
Tak selang beberapa lama Hen pun tiba di kediaman Renaldi. Hen pun langsung di persilahkan masuk oleh ART yang berada dirumah Renaldi dan di perintahkan untuk langsung ke ruang kerja Renaldi karena memang ART tersebut sudah di perintahkan oleh Tuannya jika Asisten hen sudah datang langsung suruh keruang kerjanya saja.
Hen pun melangkahkan kaki nya untuk ke ruang kerja milik Renaldi yang tadi sudah ditunjukkan oleh ART rumah itu. Langkah Hen terhenti kala mendengar suara nan indah dan merdu yang sedang mengalunkan sebuah lagu pop.
“Suara yang indah” Puji Hen.
“Eh bodoh, ngapain lu malah diem disini” Maki hen kepada diri sendiri.
“Inget lu kesini mau ngapain Hen. Inget” Maki nya lagi. Dan Hen pun kembali melangkah kan kaki nya menuju ruang kerja Renaldi.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk" Teriak Renaldi dari dalam.
Mendengar titahan dari dalam menyebul lah kepala Hen dari luar "Ada apa tuan muda memanggil saya selarut ini?" Tanya Hen sopan ketika melihat sudah ada ketiga sahabat bos nya itu.
"Ada yang ingin kami bicarakan" Jawab Renaldi.
"Tentang apa tuan?" Tanya nya sambil mendekat ke arah mereka bertiga.
Mendengar pertanyaan dari Hen, Renaldi pun melirik ke arah Riko. Seakan mengerti, Riko pun menganggukan kepala nya "Jadi gini..." Cerita Riko kepada Hen.
"Shiit!! Brengsek!" Teriak Hen ketika mendengar penuturan dari anak buah nya.
Setelah mendengar cerita dari Riko, Hen langsung menghubungi salah satu anak buah nya yang memang sudah di tugas kan oleh Hen untuk membuat Meylani ampun.
Tapi apa yang dia dengar barusan dari anak buah nya "Maafkan saya bos, pada saat itu Putri Meylani sudah di nikahkan oleh pria kaya di kota itu bos. Maka dari itu saya tidak membututi nya lagi"
"Kenapa tidak kalian bunuh wanita itu!"
"Ketika kami ingin membunuh nya, pria itu mengatakan bahwa akan membuat nya semakin menderita dan akan membunuh nya bos"
"Shiit!!"
"Jadi gimana sekarang Hen?" Farhan.
"Saya akan berangkat ke Singapore malam ini juga tuan muda, saya akan mengawasi bos Gilang dan juga nona muda Nadia. Biar anak buah saya yang lain yang mengurus nona Zea" Jelasnya.
"Oke deh kalau gitu" Jawab Riko.
Hen pun keluar dari ruangan tersebut dengan masih mode garang nya.
Bruk...
Prang.. Bunyi gelas pecah yang sedang di pegang oleh wanita yang ditubruk oleh Asisten Hen.
Karena tidak begitu memperhatikan akhirnya Hen menubruk tubuh seseorang. Hen pun langsung menahan punggung nya agar tidak jatuh.
"Wangi ini?" Gumam Hen dalam hati.
"Nona Lasha?"
"Kamu?" Ucap Hen dan Lasha bersamaan.
"Eh eh maaf nona saya tidak melihat jalan" Uap nya.
"Eh gapapa asisten Hen. Oya kamu dari ruangan kaka?" Tanya nya sambil melihat ke arah ruangan kerja kakanya.
"Iya nona"
"Oh gitu"
"Apa ada yang terluka nona?"
"Engga ada"
"Baik kalau begitu saya permisi dulu nona"
"Eh iy.. Iya Asisten Hen" Katanya dan diangguki oleh Asisten Hen.
Asisten Hen pun langsung berjalan menuju mobil nya agar cepat sampai di suatu tempat.
"Aku harus siapkan semua nya" Monolognya.
Di sepanjang jalan, Hen banyak menghubungi anak buah nya agar berkumpul di tempat biasa berkumpul.