
Elang bangun di pagi hari dan dia sudah tidak melihat istrinya berada di samping tempat tidurnya.
Tempat tidur mereka kosong dan itu artinya istri sudah tidak ada di sana.
Tanpa menunggu waktu lama lagi, Elang tempat tidurnya dan mencari keberadaan istrinya.
Tujuan utama Elang saat ini adalah dapur. Dia ingin mencari keberadaan istrinya yang berada di dapur.
Benar dugaannya, bahwa istrinya berada di dapur dan sedang sibuk dengan kegiatan yang di pagi hari.
Baru saja Elang hendak memeluknya, wanita itu sudah langsung mengultinya dengan kata-kata yang cukup membuat Elang merasa tertampar.
" Mandi saja kak. Nanti aku akan menyusul setelah kakak selesai. Lagi pula masaknya sebentar lagi selesai." Ucap Elle tanpa ingin melihat ke arah suaminya.
Apa yang dikatakan istri yang benar membuat Elang merasa sangat bersalah.
" Tapi aku ingin di sini. Aku ingin menemani kamu di sini sayang."
" Tidak, aku sebentar lagi sudah selesai." Tolak Elle lagi.
Dia tetapi tak ingin ditemani pria itu dan membiarkan suaminya mengerti bahwa apa yang dilakukannya itu salah.
Elle sudah berkonsultasi dengan ibu dan ayah mertuanya bahwa dia harus memberikan suaminya pelajaran. Cemburu Elang sangat mengerikan, dan karena hal itu pula Elle tidak ingin suaminya terjerumus dengan rasa cemburu yang bisa saja menghancurkannya nanti.
" Tapi sayang--"
" Ya sudah jika tidak ingin mandi. Lakukan sesuka kakak." Ucapan dari istrinya semakin membuat Elang semakin merasa sangat bersalah dan dia tidak diperhatikan sama sekali oleh wanita itu.
" Baiklah..." Elang pergi kembali ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya sesuai dengan apa yang Elle perintahkan padanya.
Dia membersihkan dirinya di dalam kamar mandi dengan pikiran yang kacau. Elang takut jika istrinya terus marah padanya hingga berkepanjangan.
Sungguh, memikirkan hal seperti itu membuat Elang benar-benar sangat frustasi.
Saat Elang keluar dari kamar mandi, dia melihat bahwa istri cantiknya itu sudah masuk ke dalam kamar mereka dengan wajah datarnya.
Tanpa mengatakan sepatah kata pun Elle langsung masuk ke ruangan ganti mereka berdua untuk menyiapkan pakaian suaminya.
" Sayang..." Elang yang masih menggunakan handuk di pinggangnya langsung menghampiri sang istri yang terlihat mengabaikannya.
Dia mengikuti wanita itu sampai masuk ke dalam ruang ganti pakaian mereka. Sampai di sana pun Elle tetap mengabaikannya dan terus saja memulihkan pakaian untuk digunakannya pagi ini.
" Sayang, ayo bicara. Aku tahu aku bersalah dan aku minta maaf untuk itu. Aku benar-benar tidak sadar saat aku melukai tanganmu. Aku minta maaf Rosella." Ucap Elang lagi.
Dia memeluk tubuh istrinya dari belakang dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang istri.
Semalaman tidur tidak dengan bertegur sapa benar-benar membuat Elang merasa kesepian.
Bahkan ucapan selamat pagi pun tidak didapatkannya hari ini. Belum lagi sikap istri yang terasa jadian dan mengabaikannya seperti ini.
" Rosella sayang...maaf..." Elang terus saja mengatakan maaf pada istrinya berharap wanita itu mau memaafkannya.
Elle sendiri hanya bisa menghela nafasnya saja dan langsung membantu pria itu untuk memakai pakaiannya.
" Sekarang aku tanya, apa gunanya berkelahi dan bertengkar seperti ini? aku tahu jika kakak sangat mencintaiku dan aku sangat berterima kasih untuk itu. Tapi tahukah kakak jika rasa cemburu kakak yang berlebihan itu bisa menghancurkan hubungan rumah tangga kita? Bukan untuk ku, setidaknya lakukan itu untuk diri kakak sendiri. Apa kakak pikir aku senang melihat wajah kakak terluka lebam seperti ini? apa kakak tahu setiap kali aku melihat semua luka yang berada di tubuh ini aku senang? Tidak kak, tidak sama sekali. Aku sangat merasa sedih setiap aku melihat goresan luka di tubuh ini. Tidak bisakah untuk hidup biasa saja dan jangan pernah terluka? kalau aku tahu rasanya juga tidak akan mungkin tapi setidaknya bisakah mengerti diri kakak sendiri? rasanya aku ingin menangis setiap kali melihat kakak terluka. Semua luka ya ada di tubuh ini bukan luka sekedar sayatan pisau biasa, semua luka ini berasal dari timah panas. Coba bayangkan bagaimana jika suatu saat timah panas itu menembus kulit kakak hingga membuatku kehilangan suami. Pernahkah berpikir sampai ke sana?" Elang terdiam.
Dia tidak berani menjawab apapun yang sudah keluar dari bibir istrinya karena apa yang dikatakan Elle semuanya benar. Itu benar-benar membuatnya merasa bahwa wanita ini sangat mengkhawatirkannya.
" Maaf," Hanya itu yang bisa di katakan Elang saat ini.
Selain kata Maaf, Elang tidak tau apa yang harus dikatakannya.
...🖤🖤🖤...
Nb: Kalau ada typo langsung tag komen ya rakyat noveltoon😊