
Jeder...
Preeett...
" Surprise..."
" Aahhkkk..." Elle yang kaget langsung memegang dadanya saat mereka mendapatkan kejutan.
Melihat Elle yang kaget seperti itu membuat Elang khawatir dengan keadaan istrinya apalagi saat ini tengah mengandung anak mereka hal itu benar-benar membuat Elang semakin kritis dalam menjaga kesehatan istrinya.
" Sayang, kamu kenapa?" Tanya Lila merasa sangat bersalah pada menantunya itu saat dia melakukan kejutan seperti ini.
Dia tidak bermaksud untuk membuat menantu kesayangan yaitu kaget dan merasakan sakit seperti ini. Dia hanya ingin memberi kejutan saja untuk putranya yang tengah berulang tahun yang ke-39.
" Sumpah demi Tuhan, Mommy tidak termasuk melakukan hal ini pada kamu Elle. Maaf kan Mommy sayang." Lila benar-benar sangat merasa bersalah pada menantunya itu.
" Mom, kenapa melakukan hal seperti ini? kita sudah mengetahui bahwa jantung Elle itu lemah."
" Maaf, Mommy hanya ingin memberi kejutan saja untuk kamu karena telah berulang tahun hari ini. Sumpah, Mommy tidak bermaksud apapun untuk mencelakai Elle." Ucap Lila dengan penuh rasa penyesalan yang sangat luar biasa.
Kasihan dengan ibu mertuanya yang merasa bersalah seperti itu, Elle berusaha untuk mengontrol dirinya agar bisa baik-baik saja.
Dia sudah banyak belajar untuk itu, apalagi dalam keadaan mengandung seperti ini. Elle harus bisa berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri demi anak yang ada di kandungannya.
" Aku baik-baik saja kak. Tidak perlu sampai memarahi Mommy begini."
" Elang tidak memarahi Mommy sayang. Elang melakukan ini karena dia sangat menyayangi kamu dan mencintai kamu. Mommy paham, bahwa putra Mumu ini begitu sangat mencintai istrinya maka dia bisa begitu khawatir dengan keadaan kamu."
" Sudahlah, ayo sarapan dulu karena mulai saat ini Elle, tidak akan memasak lagi." Apa yang Elang katakan membuat Elle langsung ingin mendapat suaminya tetapi gilingan kepala dari pria itu langsung membuat Elle tidak berani melakukannya.
" Oh, iya tidak masalah. Lagi pulang kita sudah memiliki kelebihan beserta ahli gizinya sekaligus. Lalu untuk apa lagi Elle masak bukan?"
" Yes Mommy pintar." Ucap Elang.
Mereka semua langsung menuju meja makan. Di sana Daddy dan Opa Gale sudah duduk untuk menanti kedatangan mereka.
" Maaf, terlambat." Elle merasa tidak enak hati dengan keluarga suaminya yang menunggu mereka seperti ini.
" Tidak masalah Elle, kami tahu jika kamu lelah." Jawab ayah mertuanya.
" Datang ke makan istri ku nanti. Aku menunggu mu di sana." Gale langsung meninggalkan meja makan setelah dia menghabiskan satu lembar roti isi miliknya.
Tidak ada yang bisa melarang pria itu untuk makan lebih dulu atau tidak sama sekali. Mereka semua memaklumi apa yang pria itu alami.
" Iya Opa..." Jawab Elle.
Gale berhenti sejenak melihat ke arah cucu menantunya dan kembali melangkahkan kedua kakinya menuju makam sang istri.
" Ada yang ingin Elang bicarakan saat ini." Lila dan Brian sudah siap untuk mendengarkan apa yang akan putranya katakan saat ini.
Tidak mungkin jika masalah ini tidak penting. Elang tidak akan pernah membicarakan hal yang menurutmu tidak penting sama sekali.
" Apa itu nak?" Tanya Brian.
Dia tahu bahwa akan ada yang disampaikan oleh putranya saat ini.
" Elle tengah mengandung saat ini, jadi--"
Byur...
" Mommy!" Teriak Elang saat mendapatkan semburan air dari mulut wanita yang telah melahirkannya saat dia memberikan kabar bahagia ini untuk seluruh keluarganya dan juga pelayan yang melayani mereka saat ini.
" UPS...sorry sayang. Mommy hanya kaget saja."
" Tapi tidak perlu menyemburkan air seperti ini Mom. Tadi malam Mommy makan jengkol balado jadi masih terasa bau hingga saat ini." Ucap Elang yang meras sangat kesal dengan Mom Lila.
" Kak, Mommy sudah meminta maaf. Lagi pula Mommy tidak sengaja."
" Kamu memang menantu kesayangan Mommy sayang..." Ucap Lila yang meras sebegitu bangga dengan menantunya itu yang bisa memahami dirinya dengan begitu baik.
" Tapi tunggu dulu, kita kembali ke topik utama pembahasan. Apa benar kamu sedang hamil dan mengandung calon cucu Mommy sayang?" Elle menganggukkan kepalanya dengan lembut dan malu-malu.
Dia tau bahwa saat ini ibu mertuanya itu tengah berpikir sesuatu tentang mereka berdua. Lebih tepatnya hubungan ranjang Elle dan juga suaminya.
" Mom, kembali saja ke topik utamanya. Jangan membicarakan hal yang tidak penting."
" Ini sangat penting. Mommy ini seorang dokter walau tidak sampai membuka praktek setidaknya Mommy tau bagaimana cara merawat orang hamil. Contoh utamanya dalam berhubungan intim." Jelas Lila.
Dia tidak ingin ada sesuatu hal yang terjadi pada calon cucu dan juga menantunya saat ini. Apalagi saat mengingat keadaan menantunya itu yang tidak sehat seperti orang kebanyakan di luar sana, maka dari itu Lila berusaha untuk menjadi ibu mertua yang baik bagi menantu kesayangannya.
" Tolong bantu Elang untuk menjaga Elle selagi Elang bekerja Mom." Pinta putranya itu dengan sangat pada Mom Lila.
" Mommy sangat bersyukur jika Elle sedang mengandung saat ini. Mommy pikir milik kamu sudah karatan dan tidak bisa berfungsi lagi mengingat usia kamu yang sudah 38 tahun saat menikah. Apalagi usia pernikahan kamu dan Elle yang baru saja berjalan beberapa bulan tapi kamu sudah kembali menginjakkan usia kamu di angka 39."
" Mom, berhenti membicarakan tentang usia di sini. Elang tidak suka itu."
" Tapi Mommy suka melihat wajah kesal kamu." Ucap Lila dengan penuh semangat untuk menggoda putranya.
...🖤🖤🖤...
Nb: Kalau ada typo langsung tag komen ya rakyat noveltoon😊