
Elang saya memeluk dan berusaha menenangkan istrinya yang sejak tadi menangis.
Dia tidak menyangka jika istri yang bisa begitu berduka atas kepergian Opa Gale.
" Kenapa Opa pergi secepat ini kak? Opa sudah berjanji padaku bahwa dia akan memberikan nama untuk anak kita. Aku sudah menyetujuinya tapi kenapa Opa lebih memilih pergi sekarang? apa Opa ingin mengingkari janjinya?" Elle terus aja menangis dalam dekapan suaminya.
Begitu juga dengan Elang, dia juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan istrinya.
Bukan hanya Elle saja yang kehilangan, tapi Elang juga sama.
Dia juga merasakan kehilangan yang sangat mendalam.
" Berhenti menangis sayang. Opa pergi meninggalkan kita dalam keadaan luar biasa. Seperti yang Daddy katakan, Opa sudah bahagia karena bisa menyusul Oma Viona. Kita harus melepas kepergiannya."
" Tapi harus kita tidak ada yang mengetahuinya? aku sudah mengatakan pada kakak bahwa perasaanku tidak enak. Aku terus saja memikirkan keadaan Opa, hingga aku datang ke kamarnya lalu aku melihat Opa yang tertidur di sofa sambil memeluk foto cantik Oma Viona dan juga cincin pernikahan mereka." Elle suaminya apa yang dilihatnya pada saat di kamar Opa Gale.
Elle tidak bisa membayangkan bagaimana pria itu berjuang sendirian menghadapi maut menjemputnya.
" Itulah jalannya sayang. Percayalah bahwa Opa sudah bahagia saat ini." Ucap Elang yang berusaha menjalankan pada istrinya bahwa bahwa mereka semua harus bisa menerima keadaan yang sudah ditakdirkan Tuhan pada keluarga ini.
Mereka harus bisa menerima semua ini dengan lampunya ada kabar ini sudah takdir dari yang maha kuasa.
" Sekarang makan dulu ya, atau istirahat. Kamu sudah tidak tidur sejak tadi malam." Elle menggelengkan kepalanya.
Dia tidak ingin tidur karena dia ingin melihat jasad Opa Gale.
" Rosella, aku mohon tolong mengerti. Opa juga tidak akan suka melihat mu dalam keadaan seperti ini." Ucap Elang lagi.
Elle hanya bisa menurut saat suaminya sudah memanggil namanya dengan panggilan Rosella.
" Temani aku sampai tidur." Pintanya dengan manja.
" Apa Elle sudah tidur? apa dia baik-baik saja?" Tanya Lila yang juga merasa khawatir dengan keadaan menantunya.
Dia tahu bahwa sejak tadi menantunya terus saja menangkan merasa terpukul karena dia adalah orang yang pertama kali menemui ayah mertuanya dalam keadaan tak bernyawa.
" Elle sudah tidur Mom. Dia sangat terpukul dengan kejadian ini. Elle terus saja mengunggah janji Opa dia mengatakan bahwa dia yang akan memberi nama untuk anak kami. Istri Elang sangat terpukul karena dia adalah orang yang pertama kali menemui Opa yang sudah tidak bernyawa." Jelas Elang.
Mereka semua mengetahui itu bahwa seorang Gale Thominshon Jade begitu menyayangi cucu menantunya yang bernama Rosella.
Dia sudah mengatakan bahwa senyuman yang di miliki wanita itu sangat mirip sekali dengan senyuman milik istrinya.
" Bagaimana dengan Uncle Gavio Dad? Lalu Aunty Leana?" Tanya Elang.
" Aunty Leana dalam perjalanan ke sini. Dia langsung terbang dari Bali saat mendapatkan kabar duka. Hanya saja, Uncle Gavio tidak bisa di hubungi." Tak lama setelah Brian mengatakan hal itu pada putranya, dia melihat bahwa Gavio sudah sampai di sini.
" Kak Brian..."
" Gavio..." Brian langsung menghampiri adik bungsunya saat melihat pria bule itu datang ke sini sendirian tanpa dampingan anak dan istrinya.
" Katakan ini tidak benar kak. Katakan pada ku bahwa ini tidak benar." Ucap Gavio yang merasa sangat terpukul dengan berita ini.
Entah mengapa dia merasa perasaannya sudah tidak enak sejak dua hari yang lalu. Pikirannya terus saja tertuju pada Daddy-nya hingga membuat Gavio memilih untuk terbang ke Indonesia demi melihat langsung pria hebat itu.
Namun kenyataan tidak berpihak padanya saat mengetahui bahwa pria hebat itu sudah tidak bernyawa lagi.
" Ini kenyataannya Gav, ini kenyataannya. Kita harus bisa melepas kepergian Daddy karena Mommy sudah menjemput Daddy." Air mata pria bule itu terus saja mengalir dengan deras saya mereka kembali di hadapkan dengan kenyataan pahit.
Kenyataan di mana pria terhebat mereka pergi untuk menyusul kekasih hatinya.
...🥀🥀🥀...