
Elle udah sampai tempat di mana suaminya bekerja. Dia langsung dibawa menuju ruangan kerja suaminya saat mengetahui bahwa anda asisten sang suami yang sudah menunggunya di pintu utama perusahaan besar ini.
Dia merasa sangat canggih karena banyak orang yang memperhatikannya saat ini. Mereka semua pasti bertanya-tanya siapa wanita yang datang bersama tuan Bobby itu?
Apalagi dia memakai gaun hanya membuat penampilannya terlihat sangat sempurna.
" Sebelah sini Nona." Bobby mengarahkan Elle untuk menuju ruang kerja suaminya.
Elle pun mengikuti ajudan suaminya ini hingga mereka tiba di lantai paling atas tempat di mana suaminya bekerja.
" Cantik..." Ucap Elang dengan penuh senyum kebahagiaan saat melihat istrinya sudah datang dan membawakan bekal makan siang.
Dia langsung menghampiri gadis cantik itu dan memberikan begitu banyak kecupan di wajahnya.
" Aku merindukanmu." Ucap Elang dengan penuh perasaan.
Apa yang dilakukannya bersama Elle di lihat oleh Bobby hingg membuat pria itu langsung memberikan kode untuk Bobby pergi meninggalkan mereka berdua.l
" Kenapa masih di sini? pergilah sekarang karena aku tidak ingin melihat wajahmu lagi." Usirnya dengan begitu kejam tanpa perasaan.
Tidak pengen debat dengan pria kejam itu membuat Bobby langsung pergi meninggalkan sepasang suami istri itu begitu saja.
" Kak, kenapa mengurainya seperti itu?" Tanya Elle pada suaminya.
Dia merasa tidak enak dengan asisten suaminya itu yang telah mengantarkannya sampai ke tempat ini dan pria itu malah mengusir dan begitu saja bahkan tanpa mengatakan terima kasih sedikit pun.
" Jika tidak di usir dia akan terus saja berdiri di tempatnya bahkan sampai malam sekalipun. Sudahlah, jangan membahas tentangnya lagi karena aku sangat merindukan kamu." Elang kembali mau minum tubuh istrinya dan memberikan kecupan di pipi gadis cantiknya.
Gadis? Ya, hingga saat ini Elle masih gadis karena Elang belum menyentuhnya lebih dari sekedar pelukan di malam hari.
" Apa yang kamu bawa? Aku sudah sangat lapar." Elang pun membawa istrinya duduk di sofa yang berada di ruangan kerjanya.
Elle langsung menyiapkan makan siang untuk suaminya ke atas piring karena sebelumnya dia sudah meminta untuk di sediakan sebuah piring lengkap lengan gelasnya juga.
Awalnya Elang hanya biasa saja, sampai saat dia menerima menu makan siangnya dari sang istri, dia baru bertanya makanan apa itu.
" Ini nasi dengan salad dan dada ayam bakar rendah kalori. Aku juga menambahkan minyak sayur di dalamnya untuk kakak." Jawab Elle.
Elang pun langsung menyantap menu makan siangnya saat sang istri sudah menjelaskan apa yang di terimanya siang ini.
Namun, saat Elang hendak menyantap menu makan siangnya, Elle menghentikannya dan itu membuat Elang merasa kaget.
" Ada apa cantik?"
" Berdoa. Berkati makanan yang kakak terima siang ini dan ucapkan terima kasih pada Tuhan untuk itu." Elang pun meletakan piringnya dan berdoa.
Barulah setelahnya dia kembali menyantap menu makan siangnya.
Melihat suaminya yang makan dengan begitu lahap membuat Elle merasa bangga karena berhasil membuat suaminya makan dengan lahap bahkan tidak ada sebutir nasi pun yang tersisa di piringnya.
" Enak?" Elang menerima satu gelas air putih dan menenggaknya hingga tandas.
" Terima kasih cantik, makanannya sangat enak. Tapi kenapa kamu tidak makan?" Elle menggelengkan kepalanya karena dia sudah makan tadi sebelum kesini.
Tapi dia membawa satu mangkuk full salad buah kesukaannya.
" Buah lagi?" Tanya Elang saat melihat mangkuk istrinya yang berisikan salad buah lagi.
" Iya, cocok sekali dengan cuaca panas kota besar ini. Bahkan aku mulai meminum air mineral dingin dari kulkas karena selama di London aku jarang sekali mengonsumsinya."
" Seharusnya memakan nasi juga cantik. Apa yang aku makan kamu juga harus memakannya."
" Memangnya aku ada bolang jika aku tidak makan? Aku hanya makan buah saja siang ini karena aku menginginkannya dan juga kebiasaan ku yang memakan buah membuat ku tidak bisa lepas dari semua kebiasaan ini." Jawab Elle.
Mendengar jawaban dari istrinya membuat Elang tidak bisa mengatakan apapun lagi karena itu sudah kebiasaan istrinya bukan?
...🖤🖤🖤...