
Setelah pembicaraan mereka malam itu akhirnya Elang dan keluarganya benar-benar melakukan lamaran sah untuk gadis cantiknya.
Dia melakukan lamaran gaya Indonesia yang selalu di bawahnya karena dia adalah kelahiran Indonesia.
Elang beserta keluarganya datang membawa seserahan untuk gadis cantiknya.
Malam itu, mereka semua berkumpul di rumah besar keluarga klan Alexander dan itu Elang sangat luar biasa sekali.
Rumah besar ini sanggup menampung banyak orang dengan kamar yang diperkirakan lebih dari 10.
" Katakan apa tujuan mu datang ke rumah ku?" Tanya pria yang bernama Alexander pada Elang dan keluarganya.
Saat Elang hendak menjawab apa yang dipertanyakan pria tua itu sang Daddy memberikan kode bahwa dia yang akan berbicara kali ini.
" Tujuan kami ke sini hanya untuk dan menyambung tali keluarga diantara kita. Saya, Brian Dominique Thominshon Jade beserta istri saya datang kemari untuk melamar putri dari keluarga Alexander untuk menjadi istri dari putra kami. Jika berkenan, kami juga membawa seserahan seperti apa yang banyak dilakukan oleh tradisi kami di Indonesia. Mungkin yang tidak seberapa harganya tapi kami harap Anda sekeluarga bisa menerimanya." Brian memberikan seperangkat perhiasan yang memang sengaja dibawa mereka dan dipesan langsung oleh toko perhiasan milik Leana untuk Elle.
Bukan hanya itu saja yang dibawa keluarga Elang untuk mereka, tapi banyak juga yang di bawa mereka hingga buat keluarga Alexander merasa sangat dihargai untuk itu.
Tradisi Indonesia memang sangat diacungi jempol. Tidak ada yang gagal dari produk Indonesia hanya saja memang mungkin ada yang salah dari negara tersebut hingga membuat mereka banyak ketinggalan dari negara-negara Asia lainnya.
" Kami mengucapkan terima kasih atas apa yang kalian berikan kepada putri kami. Kalian telah datang jauh-jauh dari Indonesia untuk mempersiapkan ini semua." Brian merasa lega bahwa lamarannya diterima oleh keluarga besar ini.
Begitu juga dengan Elang, dia benar-benar merasa lega dan lepas bahwa lamaran yang diterima dari keluarga besar ini.
Elang sendiri, dia terus saja menatap pada gadis yang sejak tadi tertunduk malu.
Melihat Elle yang terlihat malu-malu seperti itu membuat Elang semakin gemas dengannya.
" Jangan terlalu dalam menatap putriku seperti itu. Kau bisa gila sebelum menikahinya nanti." Sky berkata sarkas pada pria yang sejak tadi menatap putrinya.
" Aku hanya menatap pada gadis yang akan ku nikahi nantinya lalu apa salahnya?" Tanya Elang dengan begitu berani pada Sky.
Melihat keberanian calon cuci menantunya seperti ini membuat seorang Alexander benar-benar merasa bangga bahwa ada pria yang berani menantang putranya.
" Tidak salah, hanya saja tatapannya aja seperti ini menelan putriku hidup-hidup." Jawab Sky lagi.
Sementara Lila sendiri, dia hanya bisa menatap cairan pada mereka semua.
Para pria ini kenapa suka sekali berkata kasar seperti itu? apa dunia mereka seperti apa yang digeluti oleh mertuanya?
Bahkan hingga saat ini pun turun dari suaminya dan sekarang juga turun pada putranya.
" Jangan takut Nyonya, mereka memang berbicara seperti itu di dalam rumah dan aku sudah terbiasa untuk itu. Tolong biasakan diri pada kami untuk itu semua." Lila merasa kaku.
Dia telah terciduk tengah memikirkan mereka-mereka yang ada di sini dengan cara bicara mereka yang menurutnya tidak masuk akal.
" Tidak apa-apa Nyonya. Aku hanya sedikit terkejut saja dengan semua ini tapi aku bisa memahaminya. Aku sudah terbiasa dengan dunia gelap seperti ini, apa mereka juga maaf ya seperti putra ku?" Starla tersenyum.
Setidaknya dia bisa merasa tenang bahwa jalan besannya ini bisa mengerti dengan keadaan dan kehidupan yang mereka jalani selama ini.
" Terim kasih Nyonya Lila..."
" Ahhh ..kita akan menjadi BESTie yang baik. Apa kita bisa minum kopi bersama atau sekedar nongkrong di cafe untuk hangout?" Lila sudah mulai menunjukkan taringnya.
" Kita bicarakan nanti."
...🖤🖤🖤...