Secret Mafia In Love

Secret Mafia In Love
Rindu



Hari-hari Elang terasa sangat hampa. Dia merindukan gadis cantiknya.


Dia merindukan Elle dengan senyuman indah sang kekasih hati. Melihat jam yang ada di dinding ruangan kerjanya membuat Elang langsung menghubungi Elle karena perbedaan waktu 6 jam antara Indonesia dan London membuat Elang harus mulai terbiasa dengan perbedaan waktu di antara mereka saat ini.


Panggilan pertama tidak terjawab, sampai di panggilan ketiga baru di jawab oleh sang kekasih hati.


Melihat wajah cantik Elle membuat Elang yang tadinya lemah, letih, lesu,lemas, lunglai seperti orang yang mengidap penyakit anemia langsung terlihat kembali segar.


" Cantik...


Blush...


Wajah Elle tersipu malu saat dia mendapatkan kata-kata manis dari Elang yang menghubunginya pagi ini.


Ya, pagi karena memang di sini masih pagi sementara di Indonesia sudah siang dan mungkin saja sudah masuk jam makan siang.


" Aku baru bangun tidur Kak, lagi pula mana ada gadis yang cantik saat bangun tidur." Elang hanya tersenyum saja.


Hatinya berbunga-bunga saat melihat Elle yang menyembunyikan wajahnya di balik selimut sementara hanya matanya saja yang kelihatan saat ini dengan rambutnya yang berantakan.


" Ada dan itu kamu Cantik..." Elle tidak tahan lagi dengan semua itu hingga membuat dia menyelimuti seluruh wajahnya saat ini.


Elang sendiri hanya bisa melihat selimut berwarna baby pink yang ada di ponselnya karena gadis cantik itu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


" Ayo buka selimutnya cantik, aku ingin melihat wajah mu." Terlihat gerakan dari balik selimut itu yang menandakan bahwa saat ini Elle menolaknya.


" Kamu itu cantik walau baru bangun tidur Cantik ku. Kamu akan selalu terlihat cantik di maka ku karena kamu memang cantik Elle." Gadis itu menurunkan selimutnya hingga menunjukan matanya saja.


Elang sendiri tersenyum saat melihat Elle yang sudah menurunkan selimutnya walau hanya sebatas mata saja.


" Pergi mandi dan hubungi aku lagi nanti jika kamu tidak percaya diri dengan diri kamu sekarang. Aku akan menunggu mu nanti." Elle kembali menganggukkan kepalanya dan Elang pun mematikan sambungan telepon mereka.


Tapi sebelum itu dia kembali mengatakan sesuatu yang membuat gadis cantik itu kembali tersipu malu karenanya.


Tut!


Elle langsung mematikan sambungan teleponnya setelah mendengar pria itu mengatakan rindu padanya.


Dia seperti merasa di goda oleh pria dewasa karena rentan usia mereka yang terbilang jauh.


Elang sendiri hanya tersenyum saja. Dia tidak menyangka jika jatuh cinta akan seindah ini rasanya.


Bahkan saat Boby masuk ke ruangan kerjanya pun dia tidak tau lagi.


Brak!


" Bajingan!" Umpat Elang yang merasa di ganggu dengan khayalannya.


Boby tidak bereaksi apapun dan hanya berdiri tegak seperti tiang listrik di depan Elang saat pria itu sadar dari lamunannya.


" Apa?" Tanya Elang yang merapikan rambutnya setelah dia mengumpat Boby tadi.


" Jam makan siang sudah tiba Tuan. Lagi pula Tuan Brian sudah menunggu di mobil untuk makan siang bersama." Elang hanya bisa menghela nafasnya saja saat Boby datang menyampaikan pesan bahwa mereka akan pergi makan siang bersama.


" Menganggu saja!" Umpat Elang lagi dan dia pergi meninggalkan Boby begitu saja karena dia sudah kepalang kesal dengan asistennya itu.


" Jika orang yang jatuh cinta akan terlihat seperti orang gila Tuan."


" Jadi maksud mu aku gila?"


" Aku tidak mengatakan anda gila!" Jawab Bony tanpa rasa takut sedikit pun karena dia pernah bertarung dengan point' seimbang dengan Elang.


Jadi dia tidak takut sama sekali dengan pria itu.


...🖤🖤🖤...