
Elang memasuki ruangan gelap berbau anyir. Sudah lama sekali rasanya dia tidak bermain ke sini.
Rasanya sudah lama sekali dia tidak datang untuk menikmati suasana yang sangat di sukainya ini.
" Tuan..." Anak buahnya memberikan salam penghormatan saat dia memasuki ruangan itu.
Mereka menyambut kedatangannya karena memang seperti itu jika memang dia datang.
" Dia sudah di dalam tuan..." Ucap Bobby yang membuka jalan untuk Elang masuk.
Tanpa menunggu waktu lama lagi, Elang masuk ke ruangan itu dan melihat tawanannya.
" Apa hari ku menyenangkan?" Tanya Elang dengan suara datarnya.
Dia mengambil pemantik api yang baru saja diberikan Bobby padanya.
Sementara Revan sibuk dengan iPad-nya saat ini. Entah apa yang dikerjakan pria itu hanya dialah yang tahu dan Elang nantinya hanya akan menerima bersih saja.
" Ternyata kau b******* itu." Elang tersenyum untuk itu saat pria itu mengatakannya b*******.
Besar sekali memangnya di pria ini. Dia bahkan tidak tahu siapa pria yang dikatakannya b******* ini.
Pria itu bisa melakukan apapun yang dia inginkan termasuk menanyakan nyawanya dengan sekali tebas saja di kepalanya.
" Kau tau? aku paling tidak suka berbasa-basi dalam bermain. Aku terbiasa bermain dengan permainan cepat jadi mari kita bermain dan akan kuberikan satu permainan untukmu agar bisa menang." Elang melemparkan sebuah dadu pada tawanannya.
Pria yang menjadi tawanan Elang itu menatap heran saat pria yang berada di depannya saat ini melemparkan sebuah dadu padanya.
Pria itu tidak bergerak sama sekali karena dia sudah tahu bahwa pria yang berada di depannya saat ini bisa bermain dengan licik.
Tidak ada yang bisa menandingi kelicikannya dan itu sudah sangat terkenal.
" Kau tidak ingin bermain? apa kau ingin aku yang bermain saja? atau begini saja biarkan aku yang main. Katakan padaku angka berapa yang kau inginkan." Tawanannya tetap diam.
Dia bersiap menunggu ajalnya saja karena dia tau bahwa sebentar lagi apa yang ditanam di dalam tubuhnya akan meledak dan dia akan mati, jadinya tidak perlu repot-repot dan menunggu saat penyiksaan untuk datang padanya.
" Percuma saya jika kau ingin bermain denganku karena dalam hitungan detik dari sekarang tubuhku mungkin akan hancur begitu saja." Kali ini Elang yang kaget.
Dia mengerti apa yang dimaksud pria itu dan benar saja dalam hitungan detik dari setelah periode mengatakan sesuatu tadi tubuhnya langsung meledak begitu saja hingga darahnya menyemprot di tubuh Elang.
" Sialan! Aku benar-benar akan mendapatkan dalang dibalik ini semua. Dia tidak akan kulepaskan sampai kapanpun. Cari dia sampai ketemu dan aku sendiri yang akan melenyapkan tubuhnya dan cincang habis dirinya yang telah berani bermain-main denganku." Elang pergi meninggalkan tempat itu untuk membersihkan dirinya.
Segeralah berada di dalam kamar mandi, Elang langsung membasahi tubuhnya dan membiarkan air yang keluar dari shower itu menyapu seluruh darah yang menempel di tubuhnya tadi.
" Aku pasti akan menemukanmu. Kau bukan lawan yang berat bagiku dan aku bisa melenyapkan mu kapanpun yang aku inginkan." Ucap Elang yang merasa marah dengan keadaan ini.
Dia marah karena tidak bisa mendapatkan informasi apapun dari pria yang berani membuat kegaduhan di dalam daerah kekuasaannya.
" Aku pastikan itu!"
...🖤🖤🖤...