
Rumah sakit
Kayla yang masih sibuk dengan para pasien di rumah sakit nya, karena ia harus mengganti kan shif nya Naura. Kayla dan naura memang berbeda shif tetapi mereka satu dokter, mereka sama-sama dokter bedah. Maka dari itu sangat mudah untuk naura atau pun kayla untuk meminta izin dan meminta tolong untuk mengganti kan shif mereka berdua jika mereka berdua terdesak suatu acara atau lain semacam nya.
Seperti hal nya sekarang, naura yang meminta kayla untuk mengganti kan shif nya karena ia memiliki acara kencan dengan dokter Frans, itu mudah saja, karena masih ada Kayla yang menggantikan nya. Kayla masih belum mengetahui tentang kabar bahagia yang di miliki oleh naura. Memang naura yang belum memberitahu kan kabar bahagia tersebut kepada kayla, karena ia akan memberikan kejutan nya esok hari.
Setelah pasien nya sudah ia tangani, kayla dan sifa beranjak kembali ke dalam ruangan nya untuk beristirahat.
"Sudah sangat malam ternyata" Gumam kayla sambil melihat jam di dinding ruang kerja nya.
"Haaah badan ku pegal-pegal sekali" Kata kayla sambil membuang nafas kasar dan merentangkan kedua tangan nya.
"Sungguh hari yang sangat melelahkan" Kata sifa.
"Iya kamu benar hanin eh maksud ku sifa" Kata kayla.
"Ga apa apa kay, kamu boleh manggil aku dengan sebutan hanin"
"Baiklah kalau begitu"
"Apa kamu merasa lapar kay? Aku akan membelikan makanan untuk mu"
"Ga perlu, kita akan memesan makanan lewat go-food aja yak"
"Oke kalau gitu. Kamu mau mesan apa? Biar aku yang pesan kan"
"Hemm apa ya yang enak?"
"Kaya nya makan yang pedas pedas enak, biar mata kita ga ngantuk"
"Bener juga. Yaudah aku ingin memakan nasi + ayam geprek level 5"
"Oke aku akan pesan kan"
"Kamu pesan apa han?"
"Aku memesan nasi + ikan bakar gurame pedas manis"
"Uwuu keliatan nya enak tuh"
"Kita makan bareng bareng aja kalau gitu"
"Ga aku ga mau itu. Aku cuma mau ayam geprek kesukaan ku aja" Kata Kayla sambil membayangkan ayam geprek kesukaan nya itu.
"Dasar kamu kay"
"Hehe"
***
"Eh iya. Gimana kelanjutan hubungan mu dengan kaka ku han?" Tanya kayla.
"Maksud mu?"
"Yaa kalian kan udah kertemu, terus bagaimana kelanjutan nya sekarang, apa mau melanjutkan ke jenjang yang lebih serius lagi dalam waktu dekat?"
"Ah kami belum ada kepikiran sampai situ kay. Kami masih sibuk dengan urusan kami masing-masing"
"Huh padahal kaka ku itu udah lama menunggu mu"
"Hehe biar waktu yang akan menjawab semua nya kay"
"Yayayaya baiklah baiklah"
Sedang asik mengobrol, obrolan mereka pun terhenti karena ada suara ketuka dari luar.
Tok... Tok... Tok... Ceklek
"Permisi dok, ada pasien yang harus segera di tangani"
"Baik aku akan segera kesana"
"Baik dok"
Kayla pun berdiri dan kembali memakai jas kebesaran nya itu. Ia berkata "kamu disini aja ya han, takut nanti ada yang mencari ku bilangin aja kalau aku lagi ada di ruang operasi. Atau takut makanan kita udah datang, kamu makan lah terlebih dahulu jangan menunggu ku" Sifa yang mendengar hanya mengangguk tanda mengerti dengan apa yang di katakan oleh kayla.
Kayla pun melangkah keluar dari ruang nya. Walaupun ia merasa lelah, tapi ia tidak akan meninggalkan tanggung jawab nya untuk mengobati pasien yang sedang terluka.
