
Hari ini, Elang akan mengajak istrinya untuk pergi ke sebuah pesta rekan bisnisnya. Pesta, dan pesta.
Dia sudah terbiasa dengan lingkungan hidupnya yang seperti ini. Begitu juga dengan Elle.
Wanita itu terlihat sangat antusias sekali saat suaminya mengajaknya pergi untuk menghadiri sebuah pesta.
Saat mendapatkan kabar dari pria itu bahwa mereka akan pergi malam ini membuat semangat Elle langsung membara.
Dia menyiapkan dirinya untuk pergi ke pesta bersama suaminya malam ini.
Sudah sejak sore dia berdandan menyiapkan penampilannya untuk sang suami. Elle ingin tampil cantik dan menawan bukan untuk orang lain, tapi untuk suaminya sendiri.
" Sayang aku pulang..." Seru Elang saat dia membuka pintu kamarnya.
Dia langsung mencari di mana keberadaan sang istri tercintanya. Wanita yang tengah mengandung calon anak mereka saat ini.
" Rosella, my lovely wife. Where are you baby?" Seru Elang lagi.
Dia tidak mendapati keberadaan istrinya hingga dia melihat bahwa wanita itu berada di balkon kamar mereka.
" Sudah melihatnya? kenapa terus saja berteriak padahal aku ada di sini."
" Oh my God, maafkan aku sayang. Aku terlalu bersemangat untuk mengajakmu pergi hingga aku melupakan bahwa kamu sangat menyukai tempat ini." Ucap Elang yang tidak ingin membuat istri yang kecewa padanya.
Cup...
" Untuk kamu sayang. Aku pergi mandi dulu oke. Tolong jangan merindukan ku." Ucap Elang.
Dia pun pergi meninggalkan istrinya setelah untuk ke kamar mandi dan bersiap.
Saat suaminya tengah membersihkan tubuhnya di kamar mandi, Elle juga menyiapkan pakaian mana yang akan dipakai suaminya nanti.
Hanya acara sederhana saja, jadi mereka tidak perlu terlalu memakai pakaian yang formal.
" Mungkin ini jauh lebih cocok untuk suamiku." Ucapan Elle yang sudah menyiapkan pakaian untuk suaminya.
Setelah Elang selesai membersihkan dirinya, Dia langsung pergi ke ruang ganti untuk bertemu dengan istrinya sudah menyiapkan pakaiannya malam ini.
Cup...
Elang kembali memberikan sebuah hadiah kecupan di kening istrinya karena wanita itu sudah membantu dan bersiap.
Mereka langsung pergi ke tempat di mana acara akan berlangsung. Sepanjang perjalanan Elle begitu sangat antusias.
Entah mengapa semakin kesini dia semakin menikmati kehidupan yang bersama Elang ibu kota.
Walau terkadang dia bermasalah dengan cuaca dan terik matahari yang sangat panas membakar kulitnya, tapi Elle merasa bahagia karena hidup dan tinggal bersama keluarga suaminya.
" Kenapa terus saja tersenyum sayang? apa yang membuat kamu terus tersenyum seperti ini?" Tanya Elang pada istrinya.
Dia begitu bahagia ketika melihat istrinya juga terlihat bahagia bersama dirinya.
" Tidak tau. Aku benar-benar merasakan kebahagiaan yang luar biasa bersama kakak. Ada Mom Lila, lalu Dad Brian, mereka semua sangat menyayangi kau jadi aku benar-benar merasa bahagia di sini." Elang tersenyum saat mendengar jawaban dari istrinya.
Dia juga merasa bahagia jika istrinya bahagia bersamanya dan juga keluarganya.
" Bagus sayang, itu artinya kamu benar-benar bahagia dan diterima oleh keluargaku. Besok kita akan pergi ke Bali untuk mengunjungi keluarga Aunty Lea. Anaknya akan berulang tahun yang ke 17. Cecilia, anak nakal yang selalu memintaku untuk menghukum para pria yang telah menyakitinya."
" Memangnya sedangkan apa Cecilia? Apa dia nakal seperti adik-adikku?"
" Nakal anak perempuan dan nakal anak laki-laki itu berbeda sayang. Begitu pun dengan kehamilan kamu saat ini. Aku tidak meminta anak kita berjenis kelamin apapun karena aku menerimanya. Aku mencintaimu dengan tulus maka aku juga menerima apapun dengan Tuhan berikan untuk kita. Tolong, jangan pernah tinggalkan aku. Entah apa jadi diriku tanpa dirimu Elle." Ucap Elang dengan penuh perasaan.
Dia melihat dan menyaksikan secara langsung bagaimana kehidupan Opa Gale yang merasa kehilangan dunianya setelah sang istri meninggal.
Elang tidak ingin apa yang dirasakan Opa-nya dia juga ikut merasakannya. Tidak akan pernah seperti itu.
" Percayalah pada Tuhan kak. Aku jangan pernah bosan mengatakan hal ini pada kakak, bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Keinginan kita dan kebutuhan kita itu sangat jauh berbeda kak. Jadi biarkan Tuhan dengan segala rencananya untuk kita." Elang terus aja menciumi punggung tangan istrinya.
Dia begitu luar biasa Tuhan menyayanginya karena telah menghadirkan sosok yang luar biasa ini untuknya.
Elle, Rosella kecintaannya adalah pusat dan poros dalam hidupnya. Elang terus berusaha untuk selalu membahagiakan wanita yang paling dicintainya ini. Wanita yang begitu sangat luar biasa untuk hidup bersamanya.
" Terima kasih cinta yang luar biasa ini sayang. Aku benar-benar sangat mencintai kamu." Ucap Elang dengan hati yang begitu tulus untuk istrinya.
...🖤🖤🖤...