
Elle terlihat sedih,- dia tidak semangat karena Elang tidak bisa datang.
Dia lebih memilih bermain piano untuk menghilangkan rasa sedih di hatinya.
Saat dia sibuk bermain alat musik kesukaannya itu, tiba-tiba saja datang ketiga saudara kembarnya dan duduk bersamanya.
Rava dan Reve duduk mengapit kakak mereka dan ikut bermain piano bersamanya.
Mereka memainkan lagu yang di kuasai mereka karena sering menganggu kakak mereka.
Sementara Reyden hanya berdiri menikmati apa yang mereka mainkan saat ini.
" Kenapa terlihat sedih? seharusnya kau terlihat senang karena sebentar lagi kita akan melakukan pesta besar." Ucap Reve pada kakaknya.
" Ya, aku juga senang sebentar lagi aku akan menjadi grooms man. Aku akan memakai pakaian bagus dan akan terlihat tampan." Sahut Rava pada Reve.
Tapi apa yang mereka ceritakan tidak berpengaruh apapun pada Elle.
" Jika itu hanya tentang pria dewasa itu, maka aku akan mengatakannya kau membuang waktu mu percuma. Katakan pada ku, apa kau mencintainya?" Tanya Reyden.
Jujur, dia juga penasaran dengan perasaan kakak kembar mereka ini.
Mendapatkan pertanyaan seperti ini dari saudaranya membuat Elle sendiri merasa bingung. Dia harus menjawab apa?
" Sudah ku duga bahwa kau mencintainya." Tatapan mata Elle langsung tertuju pada Reyden yang mengatakan bahwa dia mencintai Elang.
Bagaimana bisa Reyden mengatakan bahwa dia mencintai Elang sementara dia sendiri pun tidak mengetahuinya apakah dia mencintainya atau tidak. Lalu kenapa bisa Elang mengatakan bahwa dia mencintainya?
" A-aku tidak tau apakah aku mencintainya atau tidak. Aku---"
" Ah, sudah lah. Kau akan menikah dengannya jadi ayo kita bermain lagi karena nantinya pasti tidak akan bisa seperti ini lagi." Elle pun terharu dengan ketiga saudaranya yang selalu bersamanya.
Di saat mereka berempat tengah bermain piano, tiba-tiba saja seorang wanita cantik bergabung dengan mereka.
Starla Aurora Borealis, itu adalah wanita yang paling mereka dicintai di dunia ini karena wanita itu pulalah mereka bisa hadir di dunia dan melihat keindahan dunia yang penuh dengan segala macam ujian.
" Mom..." Mereka berempat langsung melihat cara wanita cantik itu yang datang menghampiri mereka.
" Hay, anak-anak. Apa yang kalian lakukan di sini?" Tanya Starla yang menghampiri ke 4 orang anaknya.
" Kami sedang menemani saudara kami bermain piano mom, setelah ini nanti setelah dia menjadi istri dari pria dewasa itu dia tidak akan bisa lagi bermain bersama kami. Elle sudah pasti akan menjadi suaminya dan pergi meninggalkan kita semua." Elle menjadi sedih dengan apa yang Rava katakan.
Dia sangat bersedih mendengar apa yang saudaranya itu katakan. Memang benar bahwa dia nanti akan menikah dan ikut bersama Elang tinggal bersamanya, tapi rasanya tetap saja berbeda.
" Kita akan tetap bisa bermain piano seperti ini. Kak Elang juga sudah mengatakan padaku bahwa aku bisa pulang kapanpun yang aku inginkan dan dia tidak membatasi hal itu untukku."
" Kakak? kau memanggilnya kakak? Oh c'mon Elle, dia itu jauh lebih tua darimu bahkan usia kita hampir setengah dari usianya lalu bagaimana bisa kau memanggilnya kakak? jika kau memanggilnya Om saja pun itu sudah sangat pantas." Elle menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin memanggil Elang dengan panggilan Om.
Lagi pula Elang juga sangat menyukai panggilannya Kakak dari Elle, lalu untuk aku memanggilnya dengan sebutan lain lagi.
" Memangnya kenapa? aku nyaman memanggil dengan panggilan kakak seperti itu begitu juga dengan dirinya. Tidak ada masalah untuk itu semua bagi kami." Rava hanya bisa mengendikkan bahunya saja.
Dia tidak tau harus bersikap seperti apa untuk menyikapi kakak gambarnya itu. Elle tidak pernah dekat dengan pria dan hanya dekat dengan mereka saja namun langsung ingin menikah dengan pria yang baru saja dikenalnya.
Hebat sekali mental kakak mereka ini. Dia siap untuk membina rumah tangga dengan pria yang bernama Elang.
" Panggilan itu hanya sebuah kata, yang terpenting dalam hidup kita adalah bagaimana cara menjalani hidup ini dan menyikapinya. Tidak ada masalah dan ada larangan untuk memanggil pasangan kita dengan panggilan apa yang penting masih dalam lingkaran kesopanan. Hormati dan sayangi pasanganmu maka kamu akan menemui kamu kehidupan yang nyaman nantinya. Berdamai dengan hidup, maka kamu akan bahagia untuk itu." Ucap Starla yang mencoba untuk meyakinkan putra-putrinya bahwa kehidupan ini sangat indah.
...🖤🖤🖤...