
" Kak..."
" Ya cantik? Ada apa?" Tanya Elang yang menghampiri istrinya.
Dia meninggalkan box bayi Erina dan beralih pada istrinya saat ini.
" Ayo tidur, ini sudah malam dan kakak juga butuh istirahat. Lagi Erina sudah tidur, jadi nggak perlu menunggunya lagi." Ucap Elle yang berusaha memberi pengertian pada suaminya bahwa Putri mereka tidak perlu ditunggu seperti itu.
Erina sudah tertidur jadi mereka bisa istirahat, jadi jika Putri mereka nanti bangun mereka bisa kembali berjaga untuk menjaganya.
" Tidak apa-apa, aku bisa menjaganya." Elle diam.
Dia mencoba memejamkan kedua matanya dan membiarkan suaminya.
Elle merasa bahwa suami sudah tidak memperhatikannya bahkan sejak mereka keluar dari ruang operasi tadi, Elang terus saja memperhatikan putrinya tanpa memikirkan keadaan dirinya saat ini.
Sebagai seorang istri ini juga membutuhkan perhatian khusus dari Elang.
Dia sudah terbiasa mendapatkan begitu banyak perhatian dari suaminya. Jadi mendapati Elang yang tidak perhatian padanya seperti ini membuat Elle merasa ada yang lain.
Elang sendiri merasa sangat bersalah saat melihat istrinya yang memejamkan matanya begitu saja tanpa ingin mengatakan apapun lagi padanya.
" Cantik..."
" Aku ingin istirahat kak. Jika kakak tidak ingin tidur ya sudah tapi jangan menggangguku. Aku butuh istirahat untuk semua ini." Jawab Elle tanpa membuka kedua matanya.
Dia sengaja melakukan hal itu agar suaminya itu tahu dan paham bahwa dirinya juga membutuhkan perhatian seperti biasanya.
Bukan malah seperti ini. Elle merasa bahwa dirinya dicuekin saat ini.
" Sayang, maafkan aku." Ucap Elang dengan penuh rasa penyesalan.
Apa yang telah dilakukannya benar-benar membuat istrinya merasa tidak diperhatikan lagi.
Dia begitu kangen dengan sosok putrinya jadi dia sampai melupakan bahwa ada istrinya yang juga harus diperhatikan olehnya.
" Cantik...kamu marah?" Elle tetap diam.
Dia tidak menjawab apapun lagi yang Elang katakan karena dirinya benar-benar tertidur.
" Maafkan aku sayang. Aku sampai lupa memperhatikanmu karena kehadiran Erina. Aku harap kamu tidak berpikir bahwa aku melupakanmu. Aku hanya merasa sangat luar biasa atas kehadiran Erina dalam kehidupan kita yang tanpa sengaja aku mengabaikan mu." Ucap Elang dengan sangat lembut.
Dia benar-benar sangat menyesal di atas perbuatannya pada Elle.
Cup...
" Tidurlah sayang, aku mencintai mu." Ucap Elang lagi.
Dia ikut tidur di sisi istrinya setelah mendekatkan box bayi tempat di mana Erina tidur.
Di saat mereka semua tertidur, tiba-tiba saja seseorang masuk ke ruangan itu tanpa permisi dan menuju box bayi Erina.
Pria itu masuk dan menyelinap masuk ke dalam ruangan ini dengan begitu mudahnya tanpa pengawalan ketat.
" Hello My Princess, How are you?"
Deg!
Jantung Elang berdetak kencang saat dia mendengar suara seseorang yang bicara di ruangan mereka.
Tepat saat dia membuka matanya, dia melihat ada seorang pria yang sedang berada di dekat box bayi Erina.
Klak!
Elang langsung menodongkan pistolnya ke arah pria itu tanpa menunggu waktu lagi.
" Turunkan senjata mu cucu menantu kurang ajar!" Suara dingin itu langsung menembus ke jantung Elang.
Apalagi saat dia melihat siapa pria yang bicara padanya saat ini.
Sumpah demi Tuhan rasanya jantung elang hendak copot saat itu juga.
" Opa Alex?"
" Dasar bajingan kau!"
...****************...