
Ctar...
" Aahhhkkk..." Suara kesakitan mulai menggema di ruangan itu.
Begitu juga dengan Elle, dia hanya bisa menatap pada suaminya yang berbuat perhitungan pada pria atau.
Bugh...
Elang melepaskan sebuah pukulan di perut hingga membuat pria itu jatuh tersungkur. Tidak sampai di sana saja, Elang kembali mengayunkan kakinya hingga berhasil melukai wajah pria itu.
" Aakkk..." Pria bertopeng kembali berteriak kesakitan.
" Aku sudah bersumpah bahwa aku akan melenyapkan mu dan mencabut kedua tanganmu ini dengan tanganku sendiri bukan? dan sekarang aku akan melakukannya. Aku akan membuatmu menyesal telah berani memperlakukan istriku dengan begitu buruk." Elang menarik rambut pria itu dan menyeretnya begitu saja.
Melihat suaminya yang sudah seperti kerasukan setan itu membuat Elle langsung bertindak karena dia tidak ingin melihat bagaimana cara suaminya menghabisi pria itu.
" Kak, aku mohon jangan lakukan itu padanya." Elang tidak lagi menanggapi istrinya. Dia terus aja berjalan sampai dia melihat Revan di sana.
" Bawa istriku pulang bersamamu Revan. Pastikan istriku mendapatkan perawatan setelah ini." Elle menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin pergi bersama Revan.
Dia tidak ingin suaminya melakukan hal yang jauh lebih berdosa lagi dari apa yang telah dilakukan di masa lalu.
" Kak, aku tidak ingin pulang bersama Revan. Aku ingin pulang bersama kakak." Ucap Elle yang sudah jelas-jelas menolak perintah dari.
" Kau harus pulang Rosella. Jika kau tidak ingin pulang maka aku akan memerintahkan Revan untuk menyeret mu. Jadi bawa dia pulang bersama amu Revan." Titah Elang lagi.
" Lepaskan aku sialan! aku akan membunuhmu karena telah berani melakukan hal ini padaku."
" Lakukan itu di alam sana nanti setelah kita bertemu. Kau akan mendapatkan apa yang telah kau perbuat pada istriku tadi. Aku benar-benar akan mencabut kedua tanganmu ini sesuai dengan apa yang kukatakan tadi." Elang terus saja berjalan meninggalkan Elle karena dia tidak ingin istrinya kembali menghentikan apa yang ingin dilakukannya.
" Kak Elang ayo kita pulang." Ajak Elle lagi namun langkahnya di tahan oleh Revan.
" Anda tidak akan pernah bisa menghentikannya jika dia sudah dalam keadaan seperti ini nona. Biarkan dia menyelesaikan semuanya dengan caranya dan pemirsa jadi dia pulang. Setelah dia pulang, aku mohon jangan tanyakan apapun tentang apa yang telah terjadi padanya. Sambut dia pulang dengan kasih sayang dan bersikaplah seolah tidak terjadi apapun di antara kalian berdua." Ucap Revan.
Dia sengaja mengatakan hal itu supaya Elle mengerti bahwa suaminya tidak bisa diganggu lagi.
" Baiklah." Elle pun ikut pergi bersamanya.
Revan sengaja membawa Elle keluar dari jalur yang sudah mereka siapkan.
Sementara Elang, tiba-tiba saja dia mendapatkan sebuah tembakan kembali di lengannya hingga membuat tangannya yang menjambak rambut pria bertopeng itu terlepas begitu saja.
Melihat siapa yang menembaknya membuat Elang langsung datang dan membawa cambuknya lagi dan melepaskan sebuah cambukan di tubuh pria yang telah melepaskan pelurunya.
" Aahhhkkk..." Elang datang menghampirinya dan langsung melubangi kepala pria yang telah menembaknya tadi dengan sebuah peluru panas milik pria itu sendiri.
" Aku tidak akan membiarkan siapapun menghalangi langkahku saat ini. Aku akan ku tunjukkan pada kalian semua bagaimana caraku menghabisi musuhku. Aku akan menunjukkan pada kalian semua bagaimana cara memecahkan kepala orang dan melepaskan kedua tangannya dari tubuhnya secara langsung."
...🖤🖤🖤...