Secret Mafia In Love

Secret Mafia In Love
Kotak Bekal



Entah mengapa akhir-akhir ini perasaan Elle semakin tidak menentu. Dia selalu saja tiba-tiba datang ke kantor suaminya tanpa memberitahukan sebelumnya.


Seperti saat ini, Wanita itu baru saja kotak makan siang untuk suaminya. Dia tau mau suaminya itu pasti belum makan siang karena sudah makan siang pun pria itu masih saja bekerja dengan laptopnya.


" Cantik, kenapa ke sini? aku sudah mengatakan padamu untuk di rumah saya dan jangan terlalu banyak bergerak. Aku takut dengan keadaan kamu yang semakin hari semakin sulit untuk bergerak." Elang langsung menghampiri istri dan membawa desa itu duduk di sofa.


Elle tidak memperdulikan apapun lagi yang dikatakan suaminya karena yang terpenting saat ini adalah makan.


" Ini sudah masuk jam makan siang tapi kenapa belum juga makan siang? pekerjaan memang penting tapi makan juga tak kalah penting. Kita bisa bekerja dengan baik dengan keadaan perut yang terasa kenyang. Setidaknya tuangkan waktu sebentar untuk makan siang." Ucap Elle yang merasa kesal dengan suaminya.


Sudah dua kali dia datang ke perusahaan suaminya dan melihat bahwa pria itu belum juga makan walau sudah mau masuk kerja makan siang.


" Aku sudah memesan makan siang Cantik, saya tidak menunggu dan datang saja. Lagi pula hari ini mobil tidak masuk bekerja karena dia ada urusan penting katanya jadi aku bersama sekretarisnya."


" Siapa?" Tanya Elle langsung pada suaminya.


" Aku juga tidak mengetahui namanya siapa. Jangankan namanya, wajahnya saja pun aku tidak tahu seperti apa bentuknya. Lagi pula dia seorang wanita jadi aku tidak tertarik sama sekali bekerja sama dengan dirinya." Jawab Elang.


Jangan tanyakan bagaimana kesetiaannya sebagai seorang suami. Kesetiaan dan rasa cinta yang pria itu milikku benar-benar sangat luar biasa. Lagi pula seluruh hati dan cinta yang sudah diberikan kepada wanita yang tengah mengandung buah hati yang saat ini. Jadi dia tidak perlu lagi melihat wanita manapun di dunia ini yang menurutnya tidak penting sama sekali.


" Oh..." Hanya dua huruf saja yang di ucapkan Elle pada suaminya yang membentuk sebuah kata.


Selebihnya dia tidak berbicara lagi karena memang sudah saatnya mereka untuk makan siang.


Baik Elang maupun Elle, mereka terlihat begitu menikmati sekali makan siang mereka berdua hingga saat sudah selesai, Elle langsung membawa kau tak bekal yang dibawanya tadi ke pantry untuk meminta pada office boy membersihkan kotak bekal tersebut.


" Ini sudah selesai Nyonya, saya sudah mengelapnya hingga kering." Ucap office boy tersebut dengan sopan.


Jika tidak ada mereka, mungkin tidak ada yang membersihkan semua ini.


Ceklek...


Pintu ruangan kerja Elang terbuka dan dia sudah tau bahwa itu adalah istrinya, karena tidak ada yang berani membuka pintu ruangan kerjanya tanpa mengetuknya lebih dulu.


Bahkan Bobby yang sering bersikap kurang ajar saja pun masih bersikap sopan.


" Sudah cantik? sudah puas dengan cara mencuci office boy itu?" Elle menganggukkan kepalanya karena memang dia hanya ingin kotak bekal miliknya di cuci oleh pria itu.


Bahkan setiap kali dia selesai mencucinya, Elle selalu saja meninggalkan lembaran uang seratus ribu untuknya.


" Sudah. Aku ingin tau berapa lama waktu kerja mereka sayang." Elang langsung menghentikan kegiatannya.


Dia terfokus pada istrinya saat ini.


" Mereka hanya ada 2 shift cantik. Masuk jam 6 pagi dan Jam 12 siang akan selesai pada jam 8 malam." Jawab Elang karena memang dia mengetahui tentang ini semua.


" Berapa lembur yang di terima karyawan kantor di setiap divisi?"


" Aku tidak tau untuk itu cantik karena bukan aku yang memegang kendalinya." Jawab Elang.


" Besok, aku ingin bertemu dengan para office Boy atau pun office girl-nya. Aku ingin tau keluh kesah dari mereka yang bekerja. Jika aku menemukan kejanggalan, maka aku akan mengusut semua ini."


...🖤🖤🖤...