
Semakin besar kehamilan Elle, semakin ketat juga penjagaan untuk dirinya. Bukan hanya itu saja, bahkan keluarganya yang di London sudah terbang ke Indonesia untuk menjaganya dan saat ini tinggal di rumah utama keluarga Alexander yang ditempati oleh paman Matheo.
Entahlah, Elle benar-benar tidak habis pikir dengan keluarganya yang terlihat begitu sangat mengkhawatirkan keadaannya.
Seperti hari ini, Dia di kunjungi oleh keluarga besarnya hingga membuatnya merasa pusing.
" Daddy, sudah, Elle tidak sanggup lagi untuk memakan semua ini. Lagi pula Elle tidak boleh makan terlalu banyak menjelang waktunya kelahiran." Ucap Elle yang menolak secara halus suapan dari ayahnya.
Dia tidak selamat pagi untuk membuka mulutnya dan memakan apa yang pria itu berikan padanya.
" Oh ya? apa seperti itu?" Elle menganggukkan kepalanya karena emang dokter mengatakan bahwa dia tidak boleh maka terlalu banyak menjelang kelahiran.
Dia harus menjaga pola makannya agar tetap sehat dan tidak sampai berakibat buruk pada kelahiran nantinya.
" Ahh...maafkan Daddy sayang. Daddy melupakannya."
" Tidak apa-apa Dad, Elle mengerti." Starla menghampiri putrinya yang duduk di kursi taman rumah keluarga menantunya ini.
Starla merasa nyaman di tempat ini karena suasananya sangat asri. Apalagi banyaknya pepohonan dan kebun buah dan sayuran.
Luar biasa sekali, mereka akan langsung mengambil sayuran untuk di makan keluarga ini.
" Kapan perkiraan tanggal melahirkan sayang? bagaimana pemeriksaan terakhir?" Tanya Starla sangat mengkhawatirkan keadaan Putri satu-satunya ini dan juga calon cucu mereka.
" Dokter mengatakan akhir bulan ini. Tapi jika ingin melakukan operasi Cesar bisa melakukannya kapan saja." Jawab wanita uang tengah berperut besar itu.
Dia tidur di pangkuan ibunya, sementara ayahnya terus memberikan usapan lembut di perut besar sang putri.
Dugh...
" Oh my God! Dia bergerak." Ucap Sky dengan penuh kebahagiaan.
" Sayang, dia bergerak. Calon cucu ku bergerak." Sky kembali mengatakan hal itu pada istrinya.
Dia benar-benar terlihat sangat bahagia dengan sebuah ini. Calon cucunya sangat bersemangat sekali ingin menunjukkan padanya bahwa dia bahagia atas kehadiran kakeknya.
" Aku harap dia bisa di ajak bermain. Tidak seperti anak Acher. Entahlah, terkadang aku tidak habis pikir, bagaimana bisa sikapnya seperti itu." Sky kembali menciptakan tentang bagaimana cucu pertamanya. Yaitu anak dari Acher yang sangat dingin menurutnya.
" Daddy yakin? Lalu bagaimana jika dia perempuan?"
" Tidak masalah. Daddy bisa mengajaknya bermain Barbie. Membeli banyak mainan dan menjadi kuda untuknya. Daddy bisa melakukan apapun asal dia mau bermain bersama Daddy." Ucapnya dengan penuh kebahagiaan.
Dia sudah merencanakan banyak hal untuk bermain dengan cucunya. Tapi yang membuatnya merasa kesal adalah kenapa putrinya ini memilih tinggal di Indonesia karena jarak mereka sangat jauh. Apa dia juga harus pindah ke Indonesia?
Dugh...
" Auhhh..." Elle merasa kesakitan di bawah perut bagian bawahnya saat calon anaknya kembali bereaksi.
Melihat Putri mereka kesakitan seperti itu membuat Sky langsung panik.
" Sayang, Elle. Kamu baik-baik saja nak? Kamu sehat sayang?" Tanya Sky yang merasa sangat khawatir dengan keadaan putrinya.
Elle belum menjawabnya karena dia masih mengontrol rasa sakitnya saat ini.
" Elle, tenangkan diri kamu sayang. Tarik nafas kamu dan hembuskan pelan-pelan oke. Jangan panik." Starla berusaha untuk membuat putrinya agar tetap tenang hingga Elle bisa kembali bersikap normal lagi.
" Elle baik-baik saya Mom, Dad. Semakin mendekati hari persalinan, maka apa semakin sering terjadinya kontraksi palsu seperti ini."
...🖤🖤🖤...