
Hari-hari Elle dan Elang terasa begitu bahagia Terhitung bahwa pernikahan mereka sudah menginjak 8 tahun dan perkembangan baby Erina begitu sangat luar biasa.
Dia terlihat begitu sangat dekat dengan ayahnya daripada Elle sendiri. Dia hanya berdiam diri di rumah untukmu nanti kepulangan mereka berdua.
Seperti saat ini, Erina terlihat lebih dekat dengan suaminya jika pria itu sudah ada di rumah.
" Erina sayang, Tolong bantu Mommy lebih dulu. Kita harus packing hari ini untuk pergi ke London. Opa menunggu kita."
" Yes Mom...Erina datang..." Jawab putri cantiknya itu.
Saat Erina hendak pergi meninggalkan Daddy-nya, dia menyempatkan diri untuk memberikan kecupan pada pria itu sebelum pergi.
" Nanti kita main lagi Dad. Eri akan datang lagi." Ucap gadis kecilnya sebelum benar-benar pergi meninggalkannya.
" Oke Baby, tolong bantu Mommy kamu lebih dulu." Erina pergi meninggalkan Daddy-nya untuk datang membantu sang Mommy.
Melihat putrinya yang begitu pengertian pada dirinya dan juga Elle membuat Elang merasa bahwa mereka berhasil mendidik putri mereka menjadi anak yang luar biasa.
Erina benar-benar menjadi anak yang begitu bisa memposisikan dirinya dengan baik.
Seperti saat dia bermain bersama Daddy-nya dia juga bisa membantu Elle juga.
" Sudah datang?" Tanya Elle saat melihat putrinya yang sudah sampai di kamarnya saat ini.
" Yes Mom. Ada apa? Apa yang bisa Erina bantu?" Tanya gadis kecil itu yang menghampiri Mommy Elle.
" Katakan pada Mommy pakaian yang mana yang akan kamu pakai besok? Kita harus menghadiri acara ulang tahun kakak kamu. Anaknya paman Rigel." Ucap Elle pada putrinya.
Erina langsung membuka lemari pakaiannya dan melihat mana yang akan di bawanya nanti.
Jika kebanyakan gadis di luar sana akan menyukai warna pink maka tidak dengan Erina yang begitu menyukai warna putih.
Hampir 80% pakaian yang ada di dalam lemarinya berwarna putih dan sisanya berwarna lain itupun atas pilihan oma Lila.
" Always in white." Ucap Elle dan Erina hanya tersenyum saja.
Dia memang sangat menyukai warna putih karena menurutnya putih itu adalah warna yang suci.
" Mommy dan Daddy juga sangat menyukai warna putih jadi apa salah jika Erina juga menyukainya? Bahkan seluruh isi lemari Daddy di dominasi dengan 3 warna saja. Hitam, putih, abu-abu."
" Dan kamu seperti Daddy kamu. Tidak memiliki warna kesukaan lainnya."
" Namanya juga Erina anak Daddy, eitss...Erina anak Mommy. Jadi jangan mengatakan bahwa Erina ini hanya anak Daddy oke?" Melihat sifat putrinya membuat Elle hanya bisa menghela nafasnya saja dengan berat.
Erina ini benar-benar di luar perkiraannya. Sikap Erina jauh berbeda dengan sifat dirinya dns juga Elang.
Saat Elle termasuk golongan introvert, maka Erina adalah golongan extrovert. Dia menyukai keramaian dan bergaul dengan banyak orang. Tidak seperti dirinya yang selalu mendapatkan pengawasan ketat dari saudara-saudaranya.
" Terserah apa kata kamu sayang. Mau kau anak Daddy pun itu tidak masalah bagi Mommy karena yang terpenting itu masih dengan Mommy juga. Bukan orang lain."
" Tidak ada wanita secantik Mommy. Andai saja Mommy mau ikut datang ke acara sekolah, mungkin Mereka akan tau jika Mommy Erina itu benar-benar cantik. Bukan hanya mereka saja yang memiliki ibu yang cantik." Elle hanya bisa tersenyum saja.
Putrinya ini memang selalu saja mengungkit karena dia tidak pernah ikut datang untuk menghadiri acara sekolahan.
" Oke, Mommy janji suatu saat nanti Mommy akan datang ke sekolah kamu. Tapi ingat, kamu harus mendapatkan peringkat 3 besar lebih dulu baru Mommy akan datang untuk kamu." Erina setuju dengan apa yang Mommy-nya katakan.
Dia menjabat tangan Elle dan mengatakan setuju untuk menjalankan tantangan dari Mommy-nya.
...🖤🖤🖤...