
Keesokan paginya, Elang dan Elle sudah bersiap karena memang mereka akan pergi untuk berfoto.
Mereka sengaja melakukan hal itu karena pernikahan mereka di adakan dengan begitu mendadak hingga tidak memiliki foto prewedding.
Tidak seperti Rigel dan Belle yang begitu banyak foto prewedding-nya dengan berbagai macam tema dan warna.
Elle tidak meminta banyak untuk itu semua, dia hanya ingin memiliki foto di bawah bunga sakura karena memang dia menginginkannya.
Apalagi kali ini musim masih dalam periode musim semi sebelum berganti musim panas nantinya
Maka Elle memilih waktunya secepat mungkin karena memang sudah sangat mepet untuk pergantian musim lagi setelahnya.
" Jangan berani-beraninya menyentuh istri ku." Elang menepis tangan fotografer yang hendak mengambil gambar istrinya.
" Maaf Tuan..." Sang fotografer hanya bisa mengatakan maaf saja.
Dia tidak berani mengatakan apa-apa lagi karena melihat wajah menyeramkan dari pria bule itu.
Lagi pula bagaimana bisa wanita secantik itu bisa menikah dengan pria yang memiliki wajah menyeramkan seperti ini dan juga terlihat sangat dewasa dan hampir tua.
" Kau ingin ku penggal hidup-hidup ya? Berani sekali kau memikirkan istri ku." Elang sudah menarik kerah kaos yang di pakai pria itu.
" Sayang sudah, jangan seperti itu. Dia bisa ketakutan." Elle mencoba untuk menghentikan aksi suaminya yang tidak biasa itu.
Entah bagaimana bisa Elle berada di dalam lingkaran para pria menyeramkan dengan tingkat kebucinan yang luar biasa.
Dari semuanya, yang terlihat normal hanya Dady Brian saja. Tapi dia juga tidak tau seperti apa aslinya.
" Sayang, sudah..." Elang menghela nafasnya dengan kasar.
Dia berusaha untuk menenangkan dirinya agar tidak terpancing emosi. Apalagi sampai membuat istrinya marah.
Tidak! Elang harus mencoba untuk sabar walau rasanya juga sangat berat.
" Sayang..." Elle kembali menegur suaminya agar tidak terus mengancam pria itu yang terlihat sudah sangat sulit sekali walau hanya untuk bernafas saja.
" Oke iya! Fine." Elang mundur dan membiarkan pria itu untuk mengambil gambar sang istri yang terlihat bagus.
Lihatlah, hanya dengan di foto dari belakang seperti ini saja pun istrinya sudah terlihat cantik.
Apalagi saat Elle memaksa untuk mewarnai rambutnya belum pergi ke Jepang, itu benar-benar membuat Elang semakin jatuh hati dengannya.
" Sayang, ayo sini." Panggil Elle.
Dia memanggil suaminya hingga membuat Elang berlutut di depan istrinya yang duduk di atas bangku taman bunga sakura ini.
" Kenapa di bawah? Nanti celananya kotor." Elang hanya tersenyum saja.
Dia membelai pipi isterinya dan itu membuat sang fotografer langsung mengambil momen seperti ini karena menurutnya ini adalah angle yang bagus.
Apalagi saat Elang yang mengecup Bibir istrinya, Pria itu langsung mengarahkan lensa kameranya ke arah sepasang suami istri yang tengah di mabuk asmara itu.
" Aku mencintai mu Rosella, aku jatuh cinta pada mu sejak saat pertamakali aku bertemu dengan mu malam itu. Aku benar-benar jatuh hati pada mu cantik..." Elang menggenggam tangan istrinya dan kembali mengecupnya hingga membuat pria lain di sana terus saja mengambil gambar mereka tanpa di sadari dan itu terlihat lebih natural dan lebih romantis menurutnya.
" Lalu aku harus menjawab apa jika saat itu bahkan aku merasa bosan dengan wajah kamu."
Duarr...
Elang seperti tersambar kembang api saat mendapatkan kebenaran atau kejujuran ini dari istrinya.
Dia tidak tau bagaimana menanggapi ini, tapi yang pasti rasanya aneh saat pertama mendengar hal ini yang langsung keluar dari bibir istrinya.
...🖤🖤🖤...