
Mendapatkan kunjungan dari keluarga istrinya beberapa hari yang lalu membuat Elang tidak bisa bernafas dengan benar.
Bagaimana tidak jika dia mendapatkan ancaman dari ayah mertuanya yang mengatakan bahwa jika sampai Elang kembali menyakiti putrinya, Sky tidak akan segan-segan menghabisi Elang tanpa ampun.
" Apa ini tidak sakit?" Tanya Elle pada suaminya yang mengobati luka di wajah pria itu.
" Tidak ada rasa sakit yang melebihi rasa sakit saat kamu mendiamkan ku sayang. Aku mohon jangan lagi mendiamkan ku." Ucap Elang dengan permohonan pada sang istri.
Dia sangat ketakutan ketika istrinya mendiamkan dirinya. Entah mengapa menghadapi sikap Elle yang begitu dingin terhadapnya membuat Elang merasa bahwa dirinya berada di ujung tanduk.
" Kenapa begitu? Aku tidak melakukan hal apapun, hanya diam saja."
" Tapi diam kamu itu membuat ku takut sayang. Jangan lagi mendiamkan ku seperti itu. Jika marah, tolong katakan saja secara langsung. Atau jika kamu ingin memukul ku itu jauh lebih baik." Jelas Elang.
Dia meminta pada istrinya untuk tidak melakukan hal itu padanya.
Dia tidak bisa jika di diamkan seperti itu oleh istrinya.
" Jika begitu jangan terluka lagi. Untuk apa terus bertarung seperti ini? Apa itu menyenangkan?"
" Maaf sayang..." Ucap elang lagi.
Mereka berdua berada di dalam kamarnya, namun tiba-tiba saja ada seseorang yang mengetuk pintunya dan itu membuat Elang kesal.
Sadar akan raut wajah suaminya yang terlihat kesal seperti itu membuat Elle langsung mengatakan pada suaminya untuk tidak melakukan hal itu.
" Jangan seperti itu kak. Mungkin saja itu pelayan yang membawakan pesan dari bawah."
" Kan aku sudah mengatakan pada mereka jika aku tidak menerima tamu di malam hari saat kita berdua." Elle tetap meninggalkan suaminya dan membuka pintu kamarnya.
" Ya?" Tanya Elle pada pelayan yang tidak berani mengangkat wajahnya untuk menatap padanya.
" Ada tamu di bawah Nona El."
Tubuh menjulangnya begitu terlihat mengerikan di belakang tubuh wanita cantik itu.
Ibarat kata, Elang yang berada di belakang tubuh mungil Elle itu terlihat seperti malaikat pencabut nyawa di belakang sang bidadari.
" Itu, katanya Tuan Sky, Daddy-nya Nona Elle tuan." Kedua bola mata Elang langsung membulat sempurna.
Di langsung mengusir pelayan itu karena dia harus berpakaian saat ini.
" Sayang ayo, kita harus bersiap karena Daddy kamu datang. Kita harus menyambut kedatangan mereka."
" Kenapa berubah? bukannya tadi kesal saat pelayan yang mengatakan ada tamu yang menunggu. Lalu kenapa saat ini terlihat sangat antusias sekali?" Wajah suaminya langsung cemberut ketika mendengar apa yang Elle katakan.
Dia juga tidak tau harus seperti apa. Entahlah, rasanya Elang tidak bisa berkutik saat menghadapi pria tua itu.
" Sayang, jangan seperti itu. Sudahlah, ayo kita temui mereka." Elang turun bersama Elle.
Namun saat mereka melewati kamar Opa Gale, Elle malah meminta untuk singgah ke kamar pria tua itu karena tadi dia tidak ikut makan malam.
" Kak, sebentar saja. Aku ingin melihat keadaan Opa."
" Ya sudah, sebentar saja ya. Jangan lama-lama cantik, aku takut menghadapi Daddy kamu." Elle hanya menganggukkan kepalanya saja.
Dia pun pergi ke kamar Opa Gale yang terlihat berdiam diri seperti biasanya.
" Opa, kenapa tidak ikut makan malam? Apa Opa sakit?" Tanya Elle dengan begitu lembut dns penuh perhatian pada Opa dari suaminya itu.
" Pergilah, temui ayah mu lebih dulu dan aku akan bercerita dengan mu besok."
...🖤🖤🖤...
Nb: Kalau ada typo langsung tag komen ya rakyat noveltoon😊