
" Berhenti menyabotase istri Elang Aunty!" Ucap Elang dengan suara yang mulai meninggi.
Sejak tadi dia berusaha ingin mendekat pada istrinya namun ada saja ulah dari adik Daddy-nya ini yang terus menguasai istrinya
" Kenapa marah? tidak melakukan hal apapun pada istri kamu. Dia ini terlalu cantik dan menggemaskan hingga membuat kami merasa bahwa dia anak di bawah umur yang dinikahi oleh pria dewasa." Elang menatap tidak percaya pada aunty Leana.
Bagaimana bisa wanita tua itu mengatakan bahwa dirinya ini pria dewasa yang menikahi gadis di bawah umur.
" Tidak ada gadis di bawah umur yang berusia 23 tahun aunty. Rosella sudah berusia 23 tahun dan itu adalah usia yang ideal untuk sebuah pernikahan." Jawab Elang karena dia sudah merasa kesal pada tantenya.
Bisa-bisanya mereka mengatakan Elle gadis di bawah umur yang dinikahi oleh pria dewasa. Itu artinya dia ingin disamakan seperti pedofilia bukan?
" Ideal menurut kamu tapi tidak dengan kami. Usia ideal itu di mana sama mempelai wanita berusia 23 tahun dan mempelai prianya berusia 28 tahun itu termasuk ideal. Tapi apa ini? Elle berusia 20 tahun sementara kamu--?" Leana breaking seolah datang yang berpikir keras saat ini.
Mereka semua yang hadir di sana tahu bahwa Elang paling tidak suka saat usianya diungkit.
" Kenapa? apa masalahnya dengan usia Elang? Elang tidak setua itu ya, Sayang...aku tidak setia itu bukan?" Elle menganggukkan kepalanya.
Dia tersenyum berharap bahwa suaminya ini tidak merajuk dengan mereka semua hanya karena persoalan usia saat ini.
" Nah, lihat bukan? istri kamu saja mengalihkan kepalanya karena dia setuju bahwa usia kamu itu sudah sangat dewasa alias--"
" Terserah kalian!" Elang pergi meninggalkan ruang keluarga karena dia sudah terlalu kesal.
Dia pergi ke taman untuk meluapkan kekesalannya karena lagi dan lagi mereka mengungkit persoalan usia.
Melihat suaminya yang kesal seperti itu membuat Elle merasa panik. Dia ingin menghampiri suaminya namun langkahnya kembali ditahan oleh keluarga suaminya itu.
Elang, jika suaminya itu sudah merajuk maka akan sulit untuk membujuknya.
" Baiklah, oke. Susul suami kamu sayang...katakan padanya bahwa dia masih tampan dan gagah di usianya. Mommy yakin jika dia tidak akan matah lagi." Elle menatap ke arah ibu mertuanya lalu menganggukkan kepalanya dengan lembut.
Wanita yang tengah mengandung calon pewaris selanjutnya dari kerajaan bisnis GTJ Company itu langsung menyusul suaminya untuk membujuk pria tercintanya.
Elle sudah sampai di dekat suaminya, dan Elang sendiri tau siapa yang berada di belakangnya saat ini.
" Kak..,emm maksud ku sayang, Daddy-nya Baby..." Sudut bibir Elang berkedut ingin tersenyum tapi dia sulit untuk melakukannya.
Dia ingin tersenyum dan tidak bisa menolak pesona istrinya ini. Namun dia akan mencoba jurus merajuk ala dirinya untuk melihat seberapa besar rasa cinta istrinya itu padanya saat membujuk seperti ini.
" Pergilah sayang, ini sudah malam dan cuaca malam tidak bagus untuk kamu." Elle langsung menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin pergi meninggalkan suaminya.
Dia ingin tetap berada di sini bersama suaminya sendiri.
Benar dugaan Elang, istrinya akan langsung menolak saat dia menyuruhnya pergi.
" Kenapa? kenapa tidak ingin pergi? bukankah keluargaku di sana sangat menyenangkan?"
" Aku mau di sini bersama suami ku. Anak ku ingin bersama Daddy-nya, Baby bilang Daddy-nya tetap tampak walau di usianya yang--Hemphhh..." Bibir Elle langsung di bungkam saat ingin membicarakan tentang usia lagi di antara mereka.
Elang tidak akan membiarkan istrinya itu kembali mengungkit usia di antara mereka lagi.
...🖤🖤🖤...