
Elle dan Elang udah kembali ke ruangan kerjanya setelah melakukan pembicaraan bersama karyawan suaminya itu.
Saat mereka masuk ke ruangan kerja Elang, Dia melihat bahwa ada seorang wanita yang duduk di sana dengan pakaian yang sangat ketat dan terlihat seksi.
Tidak hanya itu saja, saat melihat Elang masuk, wanita itu terlihat merapikan penampilannya dan membuka satu kancing kemeja atasnya.
Melihat hal itu membuat Elle langsung maju ke depan untuk menghampirinya.
Bukan hanya Elle saja yang kaget melihat wanita itu, tapi dia sendiri pun kaget saat melihat ada wanita yang lain ikut masuk bersama bos besar tempat di mana dia bekerja.
" Siapa kau?" Tanya Elle dengan perawat wajah datarnya.
Tidak ada lagi raut wajah senyuman saat yang bersama suaminya tadi ketika melihat wanita seksi itu berada di ruangan kerja Elang.
" Sa-saya Devina Buk..." Ucapnya dengan suara yang terbata.
Apalagi salah tatapan tajam dari wanita yang berkerut buncit di hadapannya saat ini. Dia tau bawa ini pasti istri dari Elang.
Walau dia belum pernah bertemu dengannya sekalipun tapi dia tahu pasti bahwa itu adalah istrinya.
" Devina, sebagai apa kamu kerja di perusahaan ini?"
" Saya bekerja sebagai sekretarisnya tuan Bobby nyonya." Jawabnya yang berusaha untuk tetap terlihat baik-baik saja walau sebenarnya tidak sama sekali.
Dia tidak pernah menghadapi wanita yang memiliki harapan tajam seperti Elle. Menurutnya wanita yang berada di hadapannya saat ini memiliki wajah asli yang sangat cantik tapi sorot matanya seperti ingin membunuhnya saat itu juga.
" Kau seorang sekretaris tapi gaya pakaian seperti wanita yang bekerja di klub malam. Apa seperti ini standar SOP cara berpakaian wanita yang bekerja di perusahaan? apa aku harus menulis peraturan baru bahwa seorang wanita yang bekerja di perusahaan ini tidak boleh memakai rok di atas lutut dan memakai pakaian yang sangat ketat? jika ingin bekerja pakaian seperti ini bekerja di luar negeri. Budaya Indonesia tidak cocok dengan cara berpakaian mu seperti ini. Terlihat sangat mencolok dan murahan."
Jantungnya seperti di remas tangan tak kasat mata saat mendengar apa yang istri bosnya itu katakan.
Sementara Elang sendiri, campur dengan semua itu karena apa yang dikatakan istrinya itu memang benar.
Melihat bagaimana cara wanita ingin berpakaian sudah membuat Elang merasa muak.
" Apapun yang kau lakukan tinggalkan saja pekerjaannya di meja itu dan kau boleh pergi." Devina meremas map yang di bawanya saat itu.
Dia benar-benar tidak menyangka bahwa dari permalukan seperti ini oleh istri bosnya sendiri.
Niatnya ingin menggoda Elang dan menunjukkan keseksian tubuhnya malah dibalas dengan hinaan yang sangat luar biasa dari wanita itu.
" Permisi." Tanpa menunggu waktu lama lagi Devina langsung meninggalkan ruangan itu karena dia merasa bahwa dia sudah tidak bisa berlama-lama lagi di sana.
Ini adalah pertama kalinya dia mendapatkan hinaan seperti ini. Biasanya para pria merebut untuk berkencan dengannya tapi kali ini dia tidak bisa bos tempat di mana dia bekerja.
Jangankan menggodanya, bahkan pria itu tidak pernah menganggapnya sama sekali saat beberapa hari kerja bersama.
Melihatnya saja pun tidak pernah, jadi kata-kata pedas dari istri bos yang tadi benar-benar menampar wajahnya saat itu juga.
" Kenapa diam saja? Apa kakak senang bekerja dengan wanita seperti itu?" Tanya Elle yang merasa kesal dengan suaminya yang tidak merespon apapun tadi.
" Apa aku harus menjawabnya? Jangan kan suka, tanyakan padanya pernah atau tidak aku melihatnya. Jadi aku tidak perlu menjawabnya apakah aku suka atau tidak bekerja dengannya karena aku tidak suka walau aku juga tidak memungkiri bahwa kerjanya teliti. Tapi cara dia bersikap membuat ku muak."
...🖤🖤🖤...