucapnya dengan penuh kebahagiaan bahwa dia sudah bisa menangkap Elang dan membuat pria itu lupa bahwa dia tengah berhadapan dengan siapa saat ini.
" Semua aman, ikat dia." Elang membiarkan saja mereka melakukan hal itu padanya tanpa di sadari oleh mereka bahwa saat ini Area ini sudah di kepung oleh Bobby dan Revan.
Elang sengaja menghubungi Bobby dan Revan saat dia sudah berada di dalam hutan. Dia terus berkomunikasi dengan anak buahnya itu menggunakan ponsel miliknya yang sebelum itu sudah di hancurkannya lebih dulu.
" Tunggulah, tunggulah sebentar lagi maka kita akan melihat permainan yang sangat luar biasa."
" Kak..." Elle menghilangkan kepalanya karena dia tidak sanggup melihat suaminya yang seperti itu.
Begitu juga dengan Elang saat ini, istrinya yang diperlakukan sangat buruk dan tidak manusiawi seperti itu.
Dia bersumpah bahwa dia akan menghabisi terkait dengan kedua tangannya sendiri karena telah berani memikirkan istilah sampai seperti itu.
Tak lama kemudian terdengar suara kegaduhan di luar sana. Pria bertopeng itu tidak menyangka jika lawan yang sedang dihadapinya saat ini tidak bisa diremehkan begitu saja.
" Lihat keadaan di luar sana. Pastikan bahwa mereka tidak akan masuk ke dalam sini." Anak buah pria bertopeng itu langsung menurut dengan apa yang biasanya perintahkan.
Melihat bahwa saat ini mereka hanya tinggal bertiga di ruangan itu membuat Elang sangat bersemangat untuk melampiaskan amarahnya.
" Kau yakin membiarkan kita bertiga di dalam ruangan ini? kau tidak takut jika aku bisa berbuat sesuatu padamu?" Tanya Elang lagi.
Pria bertopeng itu langsung menatap ke arah Elang, namun saat dia hendak menghampirinya dia lupa bahwa dia meninggalkan Elle di sana sendirian yang bisa dengan mudah melepaskan ikatan tali yang mengikat tangannya saat ini.
Melihat istrinya yang sudah berhasil melepaskan dirinya membuat Elang langsung melepaskan ikatan tali yang juga mengikat tangannya.
" Kau! beraninya kau." Ucap Pria bertopeng itu saat melihat Elang berhasil melepaskan kedua tangannya dari ikatan talinya.
Dor!
Elang kembali terkena sebuah peluru dari pistol pria itu tapi hanya mampu menggores kulitnya saja tapi tidak menembus kulitnya.
Dengan cepat Elang mengambil senjata miliknya dan mengayunkannya ke arah pria itu hingga membuatnya menjerit saat mendapatkan sebuah cambukan dari Elang.
...🖤🖤🖤...