
" Cantik..."
" Ya Om?"
" What do you say cantik?" Tanya Elang yang merasa heran karena Elle memanggilnya Om sementara tadi saja memanggilnya Kak.
" Om? Are you seriously? Om?" Tanya Elang lagi yang merasa heran karena Elle yang sudah merubah panggilannya.
" A-aku bingung harus memanggilnya apa di saat jarak usia kita yang sangat jauh. Jika aku memanggilnya kakak itu juga tidak mungkin. Lalu Om? menurutku itu lebih cocok." Jawabnya dengan malu karena jujur dia juga bingung harus memanggil apa pada Elang.
" Tidak, cukup panggil aku kakak saja karena aku sudah senang. Jika menginginkan panggilan lain boleh memanggilku dengan panggilan sayang."
Blush...
Wajah Elle semakin memerah malu karena apa yang dikatakan Elang tadi berhasil membuatnya kembali blushing.
" Sudah sana, nanti ketinggalan pesawat."
" Biarkan saja, aku bahkan rela ketinggalan 10 kali pesawat demi bisa melihat senyummu yang seperti ini. Jadi, bisakah aku mendapatkan pelukan?" Elle menghilangkan kepalanya karena dia malu melakukan hal itu.
Melihat Elle ya sepertinya tengah merasa malu membuat Elang yang langsung memeluk gadis cantiknya jika menunggu Elle yang memeluknya itu tidak mungkin.
Grep...
Jantung Elle berdebar kencang saat dia dipeluk oleh tubuh kekar Elang. Hangat, itulah yang dirasakannya saat ini karena memang pelukan dari pria itu benar-benar sangat menghangatkan.
Bahkan aroma tubuhnya sangat maskulin dan wajahnya yang hanya sampai di bagian dada bidangnya saja.
Dari posisinya saat ini, Elle bisa mendengarkan detak jantung pria itu yang begitu kencang.
" Kamu mendengarnya cantik? Itu adalah lebaran jantungku yang setiap kali makan seperti ini ketika bersamamu. Bahkan jika aku melihat wajahmu saja pun dia akan berdebar kencang seperti ini." Elle menganggukkan kepalanya karena dia memang bisa mendengarkan detak jantung Elang yang berdetak dengan kencang.
" Sudah lah, aku harus pergi sekarang. Jika seperti ini terus aku tidak akan bisa pulang meninggalkanmu. Bahkan rasanya aku ingin cepat-cepat untuk menikahi mu dan membawamu pergi bersamaku."
" Apa kita memang akan menikah?"
Pertanyaan dari Elle membuat Elang berkecil hati karena dia takut jika gadis cantik yang tidak ingin menikah dengan dirinya.
" Jika memang ini yang terbaik dan semua keluarga sudah setuju maka aku akan siap untuk menikah dengan kamu. Tapi--"
" Tapi apa?" Tanya Elang lagi.
" Apa kita harus tinggal di Indonesia? Lalu bagaimana jika aku merindukan Mommy dan Daddy? keluarga ku yang lainnya?" Ini yang memberatkan mereka berdua.
Baik Elang maupun Elle, mereka sama-sama tidak bisa memutuskan saat ini. Pekerjaan Elang semuanya di Indonesia karena memang berpusat di sana walau perusahaan intinya ada di Boston yang di jalankan oleh paman Gavio-nya.
" Kita lihat saja nanti cantik. Tapi aku tidak bisa meninggalkan perusahaan dan seluruh pekerjaan yang ada di Indonesia untuk tinggal di London bersamamu. Lagi pula, aku hanya anak tunggal dari mommy dan daddy ku. Jadi mungkin akan sangat sulit untuk kita pergi dari sana dan aku harap kamu bisa mengerti." Elle menganggukkan kepalanya karena dia tau bahwa seorang istri akan ikut bersama suaminya kemana pun suami pergi.
" Terima kasih karena telah mengerti posisiku. Tapi aku janji kapanpun kamu ingin pulang aku bisa menemanimu karena hanya itu yang bisa aku lakukan."
" Sudah, pergilah. Aku juga harus pulang karena tidak boleh berlama-lama di luar seperti ini karena dunia luar sangat mengerikan. Banyak mata jahat yang bisa kapan saja melukaiku." Elang setuju dengan apa yang Elle katakan karena memang hidup di keluarga besar seperti mereka ini akan sangat sulit dan serba salah.
Sebelum Elang pergi, dia menyempatkan dirinya untuk mengecup pipi Elle yang membuat gadis cantik itu semakin salah tingkah di buatnya.
Cup...
" Aku pergi Cantik. Jaga diri mu, terutama hatimu untukku karena aku akan segera kembali. Dan saat aku kembali nanti aku akan meresmikan dirimu entah itu sebagai calon istriku atau sekalian menjadi istriku."
" Aku pulang..." Elle langsung pergi meninggalkan Elang karena jujur dia sangat malu sekali rasanya saat ini.
3 kali Elang sudah membuatnya malu dan terus tersipu karena ulahnya.
" Aku mencintai mu Cantik..." Seru Elang tanpa rasa malu sedikit pun.
Sementara Elle terus saja berjalan meninggalkan Elang tanpa ingin berbalik arah lagi untuk melihat pria itu.
Elang yang melihat sikap Elle seperti itu hanya bisa tertawa saja. Dia benar-benar merasakan bahwa dirinya sangat menikmati sekali kehidupannya saat ini.
...🖤🖤🖤...