
Kini, Elang dan Elle sudah berada di sebuah ruangan karena Elle sendiri yang meminta untuk berbicara dengannya maka Elang menurutinya.
Tapi, sudah lebih dari 5 menit mereka berada di ruangan ini tapi tidak sepatah kata pun yang keluar dari bibir gadis cantik itu.
" Elle..." Panggil Elang yang menatap pada gadis cantik itu dengan penuh cinta.
" Kenapa melakukan hal ini?" Tuding Elle pada Elang.
Dia tidak suka jika ada pertarungan karena dadanya kan terasa sesak setiap kali melihat orang bertarung.
" Apa maksud kamu Elle? Aku tidak mengerti."
" Kenapa melakukan pertarungan seperti ini? Dada ku selalu saja merasa sesak setiap kali aku melihat pertarungan di depan ku. Aku tidak bis bernafas dengan baik setiap kali melihat orang bertarung dan kamu sudah menyakiti kedua saudara ku." Ucapnya dengan berani sambil menatap pada Elang.
" Apakah hanya aku yang di salah kan? Aku bahkan tidak tau jika aku akan bertarung dengan saudara mu. Aku di bawa ke tempat ini saat aku baru saja mendarat di London. Lalu, mereka bahkan menginginkan pertarungan dengan pedang. Melihat bagaimana tubuh kedua saudara mu aku bahkan tidak tega melihatnya. Tubuh merek berbaring terbalik dengan tubuh ku yang di penuhi luka. Mungkin kamu akan merasa jijik melihatnya tapi itu lah kenyataannya. Tubuh ku tidak sebagus tubuh saudara mu maka aku tidak melanjutkan pertarungan dengan pedang karena aku menghargai mereka." Jelas Elang lagi.
Sementara Elle, dia terdiam dengan apa yang Elang katakan.
" Aku tidak bisa melihat pertarungan. Aku mohon, jangan membuat keributan lagi karena dada ku akan terasa sakit melihatnya." Elang langsung menghampiri Elle yang terlihat seperti tengah menahan rasa sakit saat ini.
Dia membersihkan diri memegang dada Elle berharap apa yang dilakukannya saat ini bisa menghilangkan rasa sakitnya.
" Jangan lakukan hal seperti itu. Atur nafas mu dengan baik lebih dulu dan biarkan nafas mu kembali normal." Ucap Elang yang berharap rasa sakit Elle berkurang.
Entah mengapa Elle juga menurut dengan apa yang Elang katakan dan menyingkirkan tangan pria itu dari dadanya.
" Maaf, aku tidak bermaksud kurang ajar. Aku hanya berniat membantu mu."
" Aku baik-baik saja." Ucap Elle yang mengambil air mineral di depannya namun tidak sampai hingga Elang yang mengambilkannya.
Awalnya Elle merasa canggung. Dia malu setiap kali dia di luar akan selalu saja ada orang yang membantunya seperti ini.
" It's oke, aku baik-baik saja." Ucap Elang yang tau bahwa Elle saat ini merasa canggung dengannya.
" Kenapa nekad pergi ke sini saat aku sudah mengatakan bahwa aku adalah turunan Alexander. Tidak akan ada yang berani mendekati ku bahkan teman pun aku tidak memilikinya. Aku tidak bisa hidup seperti orang kebanyakan saat aku di luar." Elang mendengarkan apa yang di ceritakan Elle karena Elang tau bahwa saat ini gadis cantik itu membutuhkan teman.
" Aku juga memiliki pria yang aku sukai tapi tidak bisa aku gapai. Apa kamu masih ingin melanjutkan hubungan ini setelah mengetahui bahwa aku menyukai pria lain?" Elang menatap Elle dengan intens.
Dia ingin mencari kebenaran dari apa yang gadis cantik itu katakan karena dia tidak ingin berpikir bahwa Elle hanya ingin dia menjauhinya.
" Hanya menyukai bukan? belum menjadi istri orang lain? Bahkan jika pun kamu istri orang aku akan tetap berjuang untuk merebut hati mu. Biarkan aku melakukan itu untuk kamu."
...🖤🖤🖤...