
Elang terus saja berlari saat keluar dari bandara begitu juga setelah turun dari mobil saat sampai di rumah sakit.
Tanpa bertanya, dia langsung mencari keberadaan sang kekasih hati.
Instingnya mengatakan bahwa dia harus pergi ke ruangan VVIP di tempat di mana kasihnya berada.
Brak!
" Elle..."
" Kakak..." Keduanya saling menatap satu sama lain sampai di mana Elang langsung pergi untuk memeluk Elle.
Bahkan dia tidak lagi memperdulikan kedua orang tua kekasihnya yang berada di sana saat ini. Dia meluapkan kekhawatirannya pada gadis cantik itu. Gadis yang telah membuatnya gila sepanjang perjalanan.
" Kamu baik-baik saja cantik? apa yang sakit katakan padaku mana yang sakit? bagaimana bisa kamu sampai seperti ini? apa lantai kamar mandi yang licin? atau ada hal apa yang membuat kamu seperti itu." Tanya Elang dengan panik.
Dia benar-benar sangat panik mendapati kabar bahwa gadis yang dicintainya jatuh di kamar mandi dan tak sadarkan diri.
Melihat bagaimana rasa sayang Elang terhadap Putri mereka membuat hati sepasang suami istri itu benar-benar merasa tenang saat ini.
Mereka benar-benar merasa tenang bahwa Putri mereka mendapatkan pria yang hebat. Pria yang bisa mencintai Elle dengan tulus.
" Aku baik-baik saja kak. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa terjadi di kamar mandi tapi yang pasti aku merasa pusing saja saat itu dan tidak tahu lagi apa yang terjadi selanjutnya." Elang melepaskan pelukan mereka dan duduk di samping tempat tidur gadis cantik itu.
Di belainya pipi mulus Elle dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Dari cara Elang memperlakukannya membuat Elle benar-benar merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini.
Setidaknya, kehadiran Elang bisa mengikis perasaannya terhadap Alta sedikit demi sedikit.
" Syukurlah, aku sangat takut kamu kenapa-kenapa. Aku benar-benar panas saat mendapatkan kabar ini rasanya untuk bernapas saja pun aku sulit." Elle tersenyum saat mendengar perhatian pria itu terhadapnya.
Elang memang sangat luar biasa sekali dalam mencintai dan memperhatikannya seperti ini.
Elle berharap bahwa pilihannya saat ini tepat karena dia ingin hidup lebih baik lagi dan melupakan semua masa lalunya dan perasaannya terhadap pria bernama Alta.
" Kau tidak menganggap kami berdua disini?" Mendengar suara itu membuat Elang langsung mengalihkan pandangannya dari Elle dan kini tertuju pada seorang suami istri yang diabaikannya tidak tadi.
" Oh, Maaf Tuan, Nyonya. Aku sangat mengkhawatirkan putri cantik kalian sampai aku lupa bahwa ada kalian berdua sini. Aku mohon maaf atas semua ini." Ucap Elang yang minta maaf atas kelancangannya.
" Setelah selesai berbicara dengan Elle temui aku di luar. Aku ingin bicara serius denganmu." Baik Elle atau pun Starla, keduanya sama-sama berpikir ada apa sebenarnya yang ingin mereka bicarakan saat ini.
Apa ini ada masalah serius? begitu juga dengan wanita bernama Starla. Dia menatap pada suami yang berharap dia bisa melihat sesuatu yang telah disembunyikan oleh pria yang telah bersamanya selama ini.
Namun bukan Sky namanya jika dia tidak bisa menyembunyikan perasaannya.
" Aku hanya ingin berbicara berdua saja dengan calon menantuku. Lalu di mana letak kesalahannya?" Starla menggelengkan kepalanya karena dia tidak bermaksud untuk menyalahkan Sky.
Hanya saya dia penasaran akan apa yang diceritakan mereka berdua nanti.
" Baik Tuan..."
" Panggil saja seperti Elle memanggil ku."
Deg!
Jantung Elang berdebar kencang saat mendengar apa yang pria itu katakan.
Memanggilnya dengan panggilan yang biasa Elle sematkan untuknya? Apa itu artinya dia sudah di setujui saat ini?
" Apa aku harus memanggil Daddy seperti yang Elle lakukan?"
" Lalu kau ingin memanggil ku apa? Apa kau ingin memanggil ku kakak seperti yang Elle berikan pada mu?"
Blush...
Wajah Elle tersipu malu saat Daddy-nya mengatakan hal seperti itu padanya.
Apalagi saat melihat wajah sang Daddy yang terlihat sedang menggodanya saat ini.
" Daddy..."
" Why?" Tanya Sky yang terus saja berusaha menggoda Elle untuk menutupi perasaannya saat ini.
...🖤🖤🖤...