Secret Mafia In Love

Secret Mafia In Love
Flashback



Tarisa mencoba untuk menguatkan dirinya saat mengetahui kabar dari Sky bahwa suaminya tengah merasa kesakitan akibat rasa sakit yang di rasanya.


Dia langsung masuk ke dalam kamarnya dan melihat bahwa suaminya tengah tertidur di atas tempat tidur mereka.


" Alexander..." Suaranya bergetar saat menghampiri pria yang tengah bersamanya selama puluhan tahun itu.


Langkah kecil Tarisa menghampiri suaminya dengan susah payah.


Dia berusaha sekuat tenaganya untuk menghampiri sang penguasa dalam dirinya dan juga cintanya.


Tarisa susah sampai di dekat pria itu dan dia menggenggam tangannya.


Betapa kagetnya Tarisa saat melihat tangan pria itu yang terjatuh begitu saja saat dia menariknya.


" A-alexander..." Suara Tarisa semakin bergetar saat mengetahui kenyataan ini.


Tidak, bukan ini yang di inginkan dirinya. Bukan seperti ini sungguh.


" Ka-kau tidak meninggalkan ku bukan? Kau tidak pergi meninggalkan aku kan?" Air matanya mulai mengalir.


Dia benar-benar berharap bahwa semua ini tidak benar. Ini semua tidak benar adanya.


" Ku mohon jangan katakan aku harus menerima ini semua Alexander, ku mohon jangan." Tarisa semakin menangis.


Dia mencoba untuk memeriksa keadaan suaminya dan betapa hancurnya Risa saat mengetahui bahwa suaminya benar-benar sudah tiada dan pergi meninggalkannya.


" Kenapa Alexander, kenapa? kenapa aku harus bertahan di dunia ini sementara tidak ada kamu di sisi ku. Siapa yang nantinya akan


Menyisir rambut ku di pagi hari? Lalu bagaimana aku nanti? Siapa lagi yang memanggil ku orang China? Siapa lagi yang akan bertengkar dengan ku Alexander? Siapa?" Air matanya semakin mengalir dengan deras.


Sakit sekali hatinya merasakan semua ini. Sejak kapan suaminya pergi meninggalkannya? Apa anak-anaknya tau tentang semua ini?


Tarisa menghapus air matanya dan naik ke atas tempat tidurnya bersama sang suami. Setidaknya dia ingin tidur bersama suaminya untuk yang terakhir kalinya.


Cinta yang paling besar dan paling indah di dunia ini hanya milik Alexander seorang.


Tarisa merasakan begitu banyak kebahagiaan di atas duka dalam Belenggu Cinta Sang Penguasa.


" Aku mencintai mu Alexander. Setidaknya biarkan aku bersama mu untuk yang terakhir kalinya. Biarkan aku menemani mu malam ini dan aku berharap semoga tuhan mengabulkan keinginan ku untuk terus selalu bersama mu." Tarisa tidur di samping suaminya.


Sepasang suami istri itu sama-sama tertidur di atas tempat tidur yang sama, sampai saat pagi harinya Sky masuk ke dalam kamar itu hatinya di hantam kenyataan yang sangat menyakitkan baginya.


Kenyataan di mana dia harus menerima semua ini. Semua kenyataan yang tidak seharusnya di rasakannya.


Langkahnya terasa berat, nafasnya tercekat saat melihat kedua orang tuanya yang tertidur di atas tempat tidur yang sama.


Sky benar-benar tidak siap dengan semua ini. Semua kenyataan yang harus di terimanya.


" Papa, Mama..." Air Mata Sky jatuh begitu saja saat melihat bagaimana kenyataan yang harus di hadapinya saat ini.


" Kenapa harus sekarang Pa, kenapa harus sekarang?"


Brugh...


Tubuh jangkungnya terjatuh di lantai saat dia harus di paksa menerima semua kenyataan pahit ini.


" Maafkan Sky karena telah begitu banyak menyakiti Mama. Maafkan Sky yang begitu banyak menggores luka di hati Mama. Maafkan Sky Ma, maafkan Sky." Ucap pria rapuh itu.


Dia benar-benar rapuh dan merasa kehilangan arah saat ini.


" Maafkan Sky..." Dia terisak di pinggir tempat tidur kedua orang tuanya saat dia mengetahui bahwa Papa dan Mamanya telah pergi meninggalkannya.


...🥀🥀🥀 ...