Secret Mafia In Love

Secret Mafia In Love
Gelisah



" Sayang kenapa?" Tanya Elang pada istrinya yang terlihat sangat gelisah sejak tadi.


Sudah jam 09.00 malam tapi istrinya belum juga tidur padahal ini udah masuk jam tidur mereka.


" Tidak tau Sayang, aku tidak tau kenapa perasaanku sejak tadi tidak tenang. Aku merasa seperti akan ada kejadian besar di rumah ini." Ucap Elle lagi.


Dia usaha untuk mengadakan para suaminya bahwa perasaan yang benar-benar tidak nyaman sekali saat ini.


Elle benar-benar yakin pada hatinya bahwa akan ada yang terjadi nantinya di rumah ini. Apalagi mantan yang terus saja terasa panas sejak tadi.


" Percaya pada ku sayang, bahwa tidak akan ada yang terjadi apapun nantinya. Aku akan selalu bersama kamu." Tutur Elang.


Dia berusaha untuk mengatakan pada istri bahwa mereka semua akan baik-baik saja. Tidak akan ada yang terluka atau terjadi di rumah ini nantinya.


Elang untuk memastikan itu semua untuk keselamatan mereka yang berada di dalam rumah ini.


Terutama dengan Elle. Elang tidak akan membiarkan bahaya apapun mendekati istrinya yang tengah mengandung saat ini.


" Percaya pada ku sayang, semua akan baik-baik saja." Ucap Elang lagi.


Setelah mendengar apa yang di katakan suaminya, mau tidak mau Elle berusaha untuk memejamkan kedua matanya karena dia juga sudah sangat mengantuk.


Melihat istrinya yang sudah tertidur membuat Elang juga ikut tidur bersama istrinya setelah dia memastikan bahwa wanita itu sudah benar-benar terlelap dalam damainya malam.


" I love you Elle."


Cup...


Elang selalu memberikan kecupan di kening istrinya sebelum mereka terlelap.


Keduanya sudah benar-benar terlelap saat ini, hingga suatu ketika tepat di pukul 2 dini hari Elle terbangun karena dia merasakan perasannya yang kembali tidak tenang.


" Ya Tuhan, ada apa sebenarnya ini semua? kenapa perasaanku benar-benar tidak nyaman sekali? apa yang akan membawakan ada yang terjadi di sini." Ucap Elle dalam hatinya.


Dia tidak ingin suaminya terbangun saat mendengar dia berbicara. Entah mengapa juga pikiran Elle terus saja tertuju pada Opa Gale.


" Opa, aku harus melihat Opa sekarang." Elle berusaha untuk turun dari tempat tidur selembut mungkin agar suaminya tidak terbangun atas apa yang telah dilakukan saat ini.


Setelah berhasil turun dari tempat tidur, Elle kemarin melakukan sesuatu dengan sangat hati-hati saat dia membuka pintu kamar mereka dan berhasil.


Dia berhasil keluar dari kamar mereka dan tidak ingin menutup pintu kamar itu. Tujuannya saat ini adalah kamar Opa Gale.


Elle merasa seperti akan ada sesuatu terjadi dengan pria tua itu, tapi dia tidak mengerti apa yang akan terjadi nantinya.


" Semoga Opa baik-baik saja." Ucap Elle sambil terus berjalan dengan memegangi liontin yang baru saja diberikan pria itu padanya pagi tadi.


Bahkan dia juga sempat berpikir bahwa suaminya terjatuh dari pohon mangga tadi juga sebagai pertanda untuk mereka.


tok...tok...tok...


" Opa, apa opa di dalam?" Tanya Elle sambil mengetuk pintu kamar kakek dari suaminya itu.


Dia nekat dan berusaha untuk mencari tahu apa yang terjadi pada pria tua itu. Elle tidak ingin jika sesuatu terjadi pada Opa Gale.


" Opa, buka pintunya. Elle boleh masuk?" Tanya wanita itu lagi.


Tidak mendapatkan jawaban apapun dari dalam kamar Opa Gale, akhirnya Elle memutuskan diri untuk membuka pintu itu tanpa.


Terserah jika setelah ini dia akan dikatakan tidak sopan atau apapun itu yang penting dia bisa mengetahui keadaan Opa Gale. Ya, dia harus mengetahui keadaannya.


" Elle masuk Opa."


Ceklek...


Dengan sangat hati-hati wanita itu menekan knop pintu hingg akhirnya pintu itu terbuka dengan sempurna.


Gelap, Elle hanya melihat kegelapan di dalam kamar ini.


" Opa, apa Opa baik-baik saja? Tolong katakan pada Elle jika Opa baik-baik saja." Ucapnya lagi


Dia masih berusaha untuk mengetahui keadaan pria itu dengan cara bertanya seperti ini.


" Opa...ayo bicara. Katakan sesuatu pada Elle agar Elle tau jika Opa baik-baik saja." Masih tidak mendapatkan jawaban hingga Elle menekan saklar lampu kamar ini tapi dia tidak mendapati pria itu berada di atas tempat tidur.


" Opa tidak ada." Ucap Elle pada dirinya sendiri.


Elle sendiri hendak pergi meninggalkan kamar namun langkahnya terhenti saat dia melihat bahwa pria yang di carinya berada di atas sofa di ujung sana.


" Opa..." Elle menghampiri pria itu dan melihat keadaannya.


Dia berusaha untuk memastikan pada jika Opa-nya itu baik-baik saja.


" Opa, Kenapa tidur di sini?" Tanya Elle.


Dia memegang tangah pria itu hingga Elle kaget saat merasakan tangan Opa Gale begitu dingin.


Tidak ingin pikiran buruk menghantuinya, akhirnya Elle kembali menyentuh tangan Opa Gale hingga air matanya langsung jatuh begitu saja.


...🖤🖤🖤...