Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Pertemuan 2



Sama hal nya dengan para wanita, para lelaki pun kini sedang mengobrol di tempat duduk yang sudah ada di taman tersebut, setelah rafel menyicipi cake yang ada di piring, Rafel dan gilang pun memilih untuk menghindar dari para wanita, dan disini lah mereka berdua, di tempat duduk yang tidak jauh dari para wanita nya.


“Kenapa kamu tidak datang saat acara lamaran ku dengan Nadia?” To the point Gilang kepada rafel.


“Aku banyak kesibukan lang, maaf”


“Baik, aku mengerti tentang kesibukan mu”


“Terimakasih”


“Apa kamu masih menyimpan perasaan kepada calon istriku Fel?”


Rafel yang mendapat pertanyaan dari Gilang pun menoleh ke arah gilang. Rafel tersenyum


Dan


“Kamu tenang aja Lang. Aku udah ga ada perasaan apa-apa lagi terhadap Kayla. Kamu lihat sendiri kan sekarang, aku udah punya Vika yang tengah mengandung anak buah cinta kami” Tunjuknya kepada Vika.


Gilang pun ikut melihat ke arah Vika dan juga nadia yang tengah mengobrol “Tapi kenapa tadi kamu liat Nadia begitu?”


“Gimana Lang?”


“Seperti orang yang terkagum kagum” Ucap Gilang dengan nada cemburu nya.


Oh good kini gilang sudah menjadi BUCIN tingkat AKUT setelah menjadi Playboy cap kuda yang berkelana mencari cinta sejatinya. Wkwk


Rafel yang mendengar itu pun hanya terkekeh kecil. Ternyata seorang Gilang bisa juga cemburu “Kamu ga usah khawatir Lang, maaf jika aku tadi melihat istri mu seperti itu. Bukan maksud ku ingin melihat istri dan menganggumi istri mu itu secara diam. Tapi aku menatap karena Kayla banyak perubahan nya semenjak bersama kamu, aku lihat dia lebih ceria ketika bersama kamu”


Bukan Gilang ketika di puji oleh seseorang diri nya tidak berbangga diri “Tentu. Nadia memang bahagia berhubungan dengan ku” Bangga nya.


“Ya aku harap kamu selalu seperti ini kepada nya”


“Ya”


***


Kembali ke para wanita


“Hem kay?”


“Iya mba?”


“Jangan panggil aku mba, panggil saja Vika. Seperti nya umur ku juga ada di bawah mu”


“Baiklah”


“Ada apa Vika?” Lanjut Nadia.


“Aku mau minta maaf sama kamu” Nadia pun mengerutkan keningnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Vika.


Seperti mengerti dari raut wajah Nadia, Vika pun kembali melanjutkan perkataannya “MAaf aku telah merebut mas rafel dari hidup mu”


Nadia pun menggenggam erat tangan Vika “Kamu ga salah vika, ini semua terjadi sudah takdir. Takdir yang mengahruskan aku dan rafel berpisah. Kamu ga usah ngerasa bersalah gitu ya. Kita lupakan saja masa lalu itu, anggap saja aku dan rafel tidak pernah memiliki suatu hubungan khusus, dan lupakan bahwa kamu salah. Lihatlah sekarang kalian bahagia sebentar lagi akan menyambut kedatangan buah hati kalian buah cinta kalian. Aku harap kalian selau bersama dan bahagia” Ucap nya tulus.


“Terimakasih ya Kay. Kamu memang baik ga salah rafel pernah mencintai mu dengan tulus”


“Kamu juga baik” Akhirnya mereka pun berpelukan.


“Aku ingin makan ice cream” Pinta Vika kepada Nadia di dalam dekapan Nadia.


“Boleh, ayo kita pergi ke tempat ice cream” Jawab nya.


“baik” Jawab Vika dengan antusias nya seperti anak kecil. Mungkin ini keinginan anak nya yang ingin merepotkan Nadia.


“Maaf aku merepotkan mu” Cicit Vika.


“Kamu disini dulu ya, aku akan memanggil para pria itu” Titah nya dan diangguki oleh Vika.


Nadia pun melangkah kan kaki nya menuju para pria itu.


“Mas ayo kita pergi ketempat ice cream sekalian kita ke restoran untuk makan siang” Ucap nadia kepada Gilang.


“Baik ayo” Kata nya.


Gilang, Nadia, rafel dan vika pun pergi dari taman itu untuk mencari ice cream dan juga restoran terdekat.


***


“Ayo kita beli ice cream” Ucap nya kepada Vika. Karena kini mereka berempat ada di satu mobil yang sama, karena rafel yang tidak membawa mobil, karena mereka di antar oleh pengawal Gilang.


Vika dan Nadia pun turun dari mobil untuk membeli ice cream di kedai ice cream. Setelah mendapatkan ice cream nya, Nadia dan Vika pun kembali masuk mobil dan Gilang pun kembali menjalankan mobil nya menuju restoran terdekat.


***


Setelah sampai di restoran terdekat, ke empat nya pun turun dari mobil, dengan Nadia yang menggandeng tangan gilang, dan rafel yang di gandeng oleh Vika dengan sebelah tangan nya masih memakan ice cream yang tadi di beli oleh Kayla.


“Kamu mau makan apa sayang?” Tanya Gilang kepada Nadia.


“Aku ingin makan Veggie Burgers ala Burgreens”


“Saya samakan saja dengan nona ini ya” Kata Gilang.


“Kamu mau pesan apa vika?” Tanya Nadia kepada Vika.


“Salmon Scrambled”


“Kamu apa mas?” Tanya Vika kepada Rafel.


“Sama kan saja sayang dengan mu” JAwab nya.


“Untuk minuman nya semua samakan saja ya mba, minuman yang terenak di resto ini” Ucap Gilang.


“Baik tuan dan nona saya permisi terlebih dahulu”


“Ya”


Tak lama pesanan mereka pun datang, mereka berempat pun menyantap makanan nya dengan damai. Setelah selesai dengan makan siang nya, mereka berempat pun memilih untuk menetap sebentar di resto tersebut.


“Maaf lang sebelumnya setelah ini kami harus kembali ke hotel” Ucap rafel.


“Loh kenapa emangnya?”


“Vika ga bisa lama lama berjalan jalan, dia butuh waktu istirahat yang banyak”


“Baiklah kalau begitu, biar nanti pengawal ku yang akan mengantarkan mu kembali ke hotel” Kata Gilang dan diangguki oleh rafel.


“Oya, Kayla ini hadiah kecil dari kami” Kata Vika.


“Wah apa ini?” Tanya nya dengan mengambil kotak yang berukuran sedang itu.


“Bukan apa apa ko. Nanti saja ya kamu buka nya ketika kalian sudah berdua saja hehe”


“Baiklah,,terimakasih ya jadi repot repot deh”


“Ga ngerepotin ko”


Mereka pun kembali mengobrol panjang lebar, sampai waktu nya mereka untuk berpisah.