
" Tidak! Ini tidak mungkin. Opa tidak mungkin pergi secepat ini. Ini tidak mungkin!" Ucapnya lagi.
Elle terus berusaha untuk mengecek keadaan pria itu namun dari apa yang dirasakannya, Opa Gale memang sudah tidak bernyawa lagi.
Pria itu menghembuskan nyawanya dengan menggenggam cincin pernikahannya bersama sang istri.
Dengan berusaha sekuat tenaganya untuk menguatkan diri, Elle langsung keluar dari dalam kamar Opa Gale dan kembali ke kamar untuk membangunkan sang suami.
Brak...
Elang langsung terbangun saat mendengar suara pintu yang dihempaskan dengan kasar.
Dia langsung terbangun dan melihat bahwa istrinya yang berada di depan pintu sana sambil memegang dadanya.
Melihat hal seperti itu Elang langsung panik, Dia langsung melompat dari tempat tidurnya untuk menghampirinya istri.
" Sayang, kamu kenapa? apa yang terjadi sayang? katakan ada apa Elle?" Tanya Elang dengan panik.
Siapa tidak panik saat melihat istrimu yang berlinang air mata sambil memegangi dadanya. Apalagi kau mengetahui bahwa istrimu memiliki riwayat penyakit jantung bawaan.
Semua itu langsung membuat apapun yang ada di pikiran biar seketika.
" Sayang, Elle aku mohon katakan ada apa sayang. Jangan membuatku panik seperti ini." Elle berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri, sampai dia berhasil untuk mengatakan kepada suaminya apa yang telah terjadi.
" O-opa..."
" Ada apa dengan Opa? Kenapa Opa sayang?" Elang semakin panik saat istri yang mengatakan tentang Opa Gale.
" O-pa meninggal."
Deg!
Jantung Elang seperti berhenti berdetak saat mendengar apa yang istrinya katakan. Dia tidak percaya dengan apa yang keluar dari bibir istrinya.
Dia belum bisa mempercayai itu semua. Elang takut untuk percaya akan semua hal karena dia tahu istrinya tidak mungkin berbohong.
" Sayang--jangan bercanda denganku."
" Masih pantaskah kamu mempertanyakan hal ini padaku tentang bercanda atau tidak? Opa Gale meninggal dunia dan aku yang melihatnya sendiri. Opa Gale tak berdaya di atas sofa sambil memeluk foto Oma Viona pernikahan mereka. Apa aku masih percaya bahwa aku mengatakan semua ini bercanda?" Betapa sakitnya ada Elle saat menceritakan semua ini pada suaminya.
Dia tidak menyangka jika suaminya mengatakan dan menganggap semua apa yang diceritakannya dan bercanda.
Pria begitu banyak memberikan arti pelajaran dalam hidup. Dia benar-benar tidak siap jika apa yang dikatakan istrinya itu terjadi.
" Dad, wake up please..." Ucap Brian yang sudah lebih dulu berada di kamar yang penuh sejuta kenangan itu.
Begitu juga dengan Elang, saat dia sampai di kamar itu, dia melihat bahwa kedua orang tuanya sudah berada di ruangan itu lebih dulu dari dirinya.
Seperti yang dilihatnya saat ini, Daddy-nya berusaha untuk menguatkan diri agar tidak menangis di depan mereka tapi dia tahu bahwa air mata itu tidak bisa membohongi segalanya.
" Dad..." Panggil Elang pada Brian.
Mereka benar-benar terpukul saat ini. Apalagi Elle, dadanya benar-benar sesak menyaksikan kejadian ini.
Baru saja tadi pagi dia mengetahui bahwa pria ini sudah baik-baik saja dan sudah lebih mengikhlaskan kepergian istrinya, tapi kenapa saat ini malah pria itu yang malah pergi meninggalkan mereka.
" Opa..." Tangis Elle dengan begitu pilu.
Dia merasakan sakit yang begitu mendalam. Entah mengapa dia merasa perasaannya tidak enak sejak semalam dan itu benar-benar terjadi dengan apa yang dilihatnya saat ini.
" Sayang..." Elang memeluk tubuh wanita yang tengah rapuh itu.
" Opa, kenapa aku pergi meninggalkan Elle secepat ini? bukankah Opa sudah janji bawa Opa akan memberikan nama untuk anak Elle? Lalu apa ini Opa?" Tangisnya pecah.
Elle terus saja memegangi dadanya dan juga liontin yang baru saja di dapatkannya tadi pagi saat mereka berbicara.
" Sayang, aku mohon tenangkan diri kamu. Jangan seperti ini. Aku tidak ingin keadaan kamu semakin memburuk. Tolong pikirkan juga anak yang beranikan dengan kamu saat ini." Elle terus saja menangis dalam pelukan suaminya.
Sampai mereka semua mendengar bahwa Daddy Brian mengatakan bahwa pria itu sudah berpulang untuk menghadap Tuhan.
" Ikhlaskan segalanya. Opa kalian sudah berjuang keras selama ini untuk melanjutkan hidupnya. Tapi kembali lagi pada apa yang sudah Tuhan takdirkan. Percayalah, bawa ini adalah kebahagiaan untuk Opa kalian. Dia akan bertemu dengan istrinya lagi seperti apa yang dikatakannya selama ini. Opa kalian bahkan menghembuskan nafas terakhir dengan menggunakan cincin pernikahan mereka. Daddy harapan bisa mengerti semua itu." Ucap Brian yang berusaha untuk kuat tapi dia tidak bisa kuat juga.
Saat anak menantunya pergi meninggalkan kamar ini, dia menangis meratapi kepergian pria yang paling di cintainya di dunia ini.
" Lila, Daddy sudah pergi. Daddy sudah bahagia bisa bertemu dengan Mama Vio lagi, Daddy sudah bahagia sayang. Daddy sudah bahagia." Ucap Brian dengan kehancuran hatinya.
Lila sendiri hanya bisa ikut menangis dan memeluk suaminya. Walau dia tidak sedekat itu dengan Daddy mertuanya, tapi dia tau bahwa pria itu juga menerimanya dengan baik di sini.
...🖤🖤🖤...