
Di depan ruangan sang bos
“Haaah untung aja nona muda bisa ngebujuk si bos, jadi gue bisa makan bekal ini. Kaya nya enak nih, kalau dari aroma nya” Kata Asisten hen ketika sudah berada di luar ruangan nya.
“Kaya nya ada yang dapet hadiah makan siang nih” Ledek Nina asisten Gilang.
Asisten Hen yang mendengar nya pun mendelik tajam kearah nina. Nina yang melihat itu hanya terkekeh karena sikap asisten sang bos nya itu. Entah kenapa diri nya tidak ada takut takut nya kepada Hen, padahal banyak orang yang bilang bahwa Asisten Hen itu lebih kejam dari pada Tuan nya. Tapi menurut Nina, asisten Hen itu menyenangkan dan menggemaskan saat memberikan tajam nya itu, seperti memiliki charisma tersendiri. Ceileh bilang aja lu suka Nina wkwk.
***
Setelah selesai dengan makan siang nya, Nadia pun membereskan nya.
“Mas, aku belum buka hadiah dari Vika kemarin”
“Kenapa?”
“Aku ingin kita buka samasama mas”
“Apa kamu bawa hadiah nya sekarang?”
“Iya mas, aku bawa”
“Sebentar” Lanjut nya dan mengambil kotak persegi di dalam tas nya.
“Ayo mas kita buka” Ucap Nadia dengan antusias.
“Iya ayo”
Nadia pun membuka kotak tersebut dan terlihat lah jam tangan couple berwarna silver yang sangat elegan. Mereka berdua tau bahwa harga nya pasti sudah fantastis.
“Jam tangan mas”
“Bagus”
“ini buat mas, sini biar aku yang pasangkan” Kata Nadia, dan Gilang pun mengulurkan tangan nya untuk di pakaikan jam tangan nya itu. Setelah memakai kan Gilang, nadia pun memakai kan jam tangan satu lagi ke lengan diri nya.
“Ada surat nya” Kata Gilang.
“Ini kamu yang baca” Lanjut Gilang sambil memberikan surat yang ada di dalam kotak tersebut.
Isi surat
Hay Kayla. Aku yakin kamu pasti akan baca surat ini:) maaf hadiah nya tidak seberapa ya Kay, tapi aku dan suami ku tulus memberikan ini:) oya aku mau ucapin Selamat untuk kamu dan juga Gilang. Maaf juga aku dan mas rafel tidak bisa datang saat tunangan kalian berlangsung, karena mas rafel memiliki banyak kesibukan dan aku juga yang lagi hamil hehe. Jadi maaf ya aku dan mas Rafel telat untuk datang ke hari bahagia kalian itu. Aku harap, kamu dan Gilang suka dengan Hadiah dari kita berdua ini. Aku berharap kamu akan selalu bersama sama sampai nanti takdir yang menyatukan kalian dalam ikatan suci sebuah pernikahan ya Kay. Jangan lupa untuk undang kami, kami usahakan akan datang ke acara yang benar-benar bahagia untuk kalian. Dan aku harap kamu juga bisa datang juga ya ketika aku lahiran nanti, aku berharap kalian bisa datang:) hanya itu yang ingin aku sampaikan di surat ini, dan terimakasih sekali lagi karena kamu udah memaafkan kesalahan ku dan suami ku Kayla. Semoga kalian bahagia selalu:)
Salam hangat
Vikasya Angelina Rakesya & Rafel Anggara Saputra
Nadia yang membaca dan Gilang yang mendengar nya pun tersenyum bahagia dengan isi surat tersebut.
“Mas kita bisa kan datang pas Vika lahiran nanti?”
“Kita usahakan ya sayang”
“Iya mas”
“Semoga kita ga sibuk ya, soalnya kan bulan depan kita udah mulai mempersiapkan acara pernikahan kita”
“Iya mas”
“Mas aku kerumah sakit sekarang ya” Kata Nadia.
“Iya sayang. Ayo aku antar sampai parkiran”
“Iya mas”
Nadia dan Gilang pun beranjak dari duduk nya dan berjalan ke arah parkiran dengan Nadia yang di rangkul oleh Gilang dengan posesif menunjukan kpada para karyawan yang ada di perusahaan nya bahwa wanita yang sekarang bersama nya itu adalah wanita nya, milik nya, tidak ada satu orang pun yang bisa mengambilnya atau merebut nya.
“Kamu hati hati ya sayang, jangan ngebut ngebut. Kalau sudah sampai jangan lupa kabarin aku” Titah Gilang ketika Nadia sudah di dalam mobil nya.
“Iya mas”
“Yaudah aku jalan ya” Lanjut Nadia.
“Iya”
Nadia pun menyalakan mesin mobil nya dan mulai mengendarai mobil nya itu meninggalkan perusahaan Gilang. Gilang yang melihat mobil sang tunangan sudah keluar dari perkarangan kantor nya pun kembali masuk ke dalam perusahaan nya, untuk melanjutkan pekerjaan nya yang sangat banyak itu.
***
Setelah menghabiskan waktu selama kurang lebih satu jam setengah dari perusahaan Gilang menuju rumah sakit tempat Nadia bertugas, akhir nya Nadia pun sampai di rumah sakit tempat nya bertugas.
Nadia pun turun dari mobil nya dan berjalan menuju ruangan nya.
Ceklek
“Selamat siang bu” Sapa Maya.
“Siang May”
“Kamu udah makan siang?” Tanya Nadia kepada asisten pribadi nya itu.
“Sudah bu”
“Oya bu, ini ada pucket bunga” Lanjut Maya sambil memberikan satu bucket bunga untuk Nadia.
“Maya juga kurang tau bu, pas tadi Maya sampai ruangan udah ada bucket ini. Tapi ga ada nama pengirim nya hanya ada nama penerima nya saja bu, dan itu untuk ibu” Jelas nya.
“Oyaudah kalau gitu, nanti saya tanyakan kepada tunangan saya, siapa tau dia yang ngirim nya” Kata nya.
“Iya bu”
“Bu, ibu ada jadwal operasi dua jam lagi, dan setelah itu ibu ada jadwal memeriksa keadaan pasien yang kemarin ibu operasi itu” Kata Maya yang menyebutkan jadwal Nadia hari ini.
“Oke, saya akan bersiap”
“Baik bu”
Setelah mendengar penuturan dari asisten nya itu, Nadia pun mengambil ponsel nya dari tas nya untuk mengabari tunangan nya itu bahwa diri nya sudah sampai di rumah sakit.
To : Gilang
Mas aku udah sampai di rumah sakit
Send
5 menit kemudian
From : Gilang
Iya sayang. Kamu gapapa kan? Ga ada yang lecet?
Nadia yang membaca pesan dari Gilang pun tersenyum dan menggelengkan kepala nya. Dirinya tidak menyangka bahwa sebentar lagi akan menikah dengan pria seperti Gilang.
To : Gilang
Iya mas, aku gapapa ko, aku baik baik aja.
Send
From : Gilang
Baiklah
To : Gilang
Oya mas, aku mau Tanya. Apa mas yang kirim bucket bunga untuk ku?
Send
From : Gilang
Engga sayang. Kan dari tadi aku sama kamu.
To : Gilang
Iya juga ya mas. Yaudah kalau gitu, aku bersiap mau ada opersai dulu ya mas.
Send
From : Gilang
Yaudah, semangat sayang
To : Gilang
Iya sayang, mas juga
Send
Nadia pun meletakan ponsel nyadi meja kerja nya dan diri nya pun bersiap untuk melakukan operasi.
***
Di perusahaan MHD Crop
Gilang yang tengah bingung dengan apa yang di katakan oleh tunangan nya itu.
“Apa kata nya? Bucket bunga?”
“Kalau bukan aku yang ngirim terus siapa?”
“Gue harus cari tau” Monolog Gilang
“Hen” Panggil Gilang.
Hen yang tengah bergelut dengan beberapa dokumen yang ada di meja nya pun langsung menoleh kearah sang bos nya “Iya bos?”
“Kamu cari tau siapa yang iudah ngirim bucket bunga ke Nadia sekarang juga”
“Baik bos” Jawab Hen dan Hen pun langsung berdiri dan keluar dari ruangan itu untuk pergi kerumah sakit dan bertanya apa yang terjadi.
“Siapa sih yang berani berani nya ngirim bucket bunga ke nona muda, cari perkara aja tuh orang” Gerutu Asisten Hen sambil berjalan kearah parkiran.
Nina yang melihat kepergian dari Asisten Hen hanya mengerenyitkan dahi nya karena aneh dengan mimik wajah daria sisten Hen.
“Pasti ada masalah lagi” Gumam Nina dalam hati.
“Saya akan ke rumah sakit sekarang, saya akan memeriksakan CCTV rumah sakit itu” Tegas Asisten Hen kepada kepala rumah sakit itu di dalam sambungan telpon nya itu.