Secret Mafia In Love

Secret Mafia In Love
Bertarung




Mereka sudah berada di arena tarung saat ini. Melihat bagaimana tubuh pria yang akan di lawannya begitu mulus membuat Elang merasa miris sekali dengan keadaan tubuhnya saat ini yang di penuhi dengan begitu banyaknya bekas luka.


" Ayo mulai!" Elang menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin bertarung dengan senjata seperti ini.


Walau mereka juga memegang senjata, tapi Elang takut dia yang lepas kendali jika bertarung dengan senjata.


Bukan hanya Elang saja yang khawatir, tapi Boby dan Revan juga merasakan hal yang sama.


Elang akan sangat mengerikan jika sudah beranak senjatanya.


Bukannya memulai, Elang malah menjatuhkan kedua senjata yang di pegangnya saat ini.


" Aku tidak ingin bertarung dengan senjata. Aku tidak ingin melukai kalian semua dengan senjata itu. Aku takut gelap mata hingga bisa saja melukai kalian berdua." Ucap Elang yang masih memikirkan semua ini.


Di saat Elang menjatuhkan senjatanya, Rigel dan Reyden juga menjatuhkan senjata itu karena mereka menghargai pria dewasa di depan mereka saat ini.


" Kalau begitu, bertarung saja dengan tangan kosong." Ucap Rigel pada Elang setelah dia menjatuhkan senjatanya.


Melihat Rigel yang sudah siap dengan semua itu membuat Elang langsung mengambil kuda-kudanya.


Dia mulai membaca gerakan dari kedu pria yang berada di depannya saat ini.


" Hiiaaaaakkkkk...." Rigel mulai bergerak dengan menyerang Elang.


Melihat Rigel yang mulai menyerangnya membuat Elang langsung sigap untuk menangkis semua serangan yang di berikan Rigel.


Semua gerakan dari anak muda ini sangat rapi dan terlatih. Begitu juga dengan Rigel yang membaca gerakan dari pria yang akan menjadi adik iparnya ini.



Bugh...


Elang berhasil menyerang Rigel tapi pria itu tidak bergerak sedikit pun.


Mereka berdua mudur untuk mengambil nafas sampai keduanya kembali bertarung dan masuk Reyden yang juga menambah sengit pertarungan di antara mereka.


Ketiganya saling menyerang hingga membuat Elang lebih mudah membaca gerakan mereka.


Brugh ..


" Aahhhkk..." Reyden kesakitan saat rahangnya terkena pukulan dari elang hingga sebelah kakinya di serang oleh Elang hingga membuatnya terjatuh di lantai.


Melihat Reyden yang sudah jatuh membuat Rigel semakin gencar menyerang Elang dan berhasil melukai wajahnya juga.


Bugh...


Keduanya tidak ada yang mengalah hingga saling mengunci dan mencekik leher lawannya masing-masing.


Baik Elang atau pun Rigel, tidak ada yang ingin mengalah sampai saat Insting Elang merasa bahwa Reyden akan kembali menyerangnya membuat Kaki panjang Elang langsung menyerang Reyden hingga membuat pria itu kembali terjauh untuk yang kedua kalinya.


Rigel yang melihat Reyden terjatuh seperti itu membuatnya lengah hingga membuat Elang langsung mengambil tindakan untuk itu dan dia berhasil mengangkat tubuh Rigel dan membantingnya ke lantai.


Brughh...


Tubuh Rigel sudah di kunci oleh Elang hingga membuatnya langsung ingin kembali menghajar pria muda itu namun, saat Elang hendak menghajarnya lagi terdengar suara seorang gadis cantik yang berteriak padanya.


" Hentikan!" Teriak Elle yang berusaha untuk menghentikan semua itu.


Dia naik ke atas ring untuk membantu Reyden berdiri begitu juga dengan Rigel yang langsung mendorong tubuh besar pria yang menindih tubuhnya tadi.


" Cantik..." Elang langsung menghampiri gadis cantiknya yang tengah menolong saudara kembarnya itu.


" Aku tidak menyukai pria kasar seperti mu. Apalagi--" Elle melihat seluruh tubuh bagian atas Elang yang di penuhi luka seperti itu.


" Setelah ini aku ingin bicara dengan kamu!" Ucap Elle yang langsung pergi meninggalkan Elang yang masih berada di atas ring.


...🖤🖤🖤...