
Elang pergi menuju markas tempat gudang penyimpanan senjata mereka saat dia mendapatkan kabar bahwa tempat tersebut telah di bom.
Dan karena hal tersebut banyak anak buahnya yang mati dalam insiden tersebut. Hal ini benar-benar membuat Elang sangat syok.
Baru saja dia pergi meninggalkan tempat itu tapi sudah dibom begitu saja. Siapa yang berani melakukan hal ini padanya?
Tidak tahukah mereka bahwa Elang sangat berbahaya?
" Beri santunan pada keluarga para korban. Jika mereka memiliki anak istri, aku ingin kalian mengurus dan menanggung biaya hidup mereka. Sekolahkan anak-anak mereka sampai mereka tamat SMA." Ucap Elang pada Bobby dan juga Revan.
Kedua anak buahnya tersebut langsung mengganggu dan melaksanakan perintah dari bos mereka.
Di saat Elang tengah merasa pusing saat ini ponselnya berdering dan itu panggilan masuk dari Elle gadis cantiknya.
" Halo..." Elle terkejut saat mendengar suara pria itu tidak seperti biasanya.
Jika biasanya Elang akan memanggilnya cantik dan terlihat sangat bahagia ketika dia menghubunginya ataupun pria itu yang menghubungi Elle, tapi tidak untuk kali ini.
Pria itu terlihat seperti tengah menanggung beban berat karena itu terdengar sangat jelas berbeda dari cara nada berbicaranya.
" Apa kakak sibuk?" Terdengar helaan nafas berat Elang dan itu semakin membuat Elle yakin bahwa Elang saat ini sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
" Kak..."
" Aku baik-baik saja cantik. Ada apa menghubungiku?" Tanya Elang yang berusaha untuk kembali memfokuskan dirinya pada gadis cantiknya.
" Aku hanya ingin memberitahukan saja bahwa besok acara pertunangan kak Rigel, Opa menyuruh ku untuk menghubungi kakak." Elang terlihat memejamkan matanya karena dia benar-benar merasa bingung saat ini.
Dia tidak mungkin pergi ke Paris di saat masalah tengah membelitnya di sini
" Maafkan aku cantik, aku tidak bisa pergi ke sana untuk menghadiri pesta pertunangan kakakmu. Aku tengah menghadapi masalah besar di sini. Salah satu gudang usahaku terbakar hangus dan hancur oleh bom. Banyak korban jiwa yang menyebabkan aku harus turun tangan langsung untuk mengecek semua ini."
" Ya Tuhan...Semoga mereka yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan kekuatan dari Tuhan." Ucap Elle yang merasa kasihan pada korban jiwa di tempat usaha calon suaminya itu.
Elang sedikit merasa lebih tenang karena Elle ini bisa mengerti dirinya saat ini. Bukan hanya itu saja, tapi calo istrinya itu terlihat begitu pengertian sekali dengan dirinya.
Itu terlihat dari cara dia menyikapi masalah yang tengah di hadapi Rigel saat ini dan itu sangat luar biasa sekali.
" Terima kasih atas pengertianmu cantik. Sampaikan rasa hormat dan salamku pada keluargamu. Aku minta maaf karena tidak bisa menghadiri acara bahagia kakakmu karena masalah yang tengah ku hadapi saat ini. Aku ingin datang, tapi itu tidak mungkin untuk ku meninggalkan semua ini." Jelas Elang lagi.
Elle mengerti dengan keadaan Elang saat ini. Dia juga tidak mungkin memaksakan kehendaknya pada pria itu. Itu sama saja dia bersikap egois dan Elle tidak ingin memberatkan calon suaminya itu dengan segala keinginannya yang harus dituruti.
" Sampaikan juga salam ku pada keluarga korban. Aku turut berduka cita atas musibah ini."
" Terima kasih cantik..." Ucap Elang dengan begitu tulus karena Elle sudah sangat mengerti dirinya.
" Sama-sama Kak. Aku tutup teleponnya ya."
" Aku mencintai mu Cantik." Elle tidak menjawabnya dan dia langsung mematikan ponselnya begitu saja tanpa ingin menjawab Elang.
Mengetahui panggilan teleponnya di putuskan begitu saja membuat Elang mendesah lelah.
" Aku berharap suatu saat kamu akan membalas kata cinta ku cantik."
...🖤🖤🖤...