
Bukan hanya Elle saja yang ikut mengisi keadaan pria itu, tapi mereka semua yang melihatnya juga ikut menangis.
Setelah bertahun-tahun mereka bisa melihat pria itu menangis hingga terlihat begitu rapuh bersama menantu rumah besar ini.
Elle benar-benar membawa begitu banyak kebahagiaan bagi keluarga ini, terutama bagi Elang sendiri.
" Kenapa Daddy terlihat sangat menyedihkan sekali sayang? Aku tidak tega melihatnya. Aku tidak iri sedikit pun dengan Elle yang bisa begitu dekat dengan Daddy karena aku tau bahwa menantu kita itu memang memiliki hati yang begitu tulus. Aku tidak tau jika Daddy bisa serapuh itu saat berhadapan dengan Elle." Brian terus saja memeluk istrinya yang menangis saat ini.
Di juga merasakan hal yang sama. Brian juga tidak percaya jika Daddy-nya bisa menangis seperti itu dan tangsinya begitu pilu dan sangat menyedihkan sekali bersama menantunya.
" Kita harus bersyukur dan banyak berterima kasih pada Elle karena bisa membuat Daddy kembali hidup walau kita tau itu rasanya sangat sulit. Setidaknya dengan Elle kita tau, bahwa Daddy bisa mencurahkan isi hatinya." Ucap Brian.
Begitu juga dengan Elang, dia tidak menyangka jika istrinya membawa pengaruh begitu besar pada Opa Gale yang terlihat begitu nyaman bersama Elle.
" Ketulusannya benar-benar membawa kebahagiaan bagi keluarga kita. Entah apa yang pernah melakukan di masa lalu hingga bisa mendapatkan istri luar biasa Elle. Ketulusan serta kelembutan hatinya benar-benar membuat semua orang bisa jatuh cinta padanya. Bahkan Opa yang tidak pernah berbicara dengan orang lain pun bisa begitu nyaman dan terbuka bersama istri Elang." Mereka semua setuju jika wanita itu memiliki hati yang benar-benar tulus.
Tidak ada yang bisa menandingi ketulusan hati Elle. Bukan berarti Lila tidak tulus, tapi dia tau jika Ayah mertuanya itu tidak terbiasa dengan dirinya walau mereka tinggal bersama.
" Mau kemana Elang?" Tanya Lila pada putranya yang terlihat ingin pergi.
" Elang ingin duduk bersama Opa dan bercerita Mom." Lila menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin jika Ayah mertuanya itu tidak nyaman dengan kehadiran Elang nantinya.
" Biarkan istri kamu bersama Opa. Saat ini biarkan Opa meminjam istri kamu yang ingin mencurahkan segala isi hatinya saya ini." Ucap Brian yang menghalangi putranya untuk pergi menyusul Elle di sana.
Mereka kembali melihat Opa Gale yang begitu menyedihkan saat ini.
" Elle..."
" Iya Opa?" Jawab Elle yang menghapus air matanya.
" Hapus air mata mu. Aku hanya ingin mengatakan terima kasih karena telah mendengarkan apa yang aku rasakan saat ini. Bisakah aku meminta satu permintaan padamu?" Tanya Gale pada cucu menantunya.
" Apa itu Opa? Apa yang bisa Elle lakukan untuk Opa?" Jawab cucu menantunya itu.
" Bolehkan aku yang memberikan nama untuk anak kalia nanti jika aku masih hidup?"
" Opa kan panjang Umur. Opa akan terus sehat dan Opa akan memberikan nama untuk anak Elle nanti. Elle janji untuk itu." Dengan lembut Gale mengulurkan tangannya untuk menyentuh puncak kepala cucu menantunya itu.
Dia melihat bahwa wanita ini benar-benar sangat tulus dan hati yang begitu luar biasa luasnya.
Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan menceritakan pada siapapun tentang apa yang mereka ceritakan tadi bahkan pada suaminya sekalipun.
" Baik Opa, sekali lagi terima kasih atas kalung indahnya. Elle sangat menyukainya."
" Aku yang seharusnya berterima kasih padamu karena telah menemani pria tua ini. Jika kau menyukai liontin itu, teruslah pakai dan jangan pernah melepaskannya. Itu adalah liontin kesayangan istriku."
" Iya Opa, terima kasih." Untuk pertama kalinya, Gale kembali tersenyum setelah 40 tahun dirundung kesedihan yang begitu mendalam.
Untuk pertama kalinya juga dia bisa melepas kepergian istrinya dengan baik. Dia percaya bahwa suatu saat mereka akan kembali bertemu.
Elle sendiri, dia berjalan pergi meninggalkan pria itu sambil memegang liontin yang baru saja diberikan padanya.
Entah mengapa saat dia sampai di dekat suaminya, Elle langsung masuk ke dalam pelukan Elang hingga dia kembali menangis.
Dia menangis karena dia merasa bahwa dia benar-benar diterima di keluarga besar suaminya ini. Bahkan Opa Gale dengan begitu umur besar hati memberikannya dia untuk peninggalan mendiang istrinya.
" Sudah, jangan menangis sayang. Aku mohon jangan menangis." Ucap Elang.
Dia tidak bisa melihat istri yang menangis seperti ini. Walau dia tahu kesedihan yang dirasakan istrinya ini berasal dari perasaan harusnya yang mendapatkan liontin peninggalan Omanya, tapi itu tetap saja membuat hati Elang tidak tega melihatnya.
" Opa kak, kenapa Opa begitu luar biasa sekali cintanya?" Tanya Elle.
Bukan Elang yang menjawabnya, tapi Brian yang menjawab pertanyaan dari menantunya.
" Cinta Opa mu memang sangat luar biasa Elle. Bahkan seumur hidup Daddy, Daddy merasa bahwa cinta terbaik hanya di miliki oleh Opa kalian. Cintanya terhadap Oma Viona memang sangat luar biasa, jadi memang seperti itu lah kenyataannya. Kamu hebat bisa membuat Opa tersenyum setelah 40 tahun ini."
" Elle hanya berusaha untuk memposisikan diri sebagai cucu yang baik saja Dad karena Elle juga sering bercerita dengan Opa Alexander." Jawab Elle.
Dia hanya berusaha menjadi pribadi yang baik saja menurutnya dan dia tidak berharap mendapatkan balasan apapun untuk itu.
" Liontin yang kamu pakai itu adalah hadiah dari Opa kamu di saat kelahiran Aunty Leana. Itu hadiah dari Opa karena telah melahirkan seorang putri untuknya." Ucap Brian lagi.
...🖤🖤🖤...
Nb: Kalau ada typo langsung tag komen ya rakyat noveltoon😊