
Kini seluruh anak buah pir bertopeng itu sudah berada di bawah kendali anak buah Elang di bawah kepemimpinan Bobby.
Saat ini dia berdiri tepat di depan pintu masuk ke villa ini. Sebentar lagi dia akan menunjukkan bagaimana cara dia menghukum orang yang telah berkhianat padanya.
Bukan hanya orang-orang yang berkhianat padanya saja, tapi Elang akan memberikan hukuman pada orang yang telah berani menyakiti istrinya.
" Sebentar lagi, tepat saat matahari keluar dari peraduannya, aku akan menunjukkan pada kalian semua bagaimana cara aku memberikan hukuman pada orang yang telah berani menyakiti orang yang paling kucintai di dunia ini." Ucap Elang.
Dia menunggu waktu di mana sia akan melakukannya. Tepat saat dia melihat cahaya matahari yang mulai menampakan dirinya membuat Elang langsung meminta Bobby untuk datang padanya.
" Lakukan tugas mu dengan baik Bobby." Pris itu hanya bisa menurut saja dan dia mengambil kedua tangan pria bertopeng yang sudah di buka Elang topengnya dan dia baru mengetahui bahwa pria itu adalah mafia yang pernah di kirimkannya jasad anak buahnya yang mati dengan kepala terpenggal.
" Lepaskan aku sialan! Apa yang ingin kau lakukan hah?" Tanya Pria itu lagi sebelum dia mendapatkan hukuman dari Elang.
Bobby pun mengambil tangan itu hingga melihat bahwa Elang sudah bersiap dan melakukan apa yang memang harus di lakukan olehnya.
Crass...
" Aahhhkkk..." Suara kesakitan itu terdengar sangat luar biasa sekali.
Brugh...
Bobby langsung melepaskan kedua tangan yang sudah terpotong dari tempatnya. Dia langsung mual seketika ketika melihat pria itu yang tergeletak bersimbah darah.
" Aku sudah mengatakan pada amu bahwa aku akan mencabut kedua tangan mu itu bukan? Tapi aku masih berbaik hati pada mu. Aku tidak akan melakukan hal itu karena ada hal yang lebih penting lagi saat ini." Elang menaikan dagu pria itu dengan ujung pistol miliknya dan memasukan pistol itu ke dalam mulutnya juga hingga membuat pria itu tidak bisa bicara lagi.
" Ucapkan selamat tinggal dengan dunia mu sebelum aku melenyapkan mu." Ucap Elang sebelum dia menekan pelatuknya.
Elang itu langsung pergi meninggalkan tempat itu setelah dia menyelesaikan misinya.
Dia pulang dengan keadaan sangat kotor sekali. Elang pulang ke rumah mereka dalam keadaan yang sangat buruk karena bajunya penuh bersumpah darah.
" Astaga Elang..." Lila sampai menutup mulutnya dengan kedua tangan saat melihat penampilan putranya yang seperti itu.
Elang sendiri tidak menanggapinya karena fokusnya saat ini hanya satu. Dia hanya ingin mandi dan tidur bersama istrinya.
Seperti yang Revan katakan padanya tadi, Melihat suaminya yang pulang dalam keadaan mengerikan seperti itu membuat Elle langsung menyuruh suaminya untuk mandi.
" Aku bisa sendiri." Ucap Elang yang tidak ingin di bantu oleh istrinya.
Namun Elle tidak memperdulikan itu semua. Walau dia merasa mual saat mencium aroma bau anyir dari tubuh suaminya tapi dia tetap melakukan hal itu demi membuat Elang tidak semakin merasa bersalah dengannya.
" Mandilah kak, setelah itu kita akan tidur. Aku merindukan kakak." Elang hanya sekali menganggukkan kepalanya dan elegi meninggalkan Elle ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, pria itu berdiri di bawah guyuran air shower hingga membuat tubuhnya di basahi oleh air dingin.
" Maafkan aku sayang. Maafkan aku Elle." Ucap Elang yang meneteskan air matanya karena dia telah membuat istrinya berada di dalam bahaya seperti itu.
Elang benar-benar merasa sangat bersalah dengan istrinya.
...🖤🖤🖤...