
Keesokan hari nya
Keynan pun menjemput sifa di rumah sederhana nya itu.
Tok... Tok.. Tok...
"Sayang?" Panggil keynan ketika sudah berada di depan pintu rumah nya.
Ceklek..
"Masuk sayang" Titah Sifa ketika melihat bahwa sang kekasih lah yang datang kerumah nya itu.
"Gimana, kamu udah beneran siap buat nikah sama aku?" Tanya Keynan kepada sifa setelah duduk di sofa ruang tamu dan minum yang sudah di sediakan oleh sifa.
"Iya aku udah siap Key"
"Kamu ga keberatan kan kalau misalkan kita nikah bulan depan?"
"Iya Key aku ga keberatan ko. Lagian mungkin ini jalan yang terbaik buat hubungan kita"
"Makasih ya sayang"
"Untuk?"
"kamu mau terima aku jadi calon suami mu"
"Ah iya sama sama, aku juga makasih banget loh sama kamu Key, udah mau nunggu aku selama itu, dan udah mau pilih aku jadi istri kamu"
"Itu emang udah jadi pilihan ku sayang"
"Yaudah yuk meningan kita sekarang ketemu bunda sama ayah"
"Iya ayo"
Keynan dan sifa pun pergi ke rumah Keynan untuk bertemu bunda dan juga ayah.
Setelah kuarng lebih 1 jam, akhir nya Keynan dan sifa pun sampai di kediaman Keynan.
"Bunda, Sifa nih" Ucap keynan ketika sudah sampai dirumah nya sambil membawa Sifa.
"Sifaaa" Teriak Kayla.
"Lebay" Ledek Keynan.
"Iya nih kaya ga ketemu sebulan saja"
"Hehe, yaudah yuk duduk" Ajak Kayla.
Sifa pun duduk di ruang keluarga bersama dengan keynan dan juga Kayla.
Tak lama bunda dan ayah pun menghampiri mereka bertiga.
"Eh udah datang Sifa nya?" Ucap Bunda.
"Iya bunda udah" Ucap Sifa sambil mencium tangan bunda dan ayah.
"Loh ini makanan nya mana Key?"
"Lah iya, tau tuh kaka masa calon istri nya ga di kasih makan sama minum" Ucap Kayla sambil tertawa kecil.
"Nadia tuh bun di ajak ngobrol mulu sih Sifa nya, jadi dia juga lupa kaga ngambil makanan sama minuman buat sifa" Ucap Keynan membela diri.
"Gapapa ko bun" Ucap sifa.
"Udah Nadia ambil makanan sama minuman buat kita"
"Iya bun"
Nadia pun beranjak dari duduk nya untuk ke dapur mengambil makanan dan minuman untuk keluarga nya.
***
Di ruang keluarga
"Gimana, apa sifa mau jadi istri Key?" Tanya ayah.
"Iya yah Sifa mau"
"Sifa udah siap?" Tanya bunda.
"Iya bun, sifa udah siap"
"Maaf ya nak sifa, bunda mau tanya buat keluarga Sifa gimana?"
"Hemm, Sifa gatau bun, sifa udah lama soalnya engga ketemu sama ayah"
"Apa ga ada jejak dari ayah kamu sif?"
"Ga ada yah"
"Jadi gimana? Kamu juga kan butuh wali nak"
"Aku juga bingung yah"
"Yang bener yah?" Tanya Key.
"Iya"
"Terimakasih ya yah" Ucap Sifa.
"Iya"
"Jadi kalian mau pakai konsep apa buat acara nikahan nanti?"
"Kalau Kaka gimana Sifa aja bun"
"Terus Sifa mau pakai konsep apa nak?"
"Kalau Sifa maunya sederhana tapi keliatan elegan gitu bun"
"Bagus sih itu juga. Tempatnya mau outdoor apa indoor?"
"Outdoor aja bun" Timpal Nadia sehabis dari dapur mengambilkan makanan dan minuman untuk keluarga nya.
"Bunda setuju tuh"
"Yaudah Sifa ikut aja bun"
"Tapi kamu suka kan kalau outdoor?"
"Suka bun"
"Yaudah kalau gitu outdoor ya di pantai aja gimana?" Usul Nadia.
"Boleh" Ucap Keynan.
"Bali" Ucap Kayla.
"Boleh" Ucap ayah.
"Asiiikkkkk bali dong" Ucap Kayla.
"Yaudah nanti abis makan kalian bisa langsung ke WO nya aja ya, kamu tau kan Key WO milik teman bunda?"
"Iya bun Key tau"
"Yaudah kalau gitu di minum dulu terus makan, kaya nya bibi juga udah masak tadi"
"Iya bun, tadi Nadia liat bibi lagi masak"
"Yaudah"
***
Di belahan dunia lain
"Kay" Panggil Rafel lirih.
Ya kini rafel berada di rumah sakit di negara Singapore, setelah di rawat 2 hari di rumah sakit ini, kini rafel sudah mulai sadar dari koma nya.
"Kamu udah sadar nak?" Ucap sang mama.
"Mama" Kata nya.
"Iya ini mama nak. Sebentar mama panggilkan dokter dulu ya" Ucap nya dan di jawab anggukan lemah dari Rafel.
Tak lama dokter Frans pun datang untuk memeriksakan kondisi Rafel.
"Bagaimana dok?"
"Allhamdulillah nyonya, Tuan muda Rafel kini keadaan nya sudah mulai membaik, sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat inap"
"Baik dok kalau begitu"
"Baik, kalau begitu saya akan menyiapkan satu ruang rawat inap VVIP untuk Tuan muda rafel"
"Iya dok"
Dokter Frans pun keluar dari ruang ICU tersebut dan menyiapkan satu kamar VVIP untuk rafel.
"Sayang terimakasih, kamu sudah mau berjuang melawan sakit mu ini nak"
"Emang aku udah berapa lama di rumah sakit mah?"
"Udah 5 hari nak"
"Udah ya nak, kamu istirahat lagi jangan dulu banyak bicara dan banyak pikiran kamu baru aja sadar"
"Iya mah"
Rafel pun kembali memejamkan mata nya.
"Kamu di mana sayang? Kenapa kamu ga ada di sini?" Gumam Rafel dalam hati.