
" Kak, Sudah aku akan baik-baik saja di rumah. Lagi bola ada mereka semua di sini. Mommy, Daddy, dan para pelayan di rumah ini selalu ada untukku. Mereka tidak pernah meninggalkanku sendirian bersama Erina. Bahkan mereka lebih banyak membantuku mengurus Erina daripada aku sendiri." Ucap Elle yang berusaha untuk membuat suaminya pergi bekerja.
Dia sudah sangat kesal beberapa hari di rumah dengan suaminya yang terus saja bersikap posesif pada dirinya dan juga Putri mereka.
Pria itu bahkan benarnya tidak membiarkannya turun dari tempat tidur dengan alasan luka operasinya belum membaik.
Luka operasi itu akan mengering kurang lebih selama 3 bulan, jadi jangan sampai elang melakukan hal itu selama 3 bulan dan Elang tidak akan membiarkannya turun dari tempat tidur.
" Oke, baiklah. Aku pergi bekerja lebih dulu sayang. Nanti aku akan pulang untuk melihat kalian makan siang. I love you my love..."
Cup...
Elang memberikan kecupan di bibir istrinya tanpa rasa malu sedikitpun. Dia memang tidak merasa malu karena dia melakukan hal itu pada istrinya. Tapi di sini yang merasa malu itu adalah para pelayan yang berstatus jomblo saat melihat bagaimana kedua majikan mereka bersikap begitu romantis di depan mata kepala mereka sendiri.
Entahlah, rasanya lebih baik mereka bekerja satu hari satu malam daripada harus melihat keromantisan yang ditunjukkan sepasang suami istri ini.
Mereka sudah cukup kebal melihat keromantisan yang ditunjukkan pemilik rumah ini. Nyonya Lila dan Tuan Brian, ganti ini ketebalan iman mereka kembali di Kiki saat melihat bagaimana romantisnya Elang bersikap pada Elle.
Sungguh, pantesan antara lila dan juga Brian tidak ada seujung kukunya dengan keromantisan yang ditunjukkan Elang pada Elle.
" Sudahlah Kak, aku malu lihat mereka semua." Ucap Elle yang merasa tidak nyaman dengan keintiman mereka berdua.
Apalagi ada beberapa player yang melihat ke arah mereka tadi saat Elang mengecup bibirnya.
" Apa kalian melihatnya?" Tanya Elang pada para pelayan yang ada di sana.
Tentu saja mereka semua menjawab tidak karena mereka memang diwajibkan untuk membutakan mata mereka dan menuliskan telinga mereka untuk hal-hal seperti ini.
" Sudah dengar?"
" Sudahlah. Jelas-jelas mereka melihat apa yang kakak lakukan tadi tapi bisa-bisanya mereka mengatakan tidak melihatnya. Dasar." Elle kembali mengusir suaminya agar pria itu lebih cepat pergi ke kantornya dan tidak lagi berada di rumah.
Drama kembali terjadi saat suaminya itu begitu banyak meninggalkan pesan-pesan pada para pelayan untuk tidak membiarkannya turun dari tempat tidur.
Bahkan yang lebih menyebalkannya lagi saat mereka ingin menyentuh Erina mereka harus memastikan bahwa tangan mereka benar-benar bersih untuk menyentuh Putri kesayangannya itu.
" Ingat, pastikan bahwa tangan kalian benar-benar bersih ketika ingin memegang Erina. Jika sampai aku mengetahui tangan kalian kotor saat memegang putriku, maka aku dengan senang hati memotong tangan kalian semua."
" Baik Tuan..." Jawab mereka lagi dengan segala ancaman yang Elang berikan.
Setelah meninggalkan begitu banyak pesan akhirnya pria itu pergi dari rumah ini.
Kepergian suaminya menjadi kebahagiaan terbesar bagi Elle saat ini. Dia bisa bernapas dengan tenang dan melakukan semuanya tanpa harus mendapatkan omelan lagi dari pria itu.
" Tolong ambilkan aku alat pompa ASI ku. Aku harus memompanya karena rasanya sangat sakit sekali."
" Baik Nyonya." Jawab mereka.
Elle sengaja menahan rasa sakit di dadanya sejak tadi. Itu adalah alasan kenapa dia buru-buru mengusir suaminya agar pergi dari rumah karena dia tidak ingin melihat Elang yang seperti menatap penuh minat pada bagian dadanya yang terlihat semakin membesar dua kali lipat.
...🖤🖤🖤...