
Setelah menjalani proses pemakaman kemarin, seluruh keluarga yang ditinggalkan masih berada di rumah utama.
Mereka masih di sana untuk melakukan kumpul keluarga dan acara doa bersama.
Seperti saat ini, Elang masih berusaha untuk menyuapi istrinya agar mau makan. Sejak kemarin isinya tidak bernafsu makan karena kehilangan sosok yang seperti dimilikinya di London sana.
" Ayo sayang, makanlah sedikit lagi. Kamu harus tetap makan demi anak kita." Ucap Elang yang terus berusaha untuk membujuk istrinya agar mau makan lebih banyak lagi.
Biasanya Elle akan begitu banyak makan karena nafsu makannya naik dua kali lipat setelah mengandung anak mereka. Walau makanan yang tetap seperti itu tapi setidaknya itu bisa membuat istri yang bertahan.
" Aku sudah kenyang kak. Lagi pula tadi baru saja minum susu." Ucap Elle dengan lembut menolak suapan yang diberikan suaminya lagi.
Melihat istrinya yang terus saja menolak suapan darinya membuat Elang hanya bisa bersabar untuk itu.
" Ya sudah, ini vitaminnya." Elang menerbitkan vitamin pada istrinya dan di sambut dengan baik oleh istrinya.
Elle langsung merebahkan tubuhnya setelah selesai makan. Dia begitu terpukul karena kepergian Opa Gale yang sangat menyayanginya.
Dia tidak begitu begah dengan Opa Alex karena selama ini pria itu memilih tinggal di Swiss bersama Oma Tarisa dan baru-baru ini saja mereka pulang ke London lagi.
" Aku turun sebentar ya cantik. Aku akan segera kembali." Ucap Elang sambil mengusap puncak kepala istrinya dengan lembut.
Dia melakukan hal itu agar istrinya mendapatkan kekuatan darinya.
Cup...
" Aku mencintai mu Cantik..." Anggukan kepala dari Elle membuat Elang hanya bisa menghela nafasnya saja.
Dia tidak tau harus melakukan apa lagi. Elang hanya bisa berdoa bahwa istrinya akan baik-baik saja esok hari.
" Apa Elle sudah tidur?" Tanya Brian pada putranya.
Di tahu bahwa menantunya itu begitu sangat terpukul dengan apa yang terjadi di rumah ini. Baru beberapa bulan dia tinggal di rumah ini tapi dia sudah mendapatkan suasana duka mendalam.
Dia tidak tahu harus bagaimana lagi cara menghadapi istrinya yang begitu merasa kehilangan akan sosok Opa Gale.
Apalagi pria itu yang hanya meninggalkan surat untuk dirinya saja. Semua itu semakin membuat Elle merasa sedih.
" Dia terus saja memeluk surat yang ditinggalkan Opa untuknya." Sambung Elang lagi.
" Apa ada permintaan terakhir dari Opa di surat itu? kita harus menjalankan amanah dan wasiatnya." Ucap Gavio.
Pamannya itu juga ingin tau apa yang di tuliskan Opa Gale untuk cucu menantunya itu.
Dia cukup penasaran sedekat apa istri keponakannya ini dengan Daddy-nya hingga dia bisa mendapatkan surat wasiat.
" Opa hanya bahwa dia meninggalkan semua harta miliknya untuk Elle. Seluruh isi kamar Opa hanya untuk Elle juga. Kami harus menempati kamar itu." Brian menganggukkan kepalanya mendengar apa yang putranya katakan.
Dia juga tahu tentang hal ini karena Daddy-nya juga pernah mengatakan padanya bahwa seluruh isi kamarnya dan yang dimiliki Mama Viona itu untuk istrinya Elang.
Termasuk seluruh perhiasannya juga serta tas-tas mahal miliknya dulu.
" Jika seperti itu, kita sudah memutuskan bahwa memang kalian berdua adalah yang memiliki hak atas kamar utama. Opa memberikan hak pada kalian untuk memiliki kamar utama milik yang bersama Oma Viona. Itu artinya memang kalian yang harus menempatinya." Leana bereaksi.
Dia bukan tidak menerima dengan apa yang Daddy-nya tuliskan di dalam surat itu. Tapi dia ikut merasakan kesedihan yang Elle rasakan.
Dia hanya cucu menantu saja bisa merasakan begitu terpukul seperti ini. Lalu bagaimana dengan dirinya?
" Jaga istri kamu Elang. Jika Opa kalian bisa menyayanginya seperti itu, itu artinya istri mu memang orang baik. Sampaikan salam Aunty untuk istri mu."
" Baik Aunty, Elang akan sampaikan nanti." Ucap Elang.
Mereka mengakhiri pembicaraan mereka malam ini dan besok Elang akan pindah mulai bersama Elle untuk menempati kamar utama milik Opa Gale.
...🖤🖤🖤...