
"Apa Assisten hen sudah memberi tau kan di mana tempat nya sekarang?" Tanya Key ketika sedang dalam perjalanan.
"Ya"
"Baiklah"
Keynan pun kembali terdiam memikirkan apa yang akan ia lakukan kepada wanita itu, mengingat apa yang sudah di ceritakan oleh asisten Gilang itu tadi.
Flashback On
Ketika Keynan sedang duduk bersama dengan Sifa sambil memijat pangkal hidung nya karena memang sudah pusing dnegan apa yang terjadi tiba tiba ponsel nya berdering. Keynan melihat nama yang tertera di layar ponsel nya, mau tak mau Keynan harus mnegangkat telpon tersebut.
Asisten Hen : Hallo selamat sore, dengan Tuan Muda Keynan.
Keynan : Ya.
Asisten Hen : Maaf mengganggu waktu senggang anda tuan muda, saya hanya di perintahkan oleh tuan muda Gilang untuk menghubungi anda dan memberitahukan bhawa nona muda Kayla sekarang sedang berada di rumah sakit.
Keynan : Apa? Bagaimana bisa? Tadi saya meninggalkan nya bersama dengan Rafel. Apa yang terjadi dengan adik saya?
Asisten Hen : Pada saat mereka berdua hendak pergi meninggalkan danau tersebut, ada dua orang misterius yang akan menmebak nona muda dan juga Rafel, tapi hanya terkena tubuh rafel saja, untuk nona muda aman.
Keynan : Syukurlah. Siapa mereka?
Asisten Hen : Suruhan dari nona Meylani, tadi nya kedua orang tersebut akan menembak nona muda Kayla dan juga Tuan muda Gilang, tetapi karena mereka tidak tau dengan wajah tuan muda gilang maka dari itu mereka menembak Rafel yang dikira adalah tuan muda Gilang.
Keynan : Baiklah kalau begitu. Bagaimana sekarang keadaan rafel.
Asisten Hen : Koma, sekarang sedang berada di ruang ICU.
Keynan : Baiklah saya akan pergi kesana.
Asisten Hen : Baik.
Tuuut... Panggilan pun terputus,
"Ayo kita ke rumah sakit sekarang Sif"
"Apa yang terjadi?"
"Rafel masuk rumah sakit, sekarang keadaan nya koma"
"Astaga, ko bisa?"
"Panjang SIf cerita nya"
"Baiklah, ayo kita kesana"
"Iya"
Mereka berdua pun pergi menuju rumah sakit.
Flashback Off
Keynan dan Gilang pun sampai di tempat yang sudah di beritahukan oleh sang Asisten Gilang itu, mereka pun masuk ke dalam gedung tersebut. Gilang berjalan dengan muka datar nya sedang kan Keynan berjalan dengan amarah yang sudah mulai memuncak dengan tangan yang sudah ia kepal.
Brak... Suara tendangan pintu dari Gilang.
Bagaimana Mey tidak tersiksa, ketika datang ke tempat tersebut, Mey sudah di suguhkan dengan pemandangan yang tidak mengenakan, Mey melihat kedua orang suruhan nya yang terlihat sudah tidak bernyawa dengan tubuh yang sangat mengerikan. Kemudian Mey di dudukan dekat dengan tubuh orang suruhan nya itu dengan tangan yang di ikat dengan sangat kencang. Mey pun di beri peringatan kecil oleh anak buah Gilang sampai sang bos datang ke tempat tersebut.
"Oh jadi ini yang nama nya Meylani hem?" tanya Keynan dengan wajah yang sangat marah.
Plak... Akhir nya satu tamparan tembus ke pipi mulus Meylani.
Plak...
Plak... Tiga kali sudah Keynan menampar pipi mulus milik Meylani.
Keynan pun mundur dan agak menjauh dari tubuh Meylani, ia tidak bisa untuk berbuat lebih karena Meylani adalah seorang wanita, Keynan sangat tidak bisa untuk menganiaya seorang wanita, karena ia mengingat ibu dan adik tersayang nya itu.
"Apa kamu tau Mey, siapa yang sekarang kena imbas nya?" Tanya Gilang kepada Meylani dengan tatapan membunuh nya.
Meylani yang tidak tau apapun hanya menggelengkan kepala nya dnegan lemah.
"Rafel, rafel sepupu mu yang terkena imbas nya. Dia terkena tembakan oleh kedua anak buah mu dan sekarang dia koma"
"Apa?" Kaget nya dengan nada lemas dan berlinang lah air mata nya.
"Itu ga mungkin"
"Mungkin dan bisa terjadi"
"Kau yang bodoh, kau tidak memberitahukan wajah ku kepada anak buah mu yang bodoh itu. Maka dari itu anak buah mu menembak orang yang salah"
"Itu ga mungkin" Teriak Mey.
"Rafel maafkan aku" Ucap nya lirih.
"Sudah puas kau?"
"Tolong bawa aku ke rafel, Lang tolong"
"Apa kamu bilang, tolong?"
"Apa kamu sadar dengan apa yang kau katakan tadi?" Lanjut Gilang.
"Ya, aku sadar lang, aku sangat sadar"
"Untuk apa kau sadar? Awal saja kau tidak sadar akan terjadi apa ujung nya"
"Aku minta maaf lang, tolong maaf kan aku. Aku menyesal"
"Tapi sayang nya aku ga akan maafin siapa pun orang yang sudah mengusik ku sekali pun itu wanita dan orang terdekat ku"
"Aku minta maaf lang"
"Mau aku yang menhukum mu apa orang orang ku yang menghukum mu?"
"Engga lang" Jawab nya dnegan menggeleng kan kepala nya.
"Baiklah, karena kau adalah orang yang sudah pernah berada di hati ku, pernah menghiasi hati dan hari hari ku, maka hukuman mu akan di lakukan oleh......"