Kayla melangkah dengan sangat anggun, ia pun tersenyum dan menganggukan kepala nya jika ada yang menyapa nya.
Kayla bisa di bilang adalah dokter yang paling baik, cantik dan pintar, walaupun terkadang ia sering sekali cuek ketika berhadapan dengan pria.
Langkah demi langkah akhirnya kayla pun sampai di ruang operasi. Kayla pun bersiap untuk melakukan pekerjaan nya. Kayla melakukan pekerjaan nya dengan sangat telaten.
***
Di ruangan kayla
Sifa yang merebah kan tubuh nya karena merasa amat sangat lelah untuk hari ini, memaksa kan tubuh nya ketika ponsel nya berdering, ia pun mengangkat ponsel nya itu.
Sifa : Hallo?
Key : Hay sif, apakah kau sedang sibuk?
Sifa : Oh engga, ini aku baru aja istirahat.
Key : Oh gitu.
Sifa : Ada apa kau menghubungi ku malam-malam begini? Mengapa kau belum istirahat di jam segini key?
Key : Aku ga bisa tidur sif.
Sifa : Kenapa?
Key : Aku juga gatau.
Baru saja sifa akan menjawab pertanyaan dari key, terdengar ada suara ketukan dari luar. Sifa pun menjeda obrolan nya dengan key.
Sifa : Nanti ya, ada yang ketuk pintu.
Key : Oke.
Sifa pun membuka pintu nya. Ia bingung ketika melihat dokter riko yang sedang mendorong pasien pria yang sedang duduk di kursi roda itu. Sifa pun membuka pembicaraan nya.
"Maaf dokter riko dan tuan ada apa ya malam-malam begini keruangan nya dokter kayla?" Tanya sifa kepada riko.
"Oh ini sus, apakah dokter kayla ada di ruangan nya?" Tanya dokter riko kepad sifa.
"Maaf dokter riko, dokter kayla sedang berada di ruang operasi saat ini. Saya di suruh di ruangan ini takut ada yang mencari nya" Jelas sifa.
"Oh begitu baiklah. Jika dokter kayla sudah kembali kata kan saja saya mencari nya, dan katakan saya menunggu di ruangan saya" Titah dokter riko.
"Baik dokter riko akan saya sampai kan kepada dokter kayla"
"Yasudah kalau begitu saya permisi dulu"
"Baik dok"
Sifa pun menutup kan pintu nya kembali ketika dokter riko dan gilang sudah tak terlihat dari pandangan nya. Sifa kembali duduk di sofa, dan kembali mengambil ponsel nya. Ia pun melihat panggilan yang masih berlangsung.
Sifa : Hallo key?
Key : Iya sif?
Sifa : Maaf ya key, tadi ada dokter riko mencari kayla kesini.
Key : Oh gitu. Emang nya kayla nya kemana sif?
Sifa : Kayla lagi ada di ruang operasi sekarang, ia menyuruh ku untuk tetap disini, takut ada yang mencari nya.
Key : Oh gitu. Apa kalian berdua udah makan?
Sifa : Belum key, kami baru aja pesen makanan tapi kayla udah ada panggilan untuk ke ruang operasi.
Key : Yaudah kamu makan aja dulu.
Sifa : Ini aku lagi nunggu pesanan ku key. Tapi aku akan memakan nya bareng aja sama kayla.
Key : Ga usah nunggu kayla selesai sif, kamu makan aja duluan. Aku yakin bahwa kayla juga menyuruh mu untuk makan terlebih dahulu kan?
Sifa : Hem.
Key : Ikutin aja apa kata kayla. Kayla emang bener kalau kamu harus segera makan, supaya kamu ga sakit. Kalau kamu sakit siapa yang akan membantu kayla?
Sifa : Tapi...
Key : Ga ada tapi-tapian sif. Kamu harus makan, aku menitipkan kayla sama kamu sif. Jadi kamu harus bisa menjaga diri kamu.
Sifa : Baik baik aku akan makan jika makanan nya sudah sampai.
Key : Nah gitu dong.