
Waktu berlalu begitu cepat, kehamilan Elle sudah semakin membesar dan saat itu juga begitu banyak perhatian dan larangan yang di berikan keluarga besarnya.
Seperti hari ini, dia sudah bersiap untuk pergi ke kantor suaminya karena dia akan di ajak untuk pergi makan siang bersama.
Sebelum pergi, Elle memilih untuk mengambil foto dirinya lebih dulu dan mengirimkan pada suaminya yang sedang bekerja saat ini.
Ting...
Elang langsung mengambil ponselnya saat mendengar ada sebuah pesan masuk.
" Elle?" Ucapnya dengan langsung membuka pesan tersebut.
" Tunggu, Kami Daddy..." Suara istrinya terdengar begitu sangat bahagia karena mereka akan bertemu dan pergi untuk makan siang bersama.
Entah mengapa melihat Elle dengan Baby bum seperti itu membuat Elang semakin merasa gemas dan jatuh cinta pada istrinya.
" I want you Baby..." Balas Elang pada istrinya.
Melihat Bosnya yang tersenyum-senyum sendiri seperti itu membuat Bobby yakin bahwa pria itu tengah berbalas pesan dengan istrinya saat ini.
Mereka sedang berada di ruang rapat tapi bisa-bisanya pria itu berbalas pesan dengan istrinya. Entahlah, Bobby semakin tidak habis pikir karena semenjak pria itu menikah kehidupannya berubah drastis.
" Eghemmm..." Bobby sengaja berdehem seperti itu untuk menyadarkan bosnya bahwa saat ini mereka tengah berada di ruang rapat.
Apalagi saat ini mereka tengah bersama klien dari Singapura.
Mengerti akan kode dari Bobby membuat Elang langsung meletakan kembali ponsel miliknya dan kembali fokus pada apa yang mereka kerjakan saat ini.
Setelah beberapa saat hingga menemukan titik kesepakatan meeting pun selesai. Saat Elang hendak menjemput istri yang di bawah kliennya dari Singapore tadi menghentikan langkahnya karena dia ingin mengajak pria itu makan siang.
" Maaf, saya sudah memiliki janji dengan istri saya untuk pergi makan siang bersama. Jadi dengan penuh rasa hormat sayang meminta maaf karena tidak bisa pergi makan siang bersama anda." Tolak Elang dengan lembut.
Saat ini, Elle adalah prioritas utama baginya. Jadi Elang akan melakukan apapun untuk istri tercintanya.
" Sekalian saja kita makan siang bersama istri anda. Asisten anda juga bisa ikut." Elang berada di dalam dilema saat ini.
Dia hendak menolak pria itu lagi, namun saat dia hendak menolaknya, Elle sudah sampai di sana dengan wajah bahagia miliknya.
" Sayang..." Elle tersenyum menghampiri suaminya.
Dia membalas pelukan yang di berikan pria itu padanya dan mengenalkannya pula pada rekan bisnisnya.
" Cantik, kenalkan ini Tuan Hong, Klien ku dari Singapura. Dia mengajak kita makan siang, Apa kamu mau?" Walau di dalam hatinya dia sedikit kecewa, tapi Elle harus memaklumi dengan pekerjaan suaminya yang seperti ini.
Lagi pula hidup mereka saat ini berada di lingkungan bisnis dan ini sudah terbiasa untuk hidup seperti itu, jadi dia harus bisa menyesuaikan dirinya di manapun dan dalam kondisi apapun saat bersama suami.
" Baik, aku akan ikut." Jawabnya yang membuat Elang merasa bangga dengan tingkat kedewasaan istrinya yang bisa menerima semua ini dengan sangat baik.
Sungguh, istrinya ini memang sangat luar biasa sekali. Elle benar-benar sangat hebat.
" Ayo sayang, Kita pergi." Elang langsung menggandeng tangan istrinya dan mereka pergi bersama untuk menuju restoran yang memang akan menjadi tempat makan siang mereka kali ini.
Melihat pemandangan di depannya saat ini membuat Bobby merasa jengah. Dadanya terasa sesak sekali saat melihat pemandangan seperti ini.
" Ini bukan zebra cross untuk penyebrangan, jadi menurut ku tidak perlu bergandengan tangan di depan umum seperti ini." Sindiran keras Bobby berikan agar kedua bosnya bisa mengerti dengan perasaannya saat ini.
Di saat Elang hendak menjawabnya, Elle yang lebih dulu menjawab asisten suaminya itu.
" Jika iri, cari saja wanita yang bisa di gandeng tangannya. Tidak sulit bukan?" Elang tersenyum iblis saat mendengar apa yang istrinya katakan.
Apalagi saat melihat raut wajah Bobby yang terlihat memesan kekesalan seperti itu. Sungguh, Elang merasa bahagia sekali dengan semua ini.
...🖤🖤🖤...