
Elle kembali ke kamarnya setelah merasa bahwa dia tidak kuat mendengar apa lagi yang akan dibicarakan kedua orang itu.
Dia benar-benar tidak sanggup mendengarkan apalagi yang akan dibicarakan mereka berdua.
Opa Alex dan Daddy-nya, Elle tidak kuat untuk menghadapi semua ini jika itu memang benar terjadi.
" Sayang... kamu kenapa?" Tanya Elang yang merasa panik dengan keadaan istrinya saat ini.
Melihat suaminya yang datang membuat Elle langsung menghampiri pria itu dan memeluknya.
Dia menangani dalam dekapan sang suami. Elle benar-benar menumpahkan semua rasa sesak di dadanya saat ini.
" Rosella, jangan membuatku takut seperti ini sayang. Ayo katakan padaku apa yang terjadi." Tanya Elang yang semakin merasa khawatir dengan keadaan istrinya.
" Opa, Ternyata apa sakit parah. Penyakit kanker hatinya kembali menggerogoti dirinya. Opa sudah pernah melakukan transplantasi hati bersama Daddy dan sekarang--" Elle tidak sanggup melanjutkan kata-katanya lagi karena rasanya sangat sesak sekali.
Dadanya terasa sangat sakit saat membahas semua ini. Semuanya terasa sangat sakit dan menyesakkan.
" Dulu, dulu sekali aku pernah merasakan bagaimana posisi Daddy saat ini. Aku pernah di posisi itu saat apa Gale bercerita padaku. Aku takut jika semua itu akan kembali terjadi. Aku benar-benar takut akan semua hal ini kak. Aku benar-benar takut." Ucap Elle lagi.
Dia sangat takut sekali dengan semua perasaannya.
" Sayang, kamu tahu bukan bahwa setiap makhluk yang bernyawa akan kembali padanya? dia tidak siap kita harus menyiapkan diri untuk semua itu. Suatu saat kita harus menghadapi semuanya. Kematian itu akan datang pada kita. Tidak ada satu orang pun yang bisa lepas dari yang namanya kematian karena mereka semua akan menghadapinya." Ucap Elang.
Dia mengatakan semua itu karena dia juga tahu bahwa setiap makhluk yang bernyawa pasti akan kembali padanya.
" Aku taku Kak, tapi kenapa rasanya sakit sekali untuk menerima kenyataan pahit ini. Bahkan yang lebih menyakitkan lagi saat opah menitipkan Oma pada Daddy. Opa bahwa jangan biarkan kau mau menangisi kematiannya. Opa masih hidup, tapi kenapa dia sudah mengatakan tentang kematian di sini. Kenapa Kak?" Tanya Elle dengan penuh air mata.
Dia benar-benar merasakan sakit di dadanya. Semua kesakitan ini tidak sanggup di rasanya sendirian.
" Sayang, percayalah bahwa ini yang terbaik untuk Opa. Jika pun kita melakukan perobatan medis lagi aku yakin bahwa Opa sudah melakukannya. Tapi kembali lagi bahwa Opa juga pasti sudah lelah dengan perobatan itu. Percayalah bahwa ini yang terbaik untuk Opa." Ucap Elang.
Dia terus memberi kekuatan dan keyakinan pada istrinya bahwa semuanya sudah memang suratan takdir.
Mereka pasti akan bertemu dengan takdir yang namanya kematian. Tidak ada satu orang pun yang bisa lepas dari maut jika memang sudah waktunya tiba.
" Sekarang hapus air mata kamu dan kita harus tidur. Mungkin kamu sudah lelah dengan semuanya. Apalagi acara ulang tahun Sean tadi pagi. Sekarang saatnya kamu istirahat." Elle menggelengkan kepalanya karena dia tidak bisa tidur.
" Sayang, aku mohon..." Pinta Elang dengan sangat pada istrinya.
" Ayo tidur, aku akan menemani kamu. Aku akan memelukmu sayang." Elang membawa istrinya ke atas tempat tidur mereka dan menemani wanita itu hingga benar-benar tertidur.
Dia tau bahwa semuanya tidak mudah bagi istrinya. Pasti semua ini sangat berat baginya.
" Aku harap kamu bisa menerima semua keadaan ini sayang. Kamu harus bisa kuat untuk menghadapi semuanya. Kita akan melewati ini bersama-sama dan aku akan terus menemanimu." Ucap Elang.
Dia membelai wajah cantik istrinya dan memberikan kecupan manis di keningnya.
Elang sangat mencintai wanita yang selalu berada di hatinya.
Wanita pertama yang telah membuatnya jatuh cinta hingga sedalam ini. Elle adalah satu-satunya wanita yang membuat elang benar-benar bertekuk lutut di hadapannya dan rela melakukan apapun untuk wanita itu.
" Berdoalah agar semuanya baik-baik saja Sayang dan aku harap kamu bisa menerima semuanya." Elang pun turun ke bawah untuk melihat keadaan di rumah besar keluarga istrinya ini.
Saat dia sampai di bawah, seluruh keluarga sudah berkumpul di sana.
" Di mana Elle?" Tanya Rigel saat melihat adik iparnya yang jauh lebih tua darinya itu baru datang bergabung dengan mereka semua.
" Elle sudah tidur. Dia mendengar apa yang Daddy dan Opa bicarakan tadi. Dia menangis dan merasa sangat terpukul untuk itu." Jawab Elang.
Dia menceritakan bagaimana keadaan istrinya setelah mendengar apa yang Opa dan ayah mertuanya ceritakan.
" Lalu bagaimana keadaannya sekarang?" Tanya Acher yang juga merasa khawatir dengan keadaan adik perempuannya.
" Elle baik-baik saja dan semoga tidak terlalu memikirkan semua ini." Mereka semua sangat mahal dalam keadaan adik perempuan mereka satu-satunya.
Perasaan Elle sangat sensitif sejak dulu, jadi mereka semua harus memastikan bahwa keadaan saudari perempuan mereka baik-baik saja.
" Tolong jangan pernah meninggalkannya. Temani dia selalu." Ucap Acher pada Elang.
Jujur dia tidak tau harus bagaimana bicara dengan Elang.
Ingin memanggil nama tidak mungkin. Memanggil adik ipar rasanya Kelu dan lebih parahnya lagi jika memanggil Kakak lebih lucu lagi.
Hais, sudahlah. Mereka bingung harus bagaimana dengan semua ini.
...🖤🖤🖤...