
Elang langsung menggendong istrinya untuk kembali ke kamar mereka.
Dia menggendong tubuh istrinya di depan apa bayi koala. Dia terus saja menatap wajah cantik istrinya yang terlihat sangat cantik malam ini dengan cahaya lampu yang tidak terlalu terang karena sebagian lampunya sudah padam.
" Kau cantik sayang..."
Blush...
Wajahnya tersipu malu. Dia yang terbiasa hingga saat ini ketika dipuji oleh suaminya.
Cup...
" Oh My God! Ya Tuhan, aku melihat apa ini? Mata suci ku ternodai dengan semua ini. Sumpah aku tidak melihatnya " Ucap Lila yang baru saja keluar dari dalam kamarnya untuk mengambil air minum namun dia melihat ada adegan tak kasat mata menurutnya.
" Sayang, ada Mommy." Elle pun langsung menyembunyikan wajahnya di caruk leher sang suaminya ketika apa yang di lakukan suaminya tadi langsung oleh ibu mertuanya dan hal itu membuat Elle semakin malu.
" Abaikan saja ibu mertua kamu itu sayang. Anggap ibu mertuamu itu tidak kelihatan."
Plak!
" Dasar anak kurang ajar." Umpat Lila dengan memukul bahu putranya.
sementara Elle semakin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang suaminya karena dia tidak tahan dengan ibu mertuanya yang selalu saja menggodanya seperti ini.
" Simpan saja tenaga Mommy. Elang tau bahwa Mommy pasti baru saja menyelesaikan pertempuran dengan Daddy bukan? Jangan lupa aktifkan peredam suaranya, jika tidak suara Mommy yang mengerikan itu akan terdengar kemana-mana." Ucap Elang dengan santai lalu meninggalkan ibunya begitu saja hingga membuat Lila terpelongo di tempatnya.
" Apa suara ku terdengar hingga keluar? Jika iya maka--ya tuhan, malunya aku." Ucap Lila yang baru menyadari jika dirinya bisa mengerikan seperti itu juga.
Elang sendiri kembali membawa istrinya masuk ke dalam kamar mereka setelah berdebat dengan ibu mertuanya.
Brak!
Elang sengaja menutup pintu kamarnya dengan kaki jenjang miliknya dan mengunci pintu kamar mereka karena dia tidak ingin malam pertamanya dengan istrinya terdengar hingga ke luar kamar mereka.
" Kak..."
" Aku sudah menunggu ini sejak lama cantik, aku mohon jangan menundanya lagi hingga membuat ku kembali menunggu." Ucap Elang dengan begitu melas.
Dia takut jika istrinya kembali tidak siap hingga membuatnya harus kembali menunggu.
" Lakukan lah kak, aku siap untuk itu." Ucap Elle dengan yakin.
Dia meyakinkan dirinya bahwa dia siap untuk ini semua. Dia meyakini dirinya bahwa dia siap untuk menjadi istri Elang seutuhnya.
" Aku bersumpah bahwa aku tidak berhenti lagi walau kamu memintanya sayang. Aku benar-benar tidak akan berhenti lagi." Anggukan kepala dari istrinya membuat elang langsung mencium bibir istrinya dengan lembut sebagai awal dari sentuhannya untuk Elle.
Dia memulai semua itu dengan lembut karena dia tau bahwa ini adalah pertama kalinya bagi sang istri untuk melakukan hal seperti ini.
Begitu juga dengan Elang. Dia memang belum pernah melakukannya, tapi insting seorang laki-laki tidak bisa di ragukan lagi.
Puas dengan mengeksplor bibir istrinya, ciuman Elang berpindah ke batang leher Elle yang selalu menggodanya.
" Aaahhh...Kakak...." ******* pertama Elle lolos begitu saja saat dia merasa bahwa dadanya di remas dengan lembut oleh suaminya.
Ya, Elang memang melakukan hal itu karena dia ingin mengetahui bagaimana indahnya suara lembut nan manja milik Elle jika mendesah dan itu benar-benar terdengar sangat indah.
" Aku buka sayang..." Elle kembali memberi izin hingga membuat Elang langsung melepas satu persatu kancing piyama tidur sang istri hingga kini menunjukan benda keramat yang berwarna baby blue itu terlihat sangat indah sekali berpadu dengan kulit indah sang istri.
" Kak, Malu..." Ucap Elle yang merasa sangat malu ketika tubuhnya di tatap seperti itu oleh suaminya.
Elang sendiri menyingkapkan kedua tangan istrinya yang menutupi benda kembar miliknya.
" Jangan di tutupi sayang, aku ingin melihatnya dengan jelas. Biarkan aku melihatnya sebelum aku membukanya nanti." Elle pun membiarkan suaminya melakukan itu hingga dia merasakan kedua tangan suaminya yang merambat di punggungnya dan melepas pengait bra yang di pakainya saat ini dan " Waw!" Elang berdecak kagum saat dia melihat keindahan yang sesungguhnya milik Elle.
Sungguh, ini benar-benar sangat indah di mata Elang. Tidak di pungkiri lagi karena semua yang ada di dalam atau pun luar sang istri, itu memang sangat indah di mata Elang.
" Kak..."
" Aku menyukainya sayang, ini terlihat sangat pas di genggaman tangan ku." Ucap Elang sambil memegang benda kenyal milik istrinya hingga membuat gadis yang sebentar lagi akan menyandang status wanita seutuhnya itu semakin merasakan panas dingin di tubuhnya.
" Kak, jangan..." Rengek Elle saat suaminya yang semakin mendekat padanya hingga membuat gadis itu mendesah nikmat ketika Elang menghisap puncak dadanya.
" Aaahhh....Sayang...."
" Lakukan seperti itu cantik, aku menyukai panggilan itu. Panggil aku sayang seperti itu. Panggil aku sayang mulai sekarang." Ucap Elang sebelum memulai pertempuran mereka yang sesungguhnya.
...🖤🖤🖤